Space Available (975x90)
Space Available (350x50)
Dari Iseng Jadi Cuan, Begini Cara Camelia Sukses Jadi Afiliator TikTok dari Rumah
Camelia membagikan pengalaman dan tips sukses menjadi afiliator TikTok, mulai dari memilih produk, konsistensi konten, hingga peluang cuan dari rumah.

Kapsultekno.com - Program affiliate disediakan oleh platform TikTokuntuk mereka yang ingin menambah penghasilan dari aktivitas ngonten serta mempromosikan produk milik brand tertentu. Tidak harus memiliki studio profesional, bermodalkan kamera smartphone saja, siapapun bisa mengikuti program ini dan siap meraih cuan dari rumah.

Sebagai afiliator (orang yang mengikuti program affiliate), bikin konten promosi produk bisa dilakukan di rumah dan ini jadi pilihan terbaik bagi sebagian kreator, terutama ibu-ibu. Tanpa harus meninggalkan kewajiban mengurus rumah tangga dan anak-anak, afiliator yang menyasar niche mom and kids tetap punya peluang mendapatkan penghasilan di rumah.

Salah satu afiliator TikTok Camelia (@liacamel11) menceritakan awal mula terjun di dunia afiliator di tengah kesibukannya sebagai ibu rumah tangga (IRT). Dari yang sebelumnya sekadar iseng membuat konten tentang keseharian anak di TikTok, berlanjut menekuni peluang di sektor digital ini karena melihat potensi dari pertumbuhan followers.

"Kalau untuk affiliate sebenarnya sudah coba-coba dari 2023, namun baru mulai serius dan rutin membuat konten affiliate di 2024 dan hingga kini affiliate jadi fokus utama," kata Camelia kepada Kapsultekno.com melalui surat elektronik.

blank

Sebelum serius menjadi afiliator di TikTok, posting-an di awal-awal terkait berbagi tips dan seputar perkembangan anak. Konsisten bikin konten setiap hari menurutnya jadi kunci untuk meningkatkan jumlah followers. "Seiring berjalannya waktu followers pun semakin naik dan akun semakin berkembang," tambahnya.

Baca Juga: Bahaya Beli Followers di Instagram hingga TikTok: Pertumbuhan Instan “Menjebak”

"Lalu iseng-iseng join affiliate, awalnya masih sebagai sampingan saja karena waktu awal join affiliate saya juga masih bekerja jadi lumayan untuk sekadar hobi ngonten, eh dapat uang jajan. Namun saat ini affiliate justru jadi penghasilan utama karena sudah memutuskan tidak bekerja sejak tahun 2024 lalu," ujar Camelia.

Sasar Audiens "Mom and Kids" di TikTok

Target audiens yang dipilih ialah mom and kids, sehingga fokus produk yang dipromosikan oleh Camelia terkait dengan mainan edukasi hingga buku anak-anak. Camelia mengatakan bahwa pemilihan produk pun tidak bisa sembarangan karena harus melalui proses analisis terlebih dahulu.

"Pemilihan produk ini juga enggak sembarangan ya harus dianalisis dulu di awal, mana sekiranya produk-produk yang bermanfaat, produk-produk yang dicari dan produk-produk yang dibutuhkan," terangnya.

Baca Juga: Strategi Afiliator TikTok Audi Rahadiansyah Dorong Pertumbuhan Followers

Pemilihan produk yang bisa muncul di keranjang kuning telah melewati proses kurasi dan disesuaikan dengan personal branding sang kreator. Selain itu, barang yang dipromosikan telah di-review atau digunakan secara langsung untuk memastikan value produk dapat dirasakan juga oleh pembeli.

Gambaran Penghasilan Afiliator TikTok

Semakin besar followers, biasanya semakin mudah konten yang baru diunggah diakses oleh calon pembeli potensial. Semakin banyak yang melihat konten promosi produk, ada peluang produk tersebut dibeli atau minimal mengundang interaksi dari audiens berupa tombol like, comment dan save.

