Kapsultekno.com - Penggunaan smartphone dalam waktu lama telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari bekerja, belajar, hingga menikmati hiburan, sebagian besar aktivitas kini dilakukan melalui layar ponsel.
Namun, kebiasaan menatap layar terlalu lama dapat memicu berbagai keluhan seperti mata kering, pandangan kabur, mata perih, hingga sakit kepala. Kondisi tersebut dikenal sebagai Digital Eye Strain (DES) atau ketegangan mata digital.
Menurut laporan yang dipublikasikan BGR, meski penggunaan smartphone tidak terbukti menyebabkan kerusakan permanen pada mata, pengaturan layar yang tidak tepat dapat membuat mata bekerja lebih keras dan meningkatkan rasa tidak nyaman.
Untungnya, pengguna Android maupun iPhone dapat mengurangi risiko tersebut dengan mengubah beberapa pengaturan layar bawaan. Berikut lima pengaturan yang disarankan beserta cara mengaktifkannya.
1. Aktifkan Kecerahan Otomatis (Auto Brightness)
Layar yang terlalu terang di ruangan gelap atau terlalu redup di bawah sinar matahari dapat membuat mata cepat lelah karena harus terus menyesuaikan fokus dan tingkat kontras.

Fitur Auto Brightness di iPhone dan Adaptive Brightness di Android memungkinkan ponsel menyesuaikan tingkat kecerahan layar secara otomatis berdasarkan kondisi cahaya di sekitar pengguna.
Cara mengaktifkan di iPhone:
- Buka Settings.
- Pilih Accessibility.
- Ketuk Display & Text Size.
- Gulir ke bawah dan aktifkan Auto-Brightness.
Cara mengaktifkan di Android:
- Buka Settings.
- Pilih Display.
- Ketuk Adaptive Brightness atau Brightness Level.
- Aktifkan fitur tersebut.
Menggunakan kecerahan otomatis dapat membantu mengurangi ketegangan pada mata sekaligus menghemat daya baterai.
2. Gunakan Mode Layar Lebih Redup pada Malam Hari
Meski kecerahan sudah diatur ke level minimum, layar smartphone terkadang masih terasa menyilaukan ketika digunakan di kamar yang gelap sebelum tidur. Oleh karena itu, baik Apple maupun Google menyediakan fitur tambahan untuk meredupkan layar lebih jauh.

Cara mengaktifkan Reduce White Point di iPhone:
- Masuk ke Settings.
- Pilih Accessibility.
- Ketuk Display & Text Size.
- Aktifkan Reduce White Point.
- Atur intensitasnya sesuai kenyamanan mata.
Cara mengaktifkan Extra Dim di Android:
- Buka Settings.
- Pilih Accessibility.
- Ketuk Extra Dim.
- Aktifkan fitur tersebut dan atur tingkat redup sesuai kebutuhan.
Pengaturan ini sangat berguna bagi pengguna yang sering membaca artikel, media sosial, atau menonton video sebelum tidur.
3. Aktifkan Filter Cahaya Biru (Blue Light Filter)
Paparan cahaya biru pada malam hari diketahui dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang membantu tubuh untuk tidur. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penggunaan smartphone sebelum tidur dapat membuat kualitas tidur menurun dan menyebabkan mata terasa lebih lelah keesokan harinya.
Karena itu, pengguna disarankan mengaktifkan fitur filter cahaya biru pada malam hari. Cara mengaktifkan Night Shift di iPhone:
- Buka Settings.
- Pilih Display & Brightness.
- Ketuk Night Shift.
- Aktifkan Scheduled.
- Tentukan waktu otomatis, misalnya dari pukul 19.00 hingga 06.00.
- Geser pengaturan warna ke arah More Warm untuk mengurangi cahaya biru.
Cara mengaktifkan Night Light di Android:
- Buka Settings.
- Pilih Display.
- Cari dan ketuk Perawatan mata atau Perisai kenyamanan mata.
- Aktifkan dan atur jadwal sesuai kebutuhan.
4. Gunakan Dark Mode untuk Mengurangi Silau
Dark Mode mengubah latar belakang aplikasi menjadi hitam atau gelap sehingga cahaya yang dipancarkan layar terasa lebih nyaman, terutama di ruangan dengan pencahayaan minim. Selain membantu mengurangi silau, mode ini juga dapat menghemat konsumsi baterai pada smartphone dengan layar OLED.

Cara mengaktifkan Dark Mode di iPhone:
- Buka Settings.
- Pilih Display & Brightness.
- Pilih Dark.
- Anda juga dapat mengaktifkan Automatic agar mode gelap menyala pada waktu tertentu.
Cara mengaktifkan Dark Mode di Android:
- Buka Settings.
- Pilih Display.
- Aktifkan Dark Theme atau Dark Mode.
Kendati demikian, tidak semua orang merasa nyaman menggunakan mode gelap. Sebagian pengguna dengan rabun jauh atau astigmatisme (mata silinder) mungkin justru lebih nyaman menggunakan tampilan terang.
5. Jaga Jarak Aman antara Mata dan Layar Ponsel (Hanya di iPhone)
Banyak orang terbiasa memegang ponsel terlalu dekat dengan wajah. Padahal, kebiasaan ini dapat meningkatkan ketegangan pada mata dan dalam jangka panjang berpotensi meningkatkan risiko rabun jauh, terutama pada anak-anak.
Para ahli menyarankan agar layar smartphone berada pada jarak sekitar 30-40 sentimeter dari mata. Cara mengaktifkan fitur Screen Distance di iPhone:
- Buka Settings.
- Pilih Screen Time.
- Ketuk Screen Distance.
- Aktifkan fitur tersebut.
Setelah aktif, iPhone akan memberikan peringatan jika ponsel digunakan terlalu dekat dengan wajah dalam waktu tertentu.
Tips Tambahan Agar Mata Tetap Sehat saat Menggunakan Smartphone
Selain mengubah pengaturan layar, pengguna juga dianjurkan menerapkan aturan 20-20-20 yaitu setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki (6 meter) selama 20 detik.
Cara sederhana tersebut dapat membantu mengurangi ketegangan mata dan menjaga fokus penglihatan. Pengguna juga disarankan untuk sering berkedip agar mata tidak kering, menggunakan tetes mata jika diperlukan sesuai anjuran dokter.
Tidak hanya itu, pengguna juga disarankan menghindari penggunaan smartphone dalam kondisi ruangan yang benar-benar gelap serta mengurangi waktu screen time sebelum tidur.
Dengan menerapkan lima pengaturan di atas dan membiasakan penggunaan smartphone yang lebih sehat, risiko mata lelah akibat penggunaan layar digital dapat diminimalkan.