Space Available (975x90)
Space Available (350x50)
Tren AI 2026: IBM Ungkap Sovereign AI hingga Komputasi Kuantum
IBM memaparkan tren AI 2026, mencakup Sovereign AI hingga komputasi kuantum yang mempercepat transformasi bisnis digital.

Kapsultekno.com - IBM memaparkan sejumlah tren kecerdasan buatan (AI) yang akan membentuk masa depan bisnis di Asia Pasifik, termasuk Indonesia pada 2026. Tren ini melanjutkan fokus IBM untuk menghadirkan AI yang lebih mudah diakses, bertanggung jawab dan relevan bagi pelaku usaha serta pembuat kebijakan di Indonesia.

Menurut Catherine Lian, General Manager dan Technology Leader IBM ASEAN, AI kini berevolusi dari teknologi eksperimental menjadi kebutuhan inti yang memengaruhi proses pengambilan keputusan, definisi peran kerja, hingga ekspektasi pelanggan.

Catherine juga mengungkap sejumlah tren AI mendasar yang akan menjadi kunci bagi bisnis di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia pada tahun mendatang. Berikut ini beberapa tren AI yang mendorong pertumbuhan bisnis:

Kedaulatan AI Jadi Prioritas Utama

Di tengah dinamika geopolitik global, banyak negara mulai mengadopsi konsep Sovereign AI (Kedaulatan AI) guna memastikan kendali penuh atas infrastruktur, data dan teknologi lokal. Pendekatan ini mencakup pembangunan cloud berdaulat dan model AI lokal yang disesuaikan dengan kebutuhan keamanan nasional, budaya, bahasa, serta regulasi data.

Laporan IBM menunjukkan sejumlah proyeksi besar di kawasan Asia Pasifik, termasuk pertumbuhan pasar sovereign cloud yang diprediksi naik hingga 4,5 kali lipat pada 2028. Industri teregulasi seperti perbankan juga diperkirakan meningkatkan pengeluaran hingga lima kali lipat untuk teknologi cloud berdaulat.

Baca Juga: Prediksi Tren AI di 2026, Data Kini Lebih Penting dari Komputasi

Untuk menghadapi tren ini, bisnis perlu menetapkan kedaulatan digital sebagai agenda strategis, memanfaatkan hybrid cloud untuk fleksibilitas, memperkuat kolaborasi teknologi berdaulat, serta meningkatkan keterampilan tenaga kerja.

AI Sebagai Motor Pertumbuhan Bisnis

IBM mengungkap bahwa manfaat terbesar AI akan terlihat ketika teknologi ini mampu menciptakan diferensiasi kompetitif dan membuka model bisnis baru. Studi internal menunjukkan 72% CEO berkinerja terbaik menilai GenAI tingkat lanjut sebagai sumber keunggulan kompetitif utama.

blank

Namun, keberhasilan implementasi AI tetap bergantung pada kesiapan SDM, roadmap transformasi yang jelas, serta kemampuan perusahaan dalam mengidentifikasi peluang pendanaan AI.

Era Agen AI dan Interoperabilitas

Tahun 2026 diprediksi menjadi momen penting bagi penggunaan agen AI berskala besar. Agen ini bersifat otonom, mampu mengambil keputusan, dan terintegrasi dalam alur kerja perusahaan.

Meski begitu, laporan IBM menyoroti banyak organisasi belum memiliki sistem interoperabilitas dan skalabilitas yang memadai.

Bisnis perlu memulai dengan pilot project kecil, memperkuat arsitektur cloud, serta memastikan keamanan dan kepatuhan menjadi fondasi dalam pengembangan sistem AI agentik.

AI yang Terpercaya

IBM menegaskan bahwa investasi pada etika AI sangat berdampak pada profit dan ROI. Hampir 95% eksekutif menilai kepercayaan pengguna akan menentukan keberhasilan layanan berbasis AI. Di sisi lain, konsumen ingin transparansi saat berinteraksi dengan teknologi tersebut.

Baca Juga: Bos Google: Jangan Percaya Begitu Saja pada Jawaban AI

Organisasi dapat membangun kepercayaan melalui desain produk yang transparan, memberikan nilai jelas atas data pengguna, serta melibatkan pelanggan loyal dalam pengujian awal.

Keunggulan Kuantum

Komputasi kuantum diprediksi menjadi pendorong percepatan pengembangan model AI di masa depan. Teknologi ini mampu melakukan optimasi lebih cepat dan simulasi kompleks yang lebih akurat. Meski begitu, adopsi kuantum membutuhkan kolaborasi ekosistem yang kuat.

IBM mencatat bahwa 79% eksekutif menyadari kemitraan dapat mempercepat adopsi teknologi baru, termasuk kuantum dan AI. Organisasi disarankan mulai mengidentifikasi peluang besar, memilih mitra terpercaya, dan melatih agen AI menggunakan data ekosistem.

blank

Catherine Lian menegaskan pentingnya adaptasi cepat dalam era AI. “Perkembangan AI ini memberikan pesan bahwa masa depan dimiliki oleh organisasi yang mampu beradaptasi, dan beradaptasi dengan cepat," kata Catherine Lian, General Manager and Technology Leader, IBM ASEAN di Jakarta, Kamis (11/12/2025).

Ia menambahkan, Sovereign AI akan menjadi kunci pertumbuhan pada 2026 karena kebutuhan kepatuhan dan keamanan data.

"AI adalah pendorong pertumbuhan, dan AI Agentik sudah mempercepat industri di seluruh dunia. Yang tidak kalah penting adalah kepercayaan pelanggan, yang merupakan aset utama bisnis karena transparansi memberikan ruang bagi inovasi," jelasnya.

Ia mengatakan, "Kami di IBM akan terus mengembangkan teknologi kami untuk memberikan pengalaman pengguna yang memungkinkan pelanggan kami untuk berkembang ke tahap berikutnya dalam rantai nilai bisnis mereka".

2 thoughts on “Tren AI 2026: IBM Ungkap Sovereign AI hingga Komputasi Kuantum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top