Kapsultekno.com- Melalui media sosial X, Elon Musk CEO Tesla mengabarkan bahwa Telsa akan menghentikan penjualan opsi Full Self-Driving (FSD) seharga USD8.000 (satu kali bayar) dan fokus pada layanan berlangganan bulanan setelah 14 Februari.
"Tesla akan berhenti menjual FSD setelah 14 Februari. Setelah itu, FSD hanya akan tersedia sebagai langganan bulanan," tulis Musk di X.
Musk tidak mengungkap harga atau alasan perubahan ini, meskipun FSD sudah tersedia melalui layanan berlangganan seharga USD99 per bulan atau USD999 per tahun, dikutip dari Engadget.

Perubahan ini bisa menguntungkan pembeli, terutama jika mereka memutuskan untuk menjual Tesla baru mereka atau menukarkannya. Ini juga akan memungkinkan calon pemilik untuk "berjaga-jaga", karena Tesla memberikan janji yang berlebihan pada fitur ini sejak pertama kali diumumkan.
Baca Juga: Tesla Kehilangan Posisi Produsen Mobil Listrik Terbesar Dunia, BYD Naik Daun
Sekadar informasi, sistem Full Self-Driving tidak benar-benar berfungsi sebagaimana namanya. Sebab, manusia harus terus-menerus mengawasi sistem dan sering mengambil alih kendali.
Oleh karena itu, sistem ini lebih merupakan sistem "bantuan pengemudi" dan bahkan tidak memenuhi syarat sebagai self-driving Level 3 (otomatisasi bersyarat), apalagi sebagai kategori Level 4 atau Level 5 yang benar-benar otonom.
Musk telah menggembar-gemborkan kemampuan self-driving pada kendaraan Tesla sejak 2015, menjanjikan pada saat itu "otonomi lengkap" pada tahun 2018.
Baca Juga: Grok AI Jadi Sorotan Pemerintah Inggris soal Deepfake, Ini Tanggapan Elon Musk
Penggunaan merek untuk sistem ini sebagai "Autopilot" dan "Full Self-Driving" telah dikritik sebagai iklan palsu oleh pengawas konsumen dan pemerintah selama bertahun-tahun, tetapi sejauh ini, regulator belum mengambil tindakan.
Seorang hakim California baru-baru ini memutuskan bahwa Tesla menggunakan "bahasa yang menipu untuk memasarkan Autopilot" dan merekomendasikan penangguhan penjualan Tesla di negara bagian tersebut selama 30 hari.
Namun, perusahaan masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki "bahasa pemasaran" yang dianggap menyesatkan dalam waktu 90 hari, sehingga perusahaan masih dapat menghindari hukuman.