Kapsultekno.com- Platform distribusi game PC milik Valve, Steam, dilaporkan telah melampaui angka 200 juta pengguna aktif bulanan (monthly active users/MAU). Angka tersebut membuat Steam menjadi platform gaming yang dibanjiri banyak gamer dalam jumlah besar melampaui PlayStation Network (PSN).
Pencapaian Steam kali ini menunjukkan bahwa platform distribusi game milik Valve itu memiliki pengguna aktif bulanan hampir dua kali lebih besar ketimbang PSN. Laporan ini datang dari Simon Carless, pendiri GameDiscoverCo dan seorang analis industri game, dikutip dari Ghacks.
Berdasarkan estimasinya, jumlah pengguna aktif bulanan Steam saat ini berada di kisaran 198 juta hingga 210 juta pengguna, dengan angka 200 juta MAU dianggap sebagai estimasi yang paling masuk akal, seperti diberitakan GamesRadar.
Sebagai perbandingan, Sony sebelumnya mengungkapkan bahwa jaringan PlayStation Network (PSN) memiliki sekitar 125 juta pengguna aktif bulanan per Maret 2026. Dengan demikian, jika estimasi Steam tersebut akurat, maka platform milik Valve memiliki basis pengguna sekitar 60 hingga 75 juta lebih banyak dibandingkan PlayStation.

Valve Tidak Lagi Merilis Data Resmi Pengguna
Valve sendiri tidak secara rutin mempublikasikan jumlah pengguna aktif Steam. Data resmi terakhir yang diungkap perusahaan menunjukkan Steam memiliki 132 juta pengguna aktif bulanan pada 2021.
Namun, berbagai indikator selama beberapa tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan platform ini terus meningkat pesat. Salah satu indikatornya adalah rekor jumlah pengguna yang online secara bersamaan (concurrent users). Pada Oktober 2025, Steam mencatat rekor lebih dari 41,6 juta pengguna online secara bersamaan, meningkat tajam dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Data statistik Steam terbaru juga menunjukkan sejumlah game populer seperti Counter-Strike 2, Dota 2, dan PUBG: Battlegrounds masih mampu menarik ratusan ribu hingga lebih dari satu juta pemain secara bersamaan setiap harinya
Dominasi PC Gaming Semakin Kuat
Pertumbuhan Steam menjadi sinyal bahwa pasar game PC masih sangat kuat di tengah persaingan dengan konsol. Sejumlah analis menilai keberhasilan Steam didorong oleh beberapa faktor, mulai dari meningkatnya jumlah pemain di Asia, khususnya China, hingga semakin banyak penerbit game yang kembali menjual produknya melalui platform Valve.
Steam juga diuntungkan oleh strategi yang relatif ramah pemain, seperti diskon besar-besaran, dukungan terhadap game lawas, serta ekosistem yang terbuka bagi pengembang independen maupun studio besar.
Kondisi tersebut membuat platform ini terus menarik pengguna baru dan mempertahankan loyalitas pemain lama. Selain itu, pendapatan Steam juga dilaporkan mencetak rekor baru.
Pada paruh pertama 2026, platform ini disebut menghasilkan pendapatan sekitar USD11,1 miliar atau setara lebih dari Rp180 triliun, meningkat 14,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bahkan, angka tersebut melampaui total pendapatan Steam sepanjang 2020.
Meski angka 200 juta pengguna aktif bulanan masih berupa estimasi dan belum dikonfirmasi langsung oleh Valve, berbagai indikator menunjukkan bahwa Steam kini berada dalam posisi yang sangat dominan di industri game global dan semakin memperlebar jarak dengan para pesaingnya di pasar konsol.
Sekadar informasi, Steam pertama kali diluncurkan oleh Valve pada September 2003 sebagai platform distribusi digital dan layanan pembaruan (update) untuk game Counter-Strike. Pada 2005, Valve mulai membuka Steam bagi pengembang pihak ketiga, lalu pada 2012 menghadirkan fitur Steam Workshop dan Greenlight untuk mendukung kreator game independen.

Sejumlah game populer di Steam didominasi oleh judul-judul multiplayer dan kompetitif. Counter-Strike 2 masih menjadi game paling ramai dengan jumlah pemain bersamaan (concurrent players) yang pernah menembus lebih dari 1,8 juta pemain.
Sementara itu, PUBG: Battlegrounds masih memegang rekor tertinggi dalam sejarah Steam dengan puncak lebih dari 3,2 juta pemain bersamaan. Game lain yang sangat populer antara lain Dota 2, Palworld, Lost Ark, Black Myth: Wukong, Elden Ring, hingga Apex Legends.
Popularitas game-game tersebut turut mendorong pertumbuhan pengguna Steam secara signifikan selama beberapa tahun terakhir.