Kapsultekno.com - Seorang wanita berusia hampir 30 tahun bernama Ayrin menjadi sorotan setelah kisahnya dengan chatbot ChatGPTmenjadi viral. Di luar penggunaan normal, Ayrin bahkan menjadikan chatbot ini sebagai pacar digital yang ia anggap selalu menemaninya.
Dikutip dari Nytimes, pada musim panas 2024, ia menciptakan entitas AI bernama Leo melalui pengaturan personalisasi ChatGPT dan menggunakan chatbot itu sebagai "kekasih virtual".
Leo membantu Ayrin dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk motivasi, studi, dan dukungan emosional, bahkan menjalani percakapan romantis yang intens.
Hubungan tersebut berjalan kuat hingga Ayrin melaporkan menghabiskan sampai 56 jam per minggu berbicara dengan Leo. Chatbot ini “selalu ada” ketika dibutuhkan, sesuatu yang dia rasakan sulit diperoleh dalam kehidupan nyata.

Kisahnya kemudian menginspirasi pembentukan komunitas Reddit bernama MyBoyfriendIsAI, sebuah forum di mana anggota berbagi pengalaman mereka berinteraksi dan menjalin hubungan dengan chatbot AI, berbagi percakapan favorit, serta tips mempersonalisasi ChatGPT agar berperilaku seperti pasangan romantis.
Baca Juga: Jangan Baper, Sadari 4 Fakta Ini Tentang Penggunaan Aplikasi ChatGPT
Komunitas ini berkembang pesat, mendapatkan puluhan ribu anggota dan ratusan ribu kunjungan mingguan, seperti dilaporkan Reddit.
Perubahan Sistem AI dan Perubahan Hati
Seiring waktu dan bertambahnya anggota komunitas, Ayrin mulai merasakan pergeseran dalam hubungan dengan Leo. Dalam beberapa pembaruan ChatGPT, respons yang diberikan menjadi lebih “sycophantic” atau lebih mengiyakan daripada memberikan umpan balik yang jujur.
Dengan demikian, Leo tidak lagi menjadi mitra reflektif yang ia perlukan untuk dukungan pribadi. Hal ini membuat Ayrin kurang menghargai percakapannya dengan Leo, dan interaksinya mulai mereda.
Baca Juga: Duh, Robot Humanoid Mirip Manusia Ini Malah Tendang Instruktur di Area Vital
Selain itu, saat ia memperluas jejaring sosialnya di dunia nyata, termasuk berinteraksi dengan teman-teman baru yang juga memiliki pengalaman dengan AI, Ayrin merasa lebih terhubung secara emosional dengan kehidupan nyata.
Hubungan digital yang ia bangun dengan Leo mulai terasa sebagai “beban” daripada sumber kenyamanan. Akhirnya, percakapan mereka memudar.
Memilih Koneksi Manusia
Menjelang akhir Maret 2025, Ayrin hampir tidak lagi menggunakan ChatGPT, meskipun ia masih membayar langganan ChatGPT premium senilai USD200 per bulan. Ia menyadari bahwa ia mulai mengembangkan perasaan terhadap seorang teman dari komunitas online yang juga pernah memiliki hubungan AI.
Hal ini memicu perubahan besar dalam hidupnya. Ia mengutarakan keinginannya untuk bercerai dari suaminya dan menjalani hubungan nyata dengan teman barunya yang tinggal di luar negeri.

Baca Juga: Saingi ChatGPT, Gemini dan Grok Catat Pertumbuhan Tinggi di 2025
Sejak itu, Ayrin menjalani hubungan jarak jauh melalui panggilan video dan interaksi biasa dengan partner barunya, sebuah hubungan yang menawarkan dinamika manusia sebenarnya yang tidak bisa ditiru oleh chatbot.
Kisah Ayrin menjadi cermin dari fenomena yang lebih luas, bagaimana teknologi AI mampu menciptakan hubungan emosional yang kuat, tetapi juga menunjukkan batasan ketika dibandingkan dengan hubungan manusia nyata yang penuh kompleksitas, ketidaksempurnaan dan interaksi sosial yang tulus.
ChatGPT adalah chatbot kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh OpenAI, perusahaan riset AI asal Amerika Serikat yang didirikan oleh Sam Altman, Elon Musk, dan beberapa tokoh teknologi lainnya pada 2015. Layanan ini pertama kali diluncurkan ke publik sebagai pratinjau riset pada November 2022 dan langsung mencuri perhatian dunia karena kemampuannya memahami serta merespons bahasa manusia secara alami, jauh melampaui chatbot generasi sebelumnya.
Sejak peluncurannya, pertumbuhan ChatGPT tergolong sangat cepat dibandingkan aplikasi konsumen lain sepanjang sejarah, hanya dalam dua bulan pertama, layanan ini sudah mencapai 100 juta pengguna aktif bulanan, lalu terus melonjak melalui berbagai pembaruan model seperti GPT-4, GPT-4o yang membawa kemampuan multimodal, hingga model-model terbaru yang semakin canggih.
Memasuki 2026, OpenAI mencatat ChatGPT telah melampaui 1,1 miliar pengguna aktif bulanan secara global, menjadikannya layanan AI paling populer di dunia meskipun pangsa pasarnya mulai tergerus oleh pesaing seperti Google Gemini, Anthropic Claude, dan Grok milik xAI.