Space Available (975x90)
Space Available (350x50)
AI Slop Menyasar Balita, Tren Baru YouTuber Cari Cuan Instan
Banyak kreator YouTube memproduksi video AI untuk balita demi uang, meski berpotensi menyesatkan anak dan merusak perkembangannya.

Kapsultekno.com - Fenomena AI slop belakangan ini santer diberitakan karena dampaknya mulai dari menurunkan kualitas informasi di internet hingga berpotensi melahirkan misinformasi.

AI slop yang salah satunya ditandai dengan munculnya karakter anomali, objek tidak masuk akal atau aneh, kini disebut-sebut menjadi ladang penghasilan baru bagi YouTuber. Gizmodo melaporkan bahwa YouTuber membuat konten AI untuk balita demi meraup keuntungan.

Menurut laporan media, konten jenis ini mulai mendominasi umpan YouTube yang ditujukan untuk anak, terutama balita yang belum punya “frontal lobes” yang berkembang sempurna. Banyak pembuat (termasuk mereka dengan lebih dari satu juta pengikut) menyebarkan tutorial agar orang lain bisa ikut membuat video murahan tapi menguntungkan.

blank

Baca Juga: Seminar Etika AI di Politeknik Tempo Bahas Fenomena AI Slop

Bahkan, ada yang mengklaim bisa mendapat “ratusan dolar per hari” dari pembuatan konten semacam ini. Lazimnya, video untuk anak-anak diharapkan mendidik, menghibur dan aman. Namun, AI slop dengan animasi generik, narasi seadanya, dan konten yang sering kali diulang mengandalkan daya tarik anak terhadap warna-warna cerah, musik, atau karakter lucu tanpa memperhatikan kualitas atau relevansi edukatifnya.

Apa Risikonya Bagi Perkembangan Anak?

Target audiens dari AI slop umumnya balita, kelompok usia dengan perkembangan otak sangat cepat dan belum mampu memilah mana konten bermutu dan mana yang sekadar “sampah digital”.

Fakta bahwa banyak orangtua mengizinkan anak di bawah dua tahun mengonsumsi video di YouTube membuat risiko ini semakin besar. Menurut Pewresearch, sekitar 60% orangtua dengan anak di bawah dua tahun melaporkan anak mereka menonton YouTube dan sepertiga di antaranya mengatakan bahwa anak mereka menonton setiap hari.

Baca Juga: Bos Google: Jangan Percaya Begitu Saja pada Jawaban AI

Organisasi seperti American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan media untuk anak di bawah dua tahun sebaiknya dibatasi, memperingatkan bahwa paparan konten digital bisa menghambat perkembangan bahasa, kognisi, dan persepsi dunia yang sehat.

Selain itu, penggunaan anak-anak sebagai “target pasar” demi keuntungan tanpa mempertimbangkan nilai edukatif atau moral bisa dianggap tindakan yang kurang etis. AI slop bukan hanya soal video murahan, tapi soal bagaimana industri konten mengeksploitasi algoritma dan psikologi anak demi monetisasi instan.

Tanggapan Platform dan Tantangan Moderasi

Dalam menanggapi kritik, YouTube menyatakan bahwa konten berkualitas rendah dan diproduksi massal bukanlah strategi monetisasi yang viable (layak) dan mengklaim bahwa sistem serta kebijakan monetisasi mereka dirancang untuk menindak jenis spam seperti itu.

Namun, laporan menunjukkan bahwa meski ada peringatan dan regulasi, konten AI slop tetap menyusup, terutama ketika dipromosikan oleh kreator yang sengaja memanfaatkan algoritma agar video mudah viral.

blank

Baca Juga: Heboh AI Slop dan Urgensi Perpres Pemanfaatan Teknologi Kecerdasan Buatan

Pembatasan semata terkadang tak cukup, diperlukan sistem moderasi yang lebih ketat, serta kesadaran orangtua tentang pentingnya memilih konten yang berkualitas untuk anak.

Catatan untuk Orangtua & Penonton

Fenomena AI slop memberi gambaran betapa mudahnya produksi konten sekarang, hanya dengan AI, suara otomatis, dan animasi generik, video bisa “dipaketkan” sebagai konten anak-anak, lalu dimonetisasi.

Memproduksi konten ramah anak seharusnya diimbangi dengan kontrol kualitas, tanggung jawab edukatif dan kesadaran bahwa penonton (anak-anak) sangat rentan.

Bagi orangtua, penting untuk secara aktif memilih kanal yang sudah dipercaya, membatasi waktu layar anak, dan mendampingi mereka saat menonton. Sedangkan bagi platform seperti YouTube, mereka diharapkan tidak hanya mengandalkan kebijakan monetisasi, tetapi juga kurasi konten dan mekanisme pelabelan/penandaan agar anak tidak terpapar konten “murah” tanpa nilai positif.

4 thoughts on “AI Slop Menyasar Balita, Tren Baru YouTuber Cari Cuan Instan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top