Kapsultekno.com- Pemerintah Amerika Serikat (AS) memutuskan membuka kembali akses ekspor chip AI unggulan H200 dari Nvidia ke pelanggan yang disetujui di Tiongkok. Keputusan tersebut merupakan perubahan kebijakan besar setelah pembatasan sebelumnya dan diperkirakan akan berdampak panjang pada peta persaingan chip AI global.
Pada 8–9 Desember 2025, Pemerintah AS, lewat pernyataan resmi, memberikan izin kepada Nvidia untuk mengekspor chip H200 ke Tiongkok. Namun, persyaratannya ketat, yakni hanya pelanggan yang disetujui dan penjualan dikenakan “potongan” 25 persen untuk pemerintah AS, dikutip dari Theregister.
Baca Juga: AI Slop Menyasar Balita, Tren Baru YouTuber Cari Cuan Instan
Meskipun H200 tergolong chip kelas atas atau lebih canggih dari versi khusus Tiongkok sebelumnya (H20), kebijakan ini mengecualikan generasi paling baru dari Nvidia seperti seri “Blackwell” dan “Rubin”.
Langkah tersebut dianggap sebagai kompromi antara membuka pasar dan menjaga aspek keamanan nasional, sesuai dengan narasi resmi dari Pemerintah AS.
Meski kebijakan AS mencabut larangan ekspor, langkah ini mungkin dianggap "terlalu terlambat" untuk menghambat perkembangan industri chip domestik di Tiongkok. Selama beberapa tahun terakhir, dibawah tekanan sanksi dan pembatasan, perusahaan Tiongkok dan pengembang lokal mempercepat inovasi.
Meskipun chip Nvidia H200 akan kembali tersedia, banyak perusahaan di Tiongkok telah mulai mengandalkan akselerator buatan lokal yang terus meningkat performanya agar kompetitif.
Oleh karena itu, meski pasar akan terbuka, persaingan di pasar AI dan pusat data diprediksi makin sengit. Keputusan ini bisa memicu pergeseran besar, dari dominasi asing ke percepatan adopsi teknologi domestik di Tiongkok.
Baca Juga: Mengapa Gangguan Cloudflare Bisa Hentikan Akses Website? Ini Faktanya
Keputusan ini tidak hanya relevan bagi Nvidia, tapi juga mencerminkan dinamika global dalam industri semikonduktor dan AI. Dengan H200 kembali tersedia untuk Tiongkok walau melalui kanal terbatas, permintaan untuk mendorong teknologi AI diprediksi tetap meningkat terutama untuk perusahaan cloud, penyedia layanan AI, dan startup.
Sekadar informasi, NVIDIA H200 adalah chip AI kelas data center yang dirancang untuk pelatihan (training) dan inferensi model AI generatif skala besar, termasuk Large Language Model (LLM) seperti GPT, Llama, dan Gemini. Chip ini merupakan penerus dari NVIDIA H100 dan berbasis arsitektur Hopper.
Menurut NVIDIA, keunggulan utama H200 adalah penggunaan memori HBM3e (High Bandwidth Memory generasi terbaru) dengan kapasitas 141 GB dan bandwidth mencapai 4,8 TB/detik. Kapasitas ini hampir dua kali lebih besar dibanding H100, sementara bandwidth memorinya sekitar 1,4 kali lebih tinggi.
Oleh karena pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat dengan jumlah GPU yang lebih sedikit, H200 menawarkan efisiensi energi yang lebih baik dan membantu menurunkan total biaya kepemilikan (TCO) pusat data.
