Space Available (975x90)
Space Available (350x50)
Dari Uni Soviet ke Rusia, Kisah Sergei Krikalev “Terjebak” 311 Hari di Luar Angkasa
Sergei Krikalev menghabiskan 311 hari di stasiun Mir saat Uni Soviet runtuh, kembali ke Bumi sebagai warga Rusia baru.

Kapsultekno.com- Ada cerita unik tentang kosmonot (antariksawan asal Uni Soviet atau Rusia) bernama Sergei Konstantinovich Krikalev. Ia dijuluki sebagai "Warga Negara Terakhir Uni Soviet” karena sempat berada di luar angkasa selama 311 hari berturut-turut, di mana ia meninggalkan Bumi sebagai warga Soviet dan kembali sebagai warga negara Rusia yang baru berdiri.

Uniknya, misi 311 hari di luar angkasa yang dilakoninya lebih lama dari rencana semula karena ia tidak bisa kembali pulang ke Bumi di tengah masa krisis karena Uni Soviet runtuh pada 25 Desember 1991.

Masa Kecil, Pendidikan, dan Keluarga Sergei Krikalev

Sergei Konstantinovich Krikalev lahir pada 27 Agustus 1958 di Leningrad (sekarang St. Petersburg), sebuah kota besar di Uni Soviet. Ia tumbuh di tengah kehidupan keluarga yang sederhana. Ayahnya bernama Konstantin Sergeevich Krikalev dan ibunya Nadezhda Ivanovna Krikaleva yang tinggal di St. Petersburg, dikutip dari Wikipedia.

Krikalev menempuh pendidikan formal di kotanya dan menyelesaikan sekolah menengah pada 1975, kemudian melanjutkan ke Leningrad Mechanical Institute (sekarang St. Petersburg Technical University), tempat ia meraih gelar teknik mesin pada 1981.

Baca Juga: NASA Izinkan Astronaut Bawa Smartphone Terbaru untuk Misi Luar Angkasa

Setelah lulus, ia bekerja sebagai insinyur mekanikal di NPO Energia, organisasi industri terbesar Soviet di balik program luar angkasa berawak. Di sana Krikalev ikut menguji peralatan penerbangan luar angkasa, mengembangkan metode operasi ruang angkasa, serta berpartisipasi dalam operasi kontrol darat.

Dalam kehidupan pribadi, Krikalev menikah dengan Yelena Yuryevna Terekhina, dan bersama istrinya mereka dikaruniai seorang putri bernama Olga Sergeevna Krikaleva yang lahir pada 20 Februari 1990.

Awal Karier dan Misi Luar Angkasa

Krikalev dipilih menjadi kosmonot pada 1985 dan menyelesaikan pelatihan dasar setahun kemudian. Ia terlibat dalam program ruang angkasa Soviet, termasuk tugas yang mengharuskannya melakukan perbaikan dan pemeliharaan stasiun orbit Mir serta mempersiapkan spacewalk atau kegiatan di luar wahana ruang angkasa.

blank
Sergei Krikalev (Foto: NASA)

Pada 26 November 1988, ia menjalankan misi luar angkasa pertamanya sebagai flight engineer pada Soyuz TM-7/Mir EO-4, yang berlangsung selama lebih dari 151 hari di orbit tinggi.

Namun kisahnya yang paling terkenal terjadi pada 18 Mei 1991, ketika Krikalev kembali dikirim ke Stasiun Ruang Angkasa Mir sebagai bagian dari misi Mir EO-9 bersama dua awak lain kosmonot Soviet Anatoly Artsebarsky dan astronaut Inggris Helen Sharman.

Tidak Pulang Karena Uni Soviet Runtuh

Rencana awal Krikalev adalah berada di Mir selama sekitar 5 bulan saja. Namun ketika misi tengah berjalan, Uni Soviet runtuh pada 25 Desember 1991, menyisakan negara pengirimnya terbagi menjadi banyak republik baru.

Baca Juga: Setelah 50 Tahun, NASA Kembali Kirim Astronaut Mengitari Bulan Lewat Artemis II

Tanpa keberadaan pemerintah Soviet yang jelas dan dengan krisis ekonomi yang parah, dana dan sumber daya untuk membawa Krikalev pulang tidak tersedia. Bahkan pihak berwenang mengatakan bahwa keputusan itu sulit karena alasan ekonomi.

“Mereka bilang ini sulit bagi saya, tidak begitu baik untuk kesehatan saya. Tetapi sekarang negara sedang dalam kesulitan seperti ini, kesempatan untuk menghemat uang harus menjadi prioritas utama," ungkap Krikalev, dikutip dari Iflscience.

blank
Stasiun luar angkasa Mir (Foto: NASA)

Tanpa adanya jadwal penerbangan balik yang pasti, ia pun tetap berada di orbit selama 311 hari berturut-turut di luar angkasa, dua kali lebih lama dari yang direncanakan, sebuah rekor saat itu dan menjadikannya dikenal sebagai “warga negara terakhir Uni Soviet”.

Selama periode ini, Krikalev menjalankan pekerjaan harian di Mir, termasuk perawatan sistem stasiun, percobaan ilmiah, dan pengamatan Bumi, sambil menjalani tantangan fisik karena berbulan-bulan tanpa gravitasi, seperti atrofia otot dan perubahan sistem imun.

Kepulangan, Dampak Fisik, dan Kehidupan Setelahnya

Akhirnya, pada 25 Maret 1992, Krikalev dapat kembali ke Bumi setelah sekian bulan menunggu bersama dengan rekan kosmonot Alexander Volkov dan astronaut Jerman Klaus-Dietrich Flade setelah dana disediakan lewat kerjasama internasional.

Saat mendarat di Kazakhstan, kondisinya lemah dan pucat, dengan tubuh yang kesulitan menopang beratnya sendiri setelah sekian lama dalam gravitasi nol, sebuah pengalaman fisik berat yang menjadi bukti betapa ekstremnya tinggal di luar angkasa dalam waktu lama.

Namun pengalaman ini tidak menghentikan kariernya. Setelah kembali, Krikalev terus melanjutkan pelatihan dan terbang dalam beberapa misi penting lain, termasuk sebagai anggota kru pada Space Shuttle NASA dan International Space Station (ISS).

Sepanjang kariernya, ia mencatat lebih dari 803 hari di luar angkasa, menjadikannya salah satu kosmonot dengan waktu terlama di orbit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top