Space Available (975x90)
Space Available (350x50)
Mengapa Laron Muncul Malam Hari dan Tertarik pada Cahaya Lampu?
Laron muncul malam hari karena faktor kelembaban dan reproduksi, serta tertarik cahaya putih akibat fototaksis dan gangguan navigasi alami.

Kapsultekno.com - Beberapa waktu belakangan ini sering muncul laron (alate), serangga bersayap yang terbang bergerombol ketika langit sudah gelap dan lampu-lampu rumah mulai dinyalakan.

Mengapa hewan yang satu ini senang muncul di malam hari dan biasanya mendekati cahaya lampu, terutama yang berwarna putih terang? Diambil dari berbagai sumber, munculnya laron atau kelompok rayap reproduktif ini bukan tanpa sebab, mereka keluar dari sarang untuk kawin dan membentuk koloni baru, di saat kondisi lingkungan sedang mendukung.

Laron biasanya terlihat usai hujan mereda. Pada masa-masa ini, kelembaban meningkat, tanah menjadi lembap, kondisi ideal bagi sayap mereka untuk tetap utuh selama terbang, dan memudahkan penetapan lokasi baru.

Baca Juga: Stroke Penyebab Kematian dan Kecacatan Tertinggi di Indonesia

Waktu malam dipilih karena suhu lebih sejuk, kelembaban pun cenderung lebih tinggi, hal ini juga membantu mereka menjaga tubuh agar tidak cepat kering.

Proses keluarnya laron ini disebut “swarming”, yaitu fase reproduksi di mana hewan ini terbang bebas mencari pasangan, lalu jika berhasil kawin, keduanya akan mencari lokasi baru untuk membuat sarang.

Hanya kelompok reproduktif yang terbang, sementara rayap pekerja atau prajurit tidak berubah menjadi laron.

Seringkali Terbang Mendekati Cahaya Lampu

Fenomena laron mengerubungi lampu di malam hari berkaitan dengan mekanisme fototaksis positif, yaitu kecenderungan serangga malam untuk bergerak mendekati sumber cahaya.

Dalam kondisi alami, serangga malam, termasuk laron, menggunakan cahaya alami seperti cahaya bulan atau langit malam sebagai panduan navigasi. Mereka memanfaatkan cahaya jauh itu sebagai acuan arah terbang.

blank
Foto: Bernard Dupont / Wikimedia Commons (CC BY-SA 2.0)

Baca Juga: Deretan Fenomena Langit Desember 2025: Supermoon hingga Hujan Meteor Ursid

Akan tetapi, kehadiran lampu buatan (dekat dan terang) mengacaukan sistem navigasi tersebut. Cahaya lampu membuat mereka terus “mengikuti” sumber cahaya buatan itu, sehingga mereka terperangkap mengitari lampu.

Sebagai hasilnya, laron sering tampak berkumpul di sekitar lampu teras rumah, jendela, atau lampu taman. Karena lampu menarik perhatian mereka akibat fototaksis, kerumunan pun terbentuk.

Waktu dan Kondisi Lingkungan Berperan Penting

Swarming laron tidak terjadi sembarangan, waktunya sangat tergantung pada kondisi lingkungan, terutama kelembaban dan cuaca. Setelah hujan, tanah lembap dan udara malam cenderung lebih lembab, kondisi seperti ini ideal untuk sayap mereka.

Kemunculan di malam hari juga mengurangi risiko serangan predator, misalnya burung atau predator aktif siang hari, sehingga peluang mereka untuk berhasil kawin dan membangun koloni baru meningkat.

Selain itu, penerangan manusia yang umum dipakai malam hari, lampu teras, lampu jalan, lampu rumah memberikan banyak “magnet” bagi laron akibat fototaksis. Itu sebabnya ketika lampu menyala, kerumunan laron sering terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top