Kapsultekno.com - OpenAI resmi menghentikan aplikasi video berbasis AI, Sora, hanya beberapa bulan setelah peluncuran besarnya. Keputusan ini menandai perubahan strategi perusahaan dalam mengembangkan produk kecerdasan buatan.
Sora Dihentikan Setelah Popularitas Menurun
OpenAI mengonfirmasi bahwa mereka akan menghentikan aplikasi Sora, platform video berbasis AI yang sempat viral sejak diluncurkan pada 2025. Aplikasi ini memungkinkan pengguna membuat video pendek hanya dari perintah teks.
Akan tetapi, laporan menunjukkan bahwa minat pengguna mulai menurun dalam beberapa bulan terakhir, terlihat dari penurunan unduhan dan penggunaan aplikasi secara konsisten.

“Apa yang kamu buat dengan Sora penting, dan kami tahu berita ini mengecewakan,” kata OpenAI yang mengapresiasi pengguna yang telah memanfaatkan platform tersebut.
Baca Juga: OpenAI Tunda Fitur “Konten Dewasa” di Aplikasi ChatGPT, Ini Alasannya
Fokus Baru OpenAI dan Tantangan AI Video
Penghentian Sora juga disebut sebagai bagian dari strategi OpenAI untuk menyederhanakan portofolio produk dan lebih fokus pada pengembangan teknologi inti mereka, termasuk integrasi AI ke dalam layanan utama seperti ChatGPT.
Baca Juga: OpenAI Rekrut Pendiri OpenClaw untuk Dorong Layanan Agen AI
Selain itu, Sora sejak awal menghadapi berbagai tantangan, mulai dari isu hak cipta hingga kekhawatiran terhadap penyalahgunaan teknologi deepfake. Platform ini memungkinkan pembuatan video realistis dari teks, yang memicu kekhawatiran akan penyebaran konten palsu dan manipulatif.
Secara keseluruhan, langkah ini menunjukkan bahwa meski teknologi AI video berkembang pesat, tantangan etika, regulasi, dan adopsi pengguna masih menjadi hambatan besar dalam implementasinya secara luas.