Space Available (975x90)
Space Available (350x50)
Stroke Penyebab Kematian dan Kecacatan Tertinggi di Indonesia
Stroke menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Mengenali gejala FAST, memahami faktor risiko, dan bertindak cepat dalam golden period dapat menyelamatkan nyawa serta mencegah kecacatan.

Kapsultekno.com– Stroke masih menjadi penyebab kematian dan kecacatan tertinggi di Indonesia. Penyakit ini menjadi perhatian serius di dunia medis.

Data WHO tahun 2020 menunjukkan lebih dari 357 ribu kematian per tahun, atau sekitar 1 dari 5 kematian nasional disebabkan oleh stroke. Bahkan tingkat kematian stroke di Indonesia mencapai 178,3 per 100.000 penduduk, menempatkan Indonesia pada peringkat ke-11 tertinggi di dunia.

Fakta ini menegaskan bahwa beban penyakit stroke masih sangat berat dan sistem kesehatan nasional harus berhadapan dengan tantangan besar dalam mengendalikan kasus yang terus meningkat.

Di lapangan, banyak masyarakat masih menganggap gejala awal stroke sebagai kondisi sepele, mulai dari pusing mendadak, mulut mencong, hingga tangan tiba-tiba terasa lemas.

blank

Baca Juga: XL Home, Biznet hingga Indosat HiFi: Siapa Unggul dalam Broadband Indonesia 2025?

Padahal secara medis, setiap menit tanpa penanganan berarti jutaan sel otak mati secara permanen. Inilah mengapa golden period yang sangat singkat menjadi penentu hidup mati pasien.

“Setiap menit sangat berharga bagi pasien stroke. Golden period di bawah 4,5 jam sejak gejala pertama muncul adalah masa krusial yang menentukan keberhasilan pemulihan," jelas dr. Riski Amanda, Sp.N, FINA, Spesialis Neurologi Neurointervensi di Primaya Hospital PGI Cikini melalui keterangan resminya.

Jika pasien tiba dalam waktu emas tersebut, peluang pulih tanpa kecacatan meningkat signifikan karena dokter dapat memberikan obat trombolitik atau melakukan trombektomi mekanik untuk mengangkat sumbatan.

Faktor Risiko dan Gejala Stroke

Stroke dipicu oleh kombinasi faktor risiko yang meliputi faktor yang tidak bisa diubah dan faktor yang bisa dikendalikan. Risiko meningkat seiring bertambahnya usia, lebih tinggi pada pria meski perempuan biasanya mengalami stroke pada usia lebih tua dengan prognosis lebih buruk, serta meningkat jika ada riwayat keluarga.

Sementara itu, faktor yang dapat dikendalikan justru jauh lebih banyak: hipertensi, kolesterol tinggi, merokok, diabetes, penyakit jantung seperti fibrilasi atrium, obesitas, kurang aktivitas fisik, pola makan tak sehat, hingga penyalahgunaan alkohol. Dengan mengelola faktor-faktor inilah seseorang dapat menurunkan risiko secara signifikan.

Gejalanya juga tidak selalu muncul lengkap. Seseorang mungkin hanya mengalami pusing mendadak atau penglihatan buram, atau kelemahan ringan di satu sisi tubuh. Untuk mempermudah mengenali gejala, metode FAST harus menjadi pengetahuan dasar masyarakat.

Baca Juga: Lansia dan Smartphone: Tantangan hingga Peluang di Era Digital

FAST merupakan kepanjangan dari F (Face) apakah wajah terkulai, A (Arms) apakah satu lengan melemah, S (Speech) apakah bicara tidak jelas dan T (Time) yaitu segera mencari bantuan medis.

“Kunci utamanya adalah jangan menunggu gejala memburuk. Datanglah segera ke IGD rumah sakit dengan fasilitas stroke center,” tegas dr. Riski. Semakin cepat penanganan diberikan, semakin besar kemungkinan otak terselamatkan.

Laman: 1 2

5 thoughts on “Stroke Penyebab Kematian dan Kecacatan Tertinggi di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top