Kapsultekno.com- Misi Artemis II milik badan antariksa Amerika Serikat (AS) NASA menjadi tonggak penting eksplorasi luar angkasa modern. Wahana ini membawa empat astronaut dalam perjalanan sekitar 10 hari mengelilingi Bulan tanpa pendaratan, sebagai bagian dari persiapan misi pendaratan manusia di masa depan.
Setelah diluncurkan menggunakan roket Space Launch System (SLS) dari Florida pada 1 April 2026, kapsul Orion tidak langsung menuju Bulan. Awak misi terlebih dahulu menghabiskan satu hingga dua hari di orbit Bumi untuk melakukan pengecekan sistem penting, termasuk navigasi, komunikasi, dan pendukung kehidupan, dikutip dari Al Jazeera.
Setelah semua sistem dipastikan siap, wahana melakukan manuver penting yang disebut translunar injection untuk keluar dari orbit Bumi menuju Bulan. Jika berjalan sesuai rencana, kapsul akan mencapai Bulan pada hari keenam perjalanan atau sekitar 6 April 2026.

Baca Juga: NASA Bakal Luncurkan Misi Astronaut ke Bulan “Artemis II” pada April 2026
Sesampainya di dekat Bulan, kapsul Orion tidak mendarat, melainkan hanya melakukan flyby atau melintas sambil mengitari satelit alami Bumi tersebut. Pada fase ini, pesawat akan mencapai titik terdekat sebelum memanfaatkan gravitasi Bulan untuk kembali ke Bumi.
Setelah menyelesaikan lintasan tersebut, awak akan memulai perjalanan pulang dan dijadwalkan mendarat kembali (splashdown) di Bumi pada 10 April 2026. Sepanjang perjalanan, misi ini juga digunakan untuk menguji berbagai sistem penting yang akan mendukung misi pendaratan manusia di Bulan pada program Artemis berikutnya.
Baca Juga: Setelah 50 Tahun, NASA Kembali Kirim Astronaut Mengitari Bulan Lewat Artemis II
Artemis II adalah misi terbang lintas Bulan berawak yang berlangsung pada 1–11 April 2026. Ini merupakan penerbangan berawak pertama melampaui orbit rendah Bumi sejak misi Apollo 17 pada 1972, sekaligus penerbangan berawak perdana dari program Artemis yang dipimpin NASA, penerbangan berawak pertama roket Space Launch System (SLS), dan penerbangan berawak pertama wahana antariksa Orion yang diberi nama Integrity oleh para kru yang berjumlah empat orang.
Tujuan utama misi ini adalah memvalidasi sistem-sistem wahana antariksa Orion, operasi kru, dan prosedur misi sebagai persiapan menuju eksplorasi lunar berkelanjutan pada misi-misi Artemis berikutnya.
Empat astronaut yang menjalankan misi ini adalah astronaut NASA Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch, serta astronaut Canadian Space Agency (CSA) Jeremy Hansen. (NASA) Mereka mengorbit Bulan dalam perjalanan sejauh ratusan ribu mil sebelum akhirnya kembali ke Bumi.
Berbeda dengan ekspektasi awal publik yang mengira Artemis III akan menjadi misi pendaratan di Bulan, rencananya telah berubah secara signifikan. Pada 27 Februari 2026, NASA mengumumkan urutan penerbangan Artemis yang direvisi, dengan Artemis III yang didesain ulang menjadi misi demonstrasi berawak di orbit rendah Bumi.
Di bawah rencana yang direvisi ini, misi akan mengevaluasi sistem Orion dan melaksanakan operasi terpadu dengan penyedia pendaratan lunar komersial sebagai persiapan untuk misi lunar selanjutnya.
NASA menyatakan bahwa Artemis IV, yang direncanakan pada awal 2028, diharapkan menjadi misi pendaratan lunar berawak pertama dalam program ini.