Kapsultekno.com- Kejadian aneh terjadi pada program penjelajahan antariksa NASA baru-baru ini. Salah satu pesawat ruang angkasa agensi tersebut tiba-tiba berhenti mengirimkan data dan sinyal komunikasi.
Insiden ini muncul setelah pesawat itu dilaporkan melakukan manuver mendekati objek antarbintang 3I/ATLAS, yang kini tengah menjadi fokus pengamatan ilmuwan di seluruh dunia.
Laporan awal dari akun media sosial Daily Mail menunjukkan bahwa NASA probe “goes dark” setelah peristiwa dekat dengan 3I/ATLAS, meskipun keterangan resmi masih sangat terbatas dan penyebabnya belum dipastikan.
Para insinyur dan ilmuwan NASA segera melakukan upaya pemulihan sinyal, memeriksa ulang jalur komunikasi, dan menelusuri telemetri terakhir yang diterima dari pesawat tersebut.
Baca Juga: Megaquake Jepang, Ini Penjelasan Sains soal Pemicu Gempa Bumi dan Tsunami
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi yang menjelaskan alasan hilangnya sinyal, apakah disebabkan oleh kegagalan teknis, gangguan ruang angkasa, atau faktor lain yang belum dipahami.
NASA cenderung berhati-hati dalam memberikan penilaian sebelum data lebih lengkap diterima. Situasi ini memicu spekulasi dan diskusi intens di kalangan astronom dan pengamat luar angkasa.
Objek Antarbintang 3I/ATLAS Jadi Sorotan Global
Objek antarbintang 3I/ATLAS adalah komet yang memasuki tata surya kita dari luar sistem bintang dan menjadi objek antarbintang ketiga yang pernah terdeteksi setelah 1I/ʻOumuamua dan 2I/Borisov.
Objek 3I/ATLAS ditemukan pada 1 Juli 2025 oleh teleskop survei ATLAS di Chile, bergerak pada lintasan hiperbolik yang menunjukkan asalnya dari ruang antar-bintang. Selama beberapa bulan belakangan, objek ini telah diamati oleh banyak instrumen, termasuk Hubble Space Telescope dan alat pengamat dari NASA serta ESA.

Dalam pengamatan terbaru, 3I/ATLAS menunjukkan aktivitas komet yang khas. Ia memancarkan awan gas dan debu yang membentuk coma sekaligus ekor yang memanjang, serta tampak semakin cerah dan bahkan memunculkan rona hijau akibat pelepasan diatomic carbon saat mendekati Matahari dan kini mendekati jarak terdekat dengan Bumi.
Reaksi Ilmuwan dan Dampak pada Misi NASA
Para ilmuwan menekankan bahwa 3I/ATLAS tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi, karena objek tersebut diperkirakan akan melewati titik terdekatnya sekitar 170 juta mil (1,8 AU) dari Bumi pada pertengahan Desember 2025.
Namun, fenomena hilangnya sinyal dari pesawat ruang angkasa NASA setelah encounter dengan objek ini tetap menjadi hal luar biasa yang menarik perhatian komunitas ilmiah.
Beberapa ahli astronomi mencatat bahwa fenomena teknis di luar angkasa, termasuk gangguan radiasi, debu komet yang mengganggu antena, atau bahkan perubahan kecil dalam orientasi pesawat bisa menyebabkan hilangnya komunikasi sementara.
Baca Juga: NASA Hilang Kontak dengan Wahana MAVEN yang Mengorbit Mars
NASA sendiri telah berpengalaman menghadapi tantangan ini dalam berbagai misi. Badan antariksa Amerika Serikat itu kini melibatkan upaya pemantauan ulang dan rekonstruksi jalur komunikasi untuk memahami apa yang menyebabkan sinyal tiba-tiba hilang.
Sementara itu, komunitas ilmiah global terus mengamati 3I/ATLAS dengan jaringan teleskop di Bumi dan luar angkasa, mencoba memaksimalkan data yang bisa diperoleh sebelum komet itu meninggalkan tata surya kita untuk selamanya.
4 thoughts on “Misteri Antariksa, Pesawat Luar Angkasa NASA Hilang Kontak Usai Dekati Komet 3I/ATLAS”