Kapsultekno.com - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus memperkuat literasi digital masyarakat, khususnya bagi kelompok lanjut usia (lansia) yang dinilai rentan menjadi sasaran hoaks dan penipuan digital.
Salah satu pendekatan yang digunakan ialah memanfaatkan budaya tradisional wayang kulit sebagai media edukasi yang lebih dekat dan mudah dipahami masyarakat.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya Komdigi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman di ruang digital yang kian berkembang, mulai dari penyebaran informasi palsu, penipuan berkedok layanan digital, hingga pencurian data pribadi.
Dalam keterangannya, Komdigi menilai pendekatan budaya lokal mampu menjadi sarana komunikasi yang efektif untuk menjangkau kelompok lansia. Melalui pertunjukan wayang kulit, pesan mengenai pentingnya memverifikasi informasi, menjaga data pribadi, serta mengenali modus penipuan digital dapat disampaikan dengan cara yang lebih sederhana dan mudah diterima.

Pemanfaatan wayang kulit juga dinilai relevan karena budaya tersebut masih memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat, terutama generasi tua. Dengan demikian, edukasi digital tidak hanya bersifat formal, tetapi juga dikemas secara menghibur dan komunikatif.
Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya ancaman hoaks dan penipuan digital di Indonesia. Komdigi sebelumnya menegaskan bahwa kelompok lansia termasuk kategori yang paling rentan terhadap dampak negatif teknologi digital akibat rendahnya tingkat literasi digital.
Selain hoaks, berbagai modus penipuan digital juga terus berkembang dengan mengatasnamakan instansi pemerintah. Komdigi bahkan telah beberapa kali mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap oknum yang meminta data pribadi dengan mengaku sebagai perwakilan kementerian atau lembaga resmi.
Pemerintah juga terus menggencarkan kampanye literasi digital melalui berbagai pendekatan, baik secara daring maupun luring. Edukasi kepada masyarakat dinilai menjadi langkah penting untuk membangun ruang digital yang lebih aman dan sehat di tengah meningkatnya penggunaan internet di Indonesia.

Melalui pendekatan budaya seperti wayang kulit, Komdigi berharap pesan mengenai keamanan digital dapat diterima lebih luas oleh masyarakat lintas generasi, sekaligus menjaga nilai budaya lokal tetap relevan di era transformasi digital.
Untuk mendukung literasi digital para lansia, Komdigi menggelar Talkshow Literasi Digital "Sapa Lansia: Tetap Terhubung, Bahagia dan Anti Gaptek dan Pagelaran Wayang Kulit" oleh dalang Ki Bambang Asmoro pada Sabtu, 30 Mei 2026 pukul 20.00 WIB sampai dengan selesai di auditorium LPP RRI, Jalan Medan Merdeka Barat, no 4-5, Jakarta Pusat.