Konsistensi upload konten promosi produk selama bertahun-tahun, akun TikTok Camelia (@liacamel11) kini mencapai 21,8 ribu followers plus konten FYP yang mencapai 4,6 juta penonton. Bagi Camelia, pencapaian ini patut disyukuri dan membuka kesempatan lebih jauh untuk bekerjasama dengan brand.

blank

"Untuk hasil dari affiliate alhamdulillah sudah stabil setiap bulannya. Untuk gambaran bisa mendapatkan 2 digit setiap bulan untuk GMV-nya," jelas Camelia.

Sekadar informasi, Gross Merchandise Value (GMV) merupakan total nilai penjualan produk, menunjukkan seberapa besar penjualan yang dihasilkan oleh afiliator dalam sebulan. Sedangkan komisi merupakan uang yang benar-benar diraih (pendapatan bersih) dari penjualan sesuai persentase yang ditentukan oleh seller.

Lebih lanjut ia mengatakan, sebagai afiliator TikTok, benefit selain mendapat komisi dari affiliate, sejumlah brand reach out untuk mengajak kerjasama dengan sistem endorsement ataupun barter produk.

Baca Juga: Modifikasi Gran Max Jadi Campervan, Intip Serunya Ngonten Jalan-Jalan ala Doyanmain

"Selain itu saya juga bergabung dengan beberapa creator community dan sering mengikuti campaign-campaign brand di sana," tambahnya. Campaign brand yang dimaksud di sini sistemnya ialah brand yang mencari Key Opinion Leader (KOL) untuk mempromosikan produk mereka dan kreator dibayar dengan nominal yang telah ditentukan di awal.

Ia berharap dunia affiliate ini bisa bertahan di tahun-tahun mendatang karena program ini terbukti membantu warga Indonesia mencari pendapatan, mengingat lowongan pekerjaan yang terasa sulit belakangan ini.

Alat Konten dan Tips untuk Pemula yang Ingin Jadi Afiliator TikTok

Dalam membuat konten promosi produk, Camelia mengaku awalnya hanya memakai smartphone Android saja. Perlahan ia mempelajari untuk menciptakan kualitas video yang lebih bagus, maka butuh alat tambahan seperti lighting atau softbox, mikrofon wireless agar suara lebih terdengar jelas serta tripod.

Pentingnya mempelajari cara bikin konten yang menarik, update knowledge dan juga upgrade alat ngonten agar video yang diunggah memiliki kualitas terbaik serta pesan yang disampaikan ke audiens dapat diterima dengan baik.

"Saat awal ngonten dan fokus menjadi affiliator pun saya sering mengikuti kelas-kelas online tentang affiliate untuk mempelajari bagaimana cara membuat konten yang bagus, yang bisa menarik perhatian penonton serta meningkatkan engagement audiens," kata Camelia, menekankan pentingnya belajar jika ingin serius menekuni dunia afiliator TikTok.

blank

Ia pun berpesan bagi mereka yang mau memulai sebagai konten kreator/afiliator, yang pertama kali harus diperhatikan ialah belajar. Cari pengetahuan tentang bagaimana cara membuat konten yang bagus, bagaimana cara membangun personal branding, bagaimana cara membuat konten yang bermanfaat, bagaimana cara membuat konten yang menarik, dan lain-lain.

Baca Juga: 7 Tips Ngonten di TikTok Supaya Video Berpeluang Tembus FYP

"Bisa saja sih ngonten tanpa belajar tapi kalau mau serius akan lebih efektif jika belajar dulu. Apalagi sekarang sudah banyak banget video-video tentang perkontenan yang bisa diakses gratis di Youtube atau sosial media lainnya," tutur Camelia.

Mantan writer di salah satu media online nasional di Jakarta ini melanjutkan, konsistensi jadi hal yang penting di dunia perkontenan, terutama affiliate. "Jika ingin akun berkembang, setiap hari harus rutin membuat konten minimal 3 video, tapi semakin banyak semakin bagus," katanya.

"Yang ketiga, siapkan mental. Karena banyak yang menyerah di awal karena views sedikit, jadi butuh mental yang kuat jika ingin bertahan di dunia affiliate," tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top