Kapsultekno.com- Masih ingat Apple sampai mengganti port Lightning ke USB Type-C untuk iPhone mereka setelah mempertahankannya selama 11 tahun sejak era iPhone 5 tahun 2012. Oleh karena regulasi yang ditetapkan oleh Uni Eropa, Apple pun harus mengikuti standar charger universal (USB Type C) ditandai pada rilisnya iPhone 15 pada September 2023.
Uni Eropa kembali memperketat regulasi industri smartphone melalui aturan baru yang berfokus pada daya tahan perangkat, kemudahan perbaikan, dan pengurangan limbah elektronik.
Salah satu yang menjadi sorotan terkini ialah aturan Uni Eropa terkait baterai ponsel yang dapat diganti sendiri oleh pengguna mulai tahun depan. Besar kemungkinan semua produsen smartphone, tak hanya Apple, akan mengikuti aturan baru tersebut.

Aturan Uni Eropa mewajibkan produsen menyediakan suku cadang penting hingga tujuh tahun setelah perangkat berhenti dijual di pasar, sekaligus memastikan baterai smartphone memiliki umur pakai lebih panjang.
Baca Juga: Studi Ungkap Mengapa Baterai Ponsel Bisa Rusak dengan Sendirinya
Regulasi ini merupakan bagian dari kebijakan Ecodesign dan Right to Repair Uni Eropa yang mulai berlaku untuk smartphone dan tablet baru yang dipasarkan di kawasan Eropa mulai 20 Juni 2025.
Aturan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari ketahanan perangkat terhadap debu dan air, ketersediaan pembaruan sistem operasi, hingga kemudahan penggantian komponen, dikutip dari EUR-Lex.
Salah satu poin utama dalam aturan baru ini adalah kewajiban produsen menyediakan spare part penting selama minimal tujuh tahun setelah penjualan model terakhir dihentikan. Komponen yang wajib tersedia meliputi baterai, layar, port pengisian daya, kamera depan dan belakang, tombol mekanis, speaker, mikrofon, hingga tray SIM card. Suku cadang tersebut juga harus dapat dikirim dalam waktu 5 hingga 10 hari kerja.
Baca Juga: 8 Tips Menghemat Baterai Smartphone saat Traveling
Selain itu, Uni Eropa menetapkan standar baru untuk ketahanan baterai smartphone. Baterai diwajibkan mampu mempertahankan setidaknya 80 persen kapasitas awal setelah 800 siklus pengisian dan pengosongan daya. Pada kondisi tertentu, baterai bahkan harus tetap memiliki kapasitas minimal 80 persen setelah 1.000 siklus pengisian penuh.

Aturan ini juga mengharuskan produsen memberikan akses lebih luas terhadap proses perbaikan perangkat. Produsen diwajibkan menyediakan akses perangkat lunak dan firmware bagi teknisi profesional agar penggantian komponen dapat dilakukan tanpa hambatan sistem.
Tak hanya itu, smartphone dan tablet yang dijual di Uni Eropa juga diwajibkan mendapatkan dukungan pembaruan sistem operasi minimal lima tahun sejak unit terakhir model tersebut dipasarkan.
Baca Juga: 5 Smartphone Terbaik dengan Fitur Kamera Canggih di 2026
Kebijakan ini diperkirakan akan memperpanjang usia penggunaan perangkat sekaligus mengurangi limbah elektronik di kawasan Eropa, menurut Energy Efficient Products.
Uni Eropa juga sedang menyiapkan aturan tambahan terkait baterai yang dapat diganti sendiri oleh pengguna mulai 2027. Regulasi tersebut nantinya mewajibkan perangkat elektronik portabel, termasuk smartphone, memiliki desain baterai yang dapat dilepas dan diganti menggunakan alat umum tanpa proses rumit atau perekat khusus, seperti diberitakan TechRadar.
Beberapa produsen mulai beradaptasi dengan kebijakan tersebut. Apple misalnya disebut telah mengembangkan teknologi perekat baterai baru pada lini iPhoneterbaru untuk mempermudah proses penggantian baterai.
Baca Juga: Jangan Salah Beli, Ini Cara Bedakan Charger Asli atau Palsu
Kebijakan baru Uni Eropa ini diperkirakan akan memengaruhi industri smartphone global karena produsen besar seperti Apple, Samsung, Xiaomi, hingga Google kemungkinan akan menerapkan standar serupa secara internasional demi menyederhanakan proses produksi perangkat untuk berbagai pasar.