Space Available (975x90)
Space Available (350x50)
Strategi Afiliator TikTok Audi Rahadiansyah Dorong Pertumbuhan Followers
Salah satu kunci agar followers bisa tumbuh secara organik ialah upload konten TikTok setiap hari. (Foto: Audi Rahadiansyah)

Kapsultekno.com - Platform TikTok menjadi tempat mendulang penghasilan bukan tidak mungkin dengan hadirnya program affiliate. Dengan fokus pada produk tertentu yang diminati banyak orang, afiliator (sebutan mereka yang mengikuti program affiliate) bisa meraih cuan dari kegiatan ngonten dari rumah.

Salah satu afiliator TikTok dengan 1.300 followers lebih, @audi.rahadian bercerita tentang perjalanan menekuni dunia afiliator TikTok. Ia melihat bahwa kreator memiliki potensi di era digital saat ini, di mana jual beli secara online telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warganet.

Kreator pun punya peran di sana yang mempromosikan produk sendiri atau produk milik sebuah brand melalui konten video dan mendapatkan komisi dari penjualan yang terjadi di dalam platform.

"Mulai terjun ke kreator awalnya karena memang ingin bikin konten bareng istri. Karena melihat potensi kreator ke depannya ada investasi atau aset digital yang bisa kita maksimalkan lewat social media khususnya di Tiktok," jelas Audi Rahadiansyah kepada Kapsultekno.com melalui pesan singkat.

blank

Baca Juga: 7 Tips Ngonten di TikTok Supaya Video Berpeluang Tembus FYP

Dari ngonten bareng pasangan, kemudian Audi pun membuat akun lain yang khusus untuk affiliate dan edukasi. "Dengan harapan bisa mendapatkan penghasilan harian karena melihat perkembangan affiliate di Shopee dan Tiktok," ujarnya.

Melihat potensi di ranah digital ini, Audi pun membuat tidak hanya satu akun, melainkan tiga akun antara lain @ceritaaffiliateaudi (khusus edukasi), @audi.rahadian khusus affiliate dan
@azzah.audi04 yang khusus akun random ngonten bersama keluarga.

Kunci agar setiap akun bisa tumbuh dari sisi followers, salah satunya ialah konsisten upload konten setiap hari. Inilah yang dilakukan oleh Audi. "Yang pasti dalam sehari tidak boleh putus dalam memproduksi konten dan juga upload di setiap akun," kata Audi, yang juga memiliki menggeluti bisnis pergudangan dan jasa packing di wilayah Bogor.

Manajemen Waktu Antara Ngonten dan Keluarga

Tiga akun tersebut yang dikelola tetap berjalan dengan baik di tengah kesibukan mengurus bisnis. Manajemen waktu yang efektif memastikan semua dapat berjalan sesuai dengan rencana.

"Untuk konten dilakukan di setiap malam setelah pulang kerja, atau saat hari libur. Biasanya saya fokus di satu hari untuk produksi banyak konten. Supaya saya bisa jadwalkan konten saya di tiap harinya," terang Audi, yang mengandalkan alat ngonten simpel seperti kamera smartphone dan mic wireless untuk menunjang produksi konten.

Baca Juga: Modifikasi Gran Max Jadi Campervan, Intip Serunya Ngonten Jalan-Jalan ala Doyanmain

Dengan trik tersebut, memungkinkan dirinya memiliki waktu yang lebih senggang. Dengan demikian, ia punya kesempatan untuk memonitor jika ada komentar audiens yang masuk, membalas Direct Message (DM) dan lain-lain serta memberikan waktunya untuk keluarga di rumah.

3 Kategori Utama Afiliator TikTok Pemburu Cuan

Audi lebih lanjut mengungkap ada beberapa kategori utama yang bisa menghasilkan cuan maksimal di dunia afiliator TikTok. "Untuk pasar TikTok sendiri sebetulnya ada 3 kategori utama yang bisa menghasilkan cuan maksimal, fashion, skincare dan elektronik," kata Audi.

Dari 3 kategori tersebut, ia memilih produk rumah tangga karena ini kategori penunjang sekunder bagi setiap orang. "Khususnya ibu dan bapak rumah tangga yang kadang membutuhkan alat-alat produk rumah tangga," tambah Audi yang melihat adanya ceruk pasar yang potensial di kategori ini.

Melihat akun TikTok @audi.rahadian, konten yang diunggah umumnya produk seputar rumah tangga seperti rat killer, dempul instan hingga batu baterai rechargable. Salah satu video bahkan berhasil mencapai 200 ribu lebih penonton.

Strategi Hook di Awal Video Jadi Penentu

Bicara algoritma TikTok, berdasarkan halaman resmi "How TikTok recommends content", terungkap bahwa TikTok menilai konten berdasarkan sejumlah sinyal utama, termasuk watch time (berapa lama video ditonton), completion rate (berapa banyak yang menonton sampai akhir), serta interaksi seperti likes, komentar, share, dan replays.

Meskipun TikTok tidak menyebutkan istilah “hook 3 detik” secara langsung dalam panduan resmi, tetapi mereka menekankan bahwa waktu tonton dan retention sejak awal adalah sinyal penting dan hook yang kuat sangat memengaruhi hal tersebut.

blank

Baca Juga: Bahaya Beli Followers di Instagram hingga TikTok: Pertumbuhan Instan “Menjebak”

Audi pun mengatakan strategi di affiliate sebetulnya ada di awal video. Selain penonton harus terus menyimak video sampai akhir, mereka pun harus mengupayakan keranjang agar diklik oleh penonton. "Secara sistem akun yang banyak pada klik produknya akan disebarkan (oleh TikTok)," kata Audi.

Menurutnya, audiens harus klik keranjang karena algoritma menilai produk tersebut banyak dicari dan disukai oleh penonton. Tidak hanya itu, semakin banyak audiens yang melihat video sampai tuntas, maka memperbesar probabilitas akun dapat dilihat oleh penonton baru.

Terkait strategi lain seperti beriklan, Audi mengungkap bahwa beriklan boleh saja apabila sudah memiliki dasar yang kuat. Yang dimaksud di sini ialah penghasilan harian yang memadai sehingga afiliator tidak kerepotan lagi terkait modal.

"Beriklan juga akan membantu traffic organik dan traffic produk yang sedang diiklankan juga akan naik. Dan jangan lupa maksimalkan traffic iklan GMV max pada produk yang sudah pasti diiklankan oleh para sellernya," tuturnya.

Ia berharap akun TikTok miliknya bisa terus berkembang, terutama yang mengedukasi penonton, membantu mereka (pemula) atau yang ingin belajar agar bisa berkembang dan bisa meraih penghasilan dari media sosial maupun program affiliate TikTok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top