Kapsultekno.com - Fenomena “podslop” atau banjir podcast berbasis kecerdasan buatan (AI) kini menjadi perhatian baru di industri audio digital. Laporan terbaru menunjukkan sekitar 39 persen podcast baru yang muncul dalam beberapa hari terakhir diduga dibuat menggunakan AI.
Fenomena podcast AI ini memicu kekhawatiran soal kualitas konten, kredibilitas informasi, hingga masa depan kreator manusia. Istilah “podslop” merujuk pada konten podcast yang diproduksi secara massal menggunakan teknologi AI dengan minim campur tangan manusia.
Tren ini berkembang seiring populernya layanan AI generatif audio seperti NotebookLM milik Google, yang memungkinkan pengguna membuat podcast otomatis hanya dalam hitungan menit.
Dalam laporan yang dikutip Bloomberg dan TechRadar, data dari Podcast Index menunjukkan bahwa hampir empat dari sepuluh feed podcast baru terindikasi sebagai konten AI. Bahkan, dalam periode tertentu, jumlah podcast AI sempat melampaui podcast buatan manusia.

Baca Juga: Kreator YouTube Bisa “Ngonten” Tanpa Harus Rekam Video Berkat AI
Jurnalis TechRadar, David Nield, menyebut fenomena ini sebagai bentuk “AI slop” yang mulai mencemari industri podcast. Ia menulis, “Another form of human creativity and curation has been polluted by AI slop,” sambil menegaskan dirinya akan menghindari podcast AI sebisa mungkin.
Kemunculan podcast AI memang tidak mengejutkan. Saat ini, teknologi generatif mampu membuat dua host virtual berdiskusi secara natural berdasarkan dokumen atau artikel yang diunggah pengguna. Hasilnya terdengar seperti podcast profesional lengkap dengan percakapan, improvisasi, hingga transisi suara otomatis.
Namun, kemudahan tersebut memicu ledakan konten berkualitas rendah. Situs industri podcast Podnews melaporkan bahwa banyak jaringan podcast AI memproduksi ratusan episode baru dalam sehari menggunakan suara sintetis. Beberapa bahkan membahas topik sensitif seperti kesehatan mental, vaksin, hingga perjudian tanpa pengawasan editorial manusia yang memadai.
Baca Juga: Hafidh Rezha Sampaikan Cerita dan Rasa Lewat Konten Storytelling via Drone
Podcast Index kini mulai mengembangkan sistem deteksi untuk menandai feed yang dianggap spam, phishing, atau “low-effort AI”. Langkah ini dilakukan karena platform podcast dikhawatirkan akan dipenuhi konten otomatis yang mengganggu sistem rekomendasi.

Fenomena ini juga memunculkan perdebatan tentang transparansi penggunaan AI di media digital. Sebuah penelitian akademik terbaru menemukan penggunaan AI di media dan penerbitan digital semakin luas, tetapi sering kali tidak disertai label atau pengungkapan kepada audiens.
Baca Juga: 5 TikToker Indonesia dengan Jumlah Followers Tertinggi di 2026
Di sisi lain, sebagian pelaku industri percaya podcast AI tetap memiliki potensi besar. Laporan Axios menyebut perusahaan finansial ProCap Financial bahkan meluncurkan podcast investasi yang sepenuhnya dihasilkan AI untuk menjangkau investor ritel dengan biaya lebih rendah.
Meski begitu, kritik terhadap podcast AI terus menguat. Banyak pengguna internet di forum komunitas seperti Reddit menilai industri podcast sudah terlalu padat sebelum AI hadir, dan teknologi generatif hanya memperburuk situasi dengan membanjiri platform menggunakan konten otomatis yang repetitif dan minim orisinalitas.
Para analis memperkirakan tren podcast AI akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan karena biaya produksinya jauh lebih murah dibanding podcast tradisional. Tantangan terbesar industri kini adalah menjaga kualitas, keaslian, dan kepercayaan pendengar di tengah banjir konten generatif.
Baca Juga: Tanda-Tanda Akun TikTok Kena Shadow Ban dan Cara Mengatasinya