Kapsultekno.com- Calon pemimpin NASA yang diusulkan kembali oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Jared Isaacman menegaskan bahwa prioritas pemerintah Negeri Paman Sam itu ialah mendorong astronot Amerika menuju misi Bulan.
Misi bulan diharapkan lebih cepat ketimbang rival global utama, yaitu China. Dalam sidang konfirmasi Senat AS yang digelar Rabu (waktu AS), Isaacman mengulang visinya: “Amerika Serikat akan kembali ke Bulan sebelum rival kita, dan kemudian membangun kehadiran manusia yang berkelanjutan di sana", dikutip dari Bursa.ro.
Jared Isaacman Sosok yang Dekat dengan Elon Musk
Isaacman sebenarnya sempat dinominasikan pertama kali oleh Trump pada Desember 2024. Namun, nominasi itu ditarik pada April 2025 setelah ketegangan antara Trump dan Elon Musk, salah satu tokoh yang memiliki kedekatan kerja dengan Jared Isaacman.
Kedekatan yang dimaksud tersebut terkait hubungan bisnis dan program antariksa. Keduanya telah bekerja sama selama bertahun-tahun melalui berbagai misi SpaceX.
Penarikan nominasi Isaacman menyebabkan peralihan kepemimpinan sementara di NASA, dengan Sean Duffy, pejabat dari Departemen Transportasi AS mengambil posisi pelaksana tugas (acting administrator) sejak Juli 2025.

Baca Juga: Satelit Internet SATRIA-1 Pulihkan Komunikasi di Wilayah Bencana Sumatra
Akan tetapi, pada November 2025 Trump kembali mencalonkan Isaacman, menandakan perubahan arah politik dan dukungan terhadap visi ambisiusnya untuk eksplorasi ruang angkasa.
Jared Isaacman Dorong Misi Luar Angkasa NASA
Pada sidang konfirmasi, Isaacman secara tegas mengalihkan fokus prioritas NASA dari ambisi pengiriman manusia ke Mars yang sempat dipromosikan menjadi kembali ke misi Bulan terlebih dulu.
Ia berargumen bahwa misi ke Bulan lebih mendesak dan strategis, terutama dalam konteks persaingan global dengan China.
Menurut rencana, fokus akan diarahkan pada pengembalian manusia ke Bulan, lalu membangun kehadiran manusia yang berkelanjutan di sana sebelum melanjutkan ke eksplorasi lebih jauh seperti Mars.
Pencalonan Jared Isaacman Sempat Tuai Pro dan Kontra
Meski mendapat dukungan dari sektor industri antariksa dan pengusaha, pencalonan Isaacman menuai pro dan kontra. Kritikus mempertanyakan hubungannya dengan Musk dan perusahaan miliknya, apalagi kontrak besar NASA banyak yang melibatkan perusahaan milik Musk.
Ada kekhawatiran terkait apakah keputusan yang nantinya akan dibuat untuk kepentingan publik atau keberpihakan pada pihak swasta.

Baca Juga: AI Slop Menyasar Balita, Tren Baru YouTuber Cari Cuan Instan
Isaacman menanggapi skeptisisme tersebut, menyatakan bahwa jika dipercayakan memimpin NASA, ia akan menerapkan standar yang sama bagi semua kontraktor, termasuk perusahaan yang dekat dengannya.
Meski begitu, posisi Isaacman tetap sangat politis dan konfirmasinya bergantung pada keputusan Senat AS, yang direncanakan berlangsung awal 2026.
Jika memimpin NASA, Isaacman diyakini bisa membawa perubahan signifikan pada arah dan prioritas program eksplorasi luar angkasa Amerika. Fokusnya pada Bulan bisa mempercepat pelaksanaan misi seperti Artemis III, yang akan membawa manusia kembali ke permukaan Bulan setelah lebih dari setengah abad.
Namun keberhasilan rencana ini tergantung pada berbagai faktor seperti kesiapan teknis, dukungan anggaran, serta pengelolaan yang transparan.