TERBARU
Memuat berita terbaru...
DuckDuckGo Kebanjiran Pengguna saat Google Makin Agresif Dorong AI Search
DuckDuckGo meraih lonjakan pengguna ketika Google semakin agresif menghadirkan AI Search di layanan pencarian.

Kapsultekno.com - Mesin pencari berbasis privasi, DuckDuckGo, dilaporkan mengalami lonjakan pengguna setelah Google memperluas integrasi kecerdasan buatan (AI) ke layanan pencariannya.

Laporan dari XDA Developers menyebutkan bahwa peningkatan penggunaan DuckDuckGo terjadi tidak lama setelah Google mengumumkan transformasi besar Search berbasis AI dalam ajang Google I/O 2026.

DuckDuckGo mencatat kenaikan instalasi aplikasi di Amerika Serikat rata-rata sebesar 20,8 persen secara mingguan dalam tujuh hari setelah pengumuman Google. Bahkan, pertumbuhan instalasi sempat menyentuh 37,6 persen pada 26 Mei 2026.

Di platform iOS, pertumbuhan lebih tinggi dengan rata-rata 33 persen dan puncak hampir 70 persen pada 25 Mei 2026. Selain itu, trafik menuju halaman pencarian tanpa AI milik DuckDuckGo, yakni noai.duckduckgo.com, juga meningkat sekitar 22,7 persen secara mingguan.

Baca Juga: Deretan Inovasi AI hingga Kacamata Pintar Diumumkan pada Event Google I/O 2026

Hal tersebut menunjukkan sebagian pengguna mulai mencari alternatif mesin pencari yang tidak terlalu agresif menyisipkan fitur AI.

CEO DuckDuckGo, Gabriel Weinberg, mengkritik pendekatan Google yang dianggap terlalu memaksakan AI ke pengguna. “Google memberi makan AI secara paksa tanpa cara untuk memilih keluar," kata Weinberg.

Ia menambahkan bahwa DuckDuckGo ingin memberikan kontrol lebih besar kepada pengguna untuk menentukan seberapa banyak fitur AI yang ingin mereka gunakan.

Google sendiri memang tengah mengubah pengalaman pencarian internet secara besar-besaran. Dalam Google I/O 2026, perusahaan memperkenalkan AI Mode yang memungkinkan pengguna melakukan pencarian dengan pertanyaan panjang, percakapan interaktif, hingga unggahan gambar, video, dokumen, dan tab browser langsung ke Search.

Baca Juga: Tips Hilangkan Fitur AI Overview di Hasil Pencarian Google

Perubahan tersebut menjadi bagian dari strategi Google untuk menjadikan Search lebih mirip asisten AI dibanding mesin pencari tradisional. Namun, langkah ini juga memicu kekhawatiran dari sebagian pengguna dan penerbit konten digital.

Beberapa analis menilai AI Search dapat mengurangi trafik ke situs berita dan kreator konten karena jawaban sudah dirangkum langsung di halaman pencarian. TechRadar bahkan menyebut transformasi “Google Search is now AI Search” berpotensi mengubah cara internet bekerja dan memengaruhi ekosistem penerbit online.

Di sisi lain, DuckDuckGo tetap mempertahankan pendekatan privasi sebagai nilai utama. Mesin pencari ini dikenal tidak melacak riwayat pencarian pengguna dan memberikan opsi AI yang lebih fleksibel, termasuk fitur pencarian tanpa AI secara default.

Baca Juga: Baru Bikin Akun Gmail Cuma Dapat Storage 5GB, Ini Penjelasan Google

Fenomena meningkatnya minat terhadap DuckDuckGo menunjukkan bahwa sebagian pengguna internet masih menginginkan pengalaman pencarian yang sederhana, minim pelacakan data, dan tidak sepenuhnya bergantung pada AI generatif.

Bagikan artikel ini:
Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, dukung Kapsul Tekno agar kami dapat terus menghadirkan informasi teknologi yang relevan dan bermanfaat untuk pembaca. Klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *