Kapsultekno.com - Perseteruan antara Elon Musk dan Sam Altmanmemasuki babak baru setelah sidang digelar di Oakland, Amerika Serikat pada 28 April 2026. Musk menuding OpenAI telah menyimpang dari misi awalnya sebagai organisasi nirlaba yang bertujuan untuk kepentingan umat manusia.
Dalam gugatan yang diajukan sejak 2024, Musk mengklaim bahwa Altman dan Presiden OpenAI Greg Brockman telah “mengkhianati” kesepakatan awal dengan mengubah perusahaan menjadi entitas berorientasi profit.
Musk menuntut kompensasi yang akan digunakan untuk mendukung kembali tujuan amal OpenAI, perubahan struktur OpenAI kembali ke model nirlaba serta meminta Sam Altman dicopot dari dewan perusahaan.

Baca Juga: Banyak PHK Diklaim Karena Teknologi AI, Sam Altman: Itu Tidak Benar
Adu Argumen Sengit di Ruang Sidang
Sidang yang menarik perhatian publik ini menghadirkan kesaksian langsung Musk, yang menjadi salah satu pendiri awal OpenAI pada 2015. Ia menegaskan bahwa visi awal organisasi adalah menjaga kecerdasan buatan tetap aman dan bermanfaat bagi umat manusia, bukan untuk kepentingan komersial semata.
Elon Musk mengatakan kepada pengadilan pada Rabu bahwa ia adalah "orang bodoh" karena memberikan pendanaan untuk meluncurkan OpenAI, pembuat ChatGPT. Dalam sidang tersebut, pendiri Tesla dan SpaceX itu mengatakan bahwa ia terus membiayai OpenAI setelah menerima jaminan dari CEO OpenAI, Sam Altman bahwa perusahaan tersebut akan tetap menjadi organisasi nirlaba.
Seperti diberitakan Cbsnews, Musk menyumbangkan dana sebesar USD38 juta atau sekitar Rp660 miliar kepada OpenAI sejak Desember 2015 hingga Mei 2017. Perusahaan AI tersebut kini bernilai lebih dari USD85 miliar (Rp1.477 triliun).

Baca Juga: Rumah Sam Altman Diserang Bom Molotov, Pelaku Berusia 20 tahun Ditangkap
Pihak OpenAI membantah keras tuduhan Musk. Mereka menyebut gugatan Musk sebagai upaya yang didorong oleh persaingan bisnis, terutama setelah Musk mendirikan perusahaan AI tandingan, xAI, pada 2023.
Sidang yang diperkirakan berlangsung beberapa minggu ini dinilai krusial karena berpotensi memengaruhi arah dan model bisnis industri kecerdasan buatan secara global. Jika gugatan Musk dikabulkan, hal ini bisa mengubah struktur OpenAI secara signifikan dan berdampak luas pada ekosistem AI dunia.
Baca Juga: Ide “Gila” Elon Musk Bangun Data Center AI di Luar Angkasa, Ini Risikonya