Kapsultekno.com - Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, membagikan foto-foto terbaru dari misi Artemis II yang diambil menggunakan iPhone 17 Pro Max oleh para astronaut di dalam wahana Orion.
Gambar tersebut memperlihatkan momen kru melihat Bumi dari luar angkasa dalam perjalanan menuju Bulan. Foto-foto yang dirilis menunjukkan Komandan misi Reid Wiseman dan spesialis misi Christina Koch tengah memandang Bumi melalui jendela kabin Orion.
Berdasarkan data yang dibagikan, gambar tersebut diambil menggunakan kamera depan iPhone pada 2 April, atau hari kedua misi berlangsung, dikutip dari MacRumors.
Sebelumnya, NASA mengonfirmasi bahwa iPhone telah “sepenuhnya memenuhi syarat untuk penggunaan jangka panjang di orbit”, menandakan perangkat tersebut telah lolos uji untuk digunakan dalam kondisi luar angkasa.

Setiap dari empat awak Orion dilaporkan membawa iPhone 17 Pro Max untuk kebutuhan dokumentasi pribadi berupa foto dan video selama misi. iPhone 17 Pro Max diketahui merupakan smartphone flagship Apple yang diluncurkan September 2025.
Smartphone tersebut mengusung layar Super Retina XDR OLED 6,9 inci dengan refresh rate 120Hz dan Always-On Display, ditenagai chip A19 Pro dengan CPU dan GPU 6-core plus Neural Engine 16-core, RAM 12GB, serta pilihan penyimpanan dari 256GB hingga 2TB. Bodinya menggunakan rangka metal premium dengan Ceramic Shield 2 dan sertifikasi IP68 tahan air hingga 6 meter selama 30 menit.
Dari sisi hardware, iPhone 17 Pro Max mengusung sistem tiga kamera belakang beresolusi 48MP masing-masing, yaitu Fusion Main, Ultra Wide, dan Telefoto. Lensa telefoto menjadi salah satu lompatan terbesar generasi ini karena naik dari 12MP di generasi sebelumnya menjadi 48MP, dengan fitur zoom optik 4x setara 100mm.
Kombinasi Smartphone dan Kamera Profesional
Meski iPhone digunakan oleh astronaut, NASA tetap mengandalkan kamera profesional untuk dokumentasi utama. Beberapa perangkat yang digunakan antara lain Nikon D5, Nikon Z 9, serta GoPro HERO4 Black.
Misi Artemis II sendiri merupakan penerbangan berawak pertama NASA ke sekitar Bulan sejak 1972. Dalam perjalanan ini, kru dijadwalkan mencapai sisi jauh Bulan dan memecahkan rekor jarak terjauh yang pernah ditempuh manusia dari Bumi.
Namun, wahana Orion tidak dirancang untuk mendarat di Bulan. Misi ini hanya akan mengorbit sebelum kembali ke Bumi, dengan jadwal kepulangan pada 10 April.
Program NASA Artemis Dorong Manusia ke Bulan dan Mars
Sekadar informasi, program Artemis adalah inisiatif eksplorasi bulan NASA yang bertujuan mengembalikan manusia ke permukaan Bulan setelah lebih dari lima dekade absen sejak era Apollo, sekaligus membangun fondasi menuju misi berawak ke Mars di masa depan.

Berbeda dari Apollo yang sifatnya hanya kunjungan singkat, Artemis dirancang dengan filosofi untuk pergi ke Bulan dan "tinggal di sana", dengan target jangka pendek mengembalikan manusia ke permukaan Bulan sebelum akhirnya membangun kehadiran manusia yang lebih permanen di sana.
Program ini berjalan bertahap, Artemis I pada 2022 menjadi uji terbang tanpa awak yang mengirim wahana Orion ke orbit Bulan, lalu Artemis II berhasil membawa empat astronot mengelilingi Bulan pada April 2026 sebagai penerbangan berawak pertama yang melewati orbit rendah Bumi sejak program Apollo.
Misi Artemis II bertujuan menguji sistem-sistem penting yang dibutuhkan untuk mendukung astronot dalam eksplorasi luar angkasa dalam serta mempersiapkan kehadiran manusia yang berkelanjutan di Bulan. Selanjutnya, Artemis III yang dijadwalkan akhir 2027 akan menguji wahana pendarat Human Landing System (HLS) di orbit Bumi, sementara Artemis IV yang ditargetkan 2028 direncanakan menjadi misi pendaratan berawak pertama di Bulan.
Mulai Artemis V, NASA berencana melakukan pendaratan tahunan untuk mengembangkan pangkalan Bulan permanen sebagai batu loncatan menuju misi luar angkasa yang lebih jauh. Untuk mewujudkan ini, NASA mengandalkan roket super berat Space Launch System (SLS) dan kapsul awak Orion sebagai tulang punggung eksplorasi, dengan menjalin kemitraan besar bersama perusahaan swasta seperti SpaceX dan Blue Origin.