Space Available (975x90)
Space Available (350x50)
Tesla Hentikan Mobil Listrik Model S dan X, Fokus Robot dan AI
Tesla menghentikan Model S dan X, beralih ke AI, robot humanoid, dan ekspansi bisnis baru.

Kapsultekno.com -Tesla mengumumkan penurunan pendapatan tahunan untuk pertama kalinya seiring pergeseran fokus perusahaan dari mobil listrik ke kecerdasan buatan (AI) dan robotika.

Perusahaan milik Elon Musk itu mencatat penurunan pendapatan sebesar 3% sepanjang 2025, sementara laba anjlok hingga 61% pada kuartal terakhir tahun lalu.

Selain itu, Tesla memutuskan menghentikan produksi Model S dan Model X. Pabrik di California yang sebelumnya memproduksi kedua model tersebut akan dialihfungsikan untuk memproduksi robot humanoid Tesla bernama Optimus.

Langkah ini menandai perubahan strategi besar di tengah persaingan ketat industri kendaraan listrik global.

Baca Juga: Tesla Cybertruck Terjual 20.237 Unit, Jauh di Bawah Target CEO Elon Musk

Pendapatan Turun, Tesla Investasi Besar ke AI dan Robotika

Tesla juga mengungkapkan investasi senilai USD2 miliar ke perusahaan AI milik Elon Musk, xAI. Musk menyebut keputusan tersebut merupakan respons atas dorongan investor, meskipun hasil pemungutan suara pemegang saham menunjukkan lebih banyak suara abstain dan menolak dibandingkan yang menyetujui.

“Banyak investor meminta kami untuk melakukan ini," kata Musk terkait partisipasi Tesla dalam pendanaan terbaru xAI.

“Mereka bilang kita harus berinvestasi di xAI, jadi kita hanya melakukan apa yang diminta oleh para pemegang saham," katanya.

Perusahaan juga bersiap meningkatkan belanja modal secara signifikan, dengan estimasi mencapai USD20 miliar. “Ini akan menjadi (pengeluaran modal) yang sangat besar tahun depan," ujar Musk dalam panggilan dengan analis.

“Kami melakukan investasi besar untuk masa depan yang luar biasa," ujarnya.

Model Lawas Dihentikan, Fokus ke Produk Volume Tinggi

Keputusan menghentikan Model S dan Model X dinilai sejalan dengan strategi penyederhanaan portofolio Tesla. Analis menilai kedua model tersebut sudah lama menjadi kendaraan dengan volume penjualan rendah.

“Model S dan Model X sudah lama menjadi kendaraan dengan volume produksi rendah bagi Tesla,” kata Jessica Caldwell, Head of Insights di Edmunds.

“Dari sudut pandang portofolio dan fokus, masuk akal untuk menghentikan produksi model-model tersebut dan berkonsentrasi pada produk-produk dengan volume penjualan lebih tinggi seperti Model 3 dan Model Y, bersamaan dengan langkah-langkah ekspansi bisnis lainnya," jelasnya.

Baca Juga: Xiaomi SU7 Ungguli Penjualan Tesla Model 3 di Pasar Mobil Listrik China

Di sisi lain, Tesla menghadapi tekanan dari berbagai arah. Produsen asal China, BYD, telah menyalip Tesla sebagai pembuat mobil listrik terbesar di dunia. Aktivitas politik Musk juga memicu kontroversi dan protes di sejumlah dealer Tesla, bersamaan dengan dicabutnya sebagian subsidi kendaraan non-fosil di AS.

Meski begitu, saham Tesla masih naik sekitar 2% dalam perdagangan lanjutan, mencerminkan optimisme sebagian investor terhadap arah baru perusahaan di bidang AI, robotaxi, dan robot humanoid.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top