TERBARU
Memuat berita terbaru...
SpaceX Berhasil Luncurkan Starship V3 Berujung Ledakan Dahsyat di Samudra Hindia
SpaceX sukses menguji Starship V3 sebelum wahana berakhir dramatis dengan ledakan bola api di Samudra Hindia.

Kapsultekno.com - SpaceX kembali mencatat kemajuan penting dalam pengembangan roket Starship setelah penerbangan uji Starship Flight 12 berhasil menyelesaikan sebagian besar misinya sebelum berakhir dengan ledakan bola api spektakuler saat mendarat di Samudra Hindia, Jumat (22/5) waktu setempat.

Uji coba ini menjadi debut bagi Starship V3, generasi terbaru roket terbesar dan terkuat yang pernah dikembangkan perusahaan milik Elon Musk tersebut. Peluncuran dilakukan dari fasilitas Starbase di Texas sekitar pukul 18.30 EST setelah sehari sebelumnya sempat ditunda akibat masalah temperatur propelan di dalam tangki bahan bakar.

Misi berdurasi sekitar 66 menit itu dinilai sukses oleh SpaceX karena mampu menyelesaikan sejumlah pengujian penting, termasuk pelepasan satelit simulasi Starlink dan pengujian sistem re-entry terbaru.

Starship V3 membawa dua komponen utama, yakni booster “Super Heavy” dengan 33 mesin Raptor dan wahana Starship di bagian atas yang memiliki enam mesin Raptor generasi baru. Beberapa menit setelah lepas landas, booster berhasil memisahkan diri dan melakukan manuver boostback sebelum akhirnya jatuh terkendali di wilayah Teluk Meksiko.

Baca Juga: Gangguan Teknis, Satelit Starlink Milik SpaceX Bakal Jatuh ke Bumi

Sementara itu, wahana utama melanjutkan perjalanan ke luar angkasa dan melepaskan 22 satelit dummy Starlink sekitar 20 menit setelah peluncuran.

Dalam penerbangan tersebut, salah satu mesin Raptor mengalami kegagalan sehingga lima mesin lainnya harus bekerja lebih lama untuk mengompensasi tenaga dorong yang hilang. SpaceX juga sengaja melepas salah satu panel pelindung panas atau heat shield guna menguji ketahanan struktur saat memasuki atmosfer Bumi dengan suhu ekstrem.

Meski mengalami sejumlah tantangan teknis, Starship tetap mampu bertahan selama fase re-entry sebelum akhirnya jatuh di Samudra Hindia dan memicu bola api besar yang memang telah direncanakan sebagai bagian akhir misi.

Baca Juga: SpaceX Akuisisi xAI, Elon Musk Ingin Bangun Data Center di Luar Angkasa

Menurut laporan Reuters, keberhasilan sebagian besar target misi ini menjadi langkah penting bagi SpaceX menjelang rencana penawaran saham perdana atau IPO perusahaan yang disebut-sebut berpotensi menjadi salah satu IPO terbesar dalam sejarah industri teknologi dan antariksa.

SpaceX sendiri telah menginvestasikan lebih dari USD15 miliar untuk pengembangan Starship sebagai kendaraan peluncur generasi berikutnya yang sepenuhnya dapat digunakan ulang.

Starship menjadi proyek krusial untuk mendukung misi program Artemis milik NASA, termasuk rencana pendaratan astronot di Bulan melalui misi Artemis IV yang dijadwalkan berlangsung pada 2028. Selain itu, SpaceX juga menargetkan penggunaan Starship untuk pengiriman kargo, peluncuran satelit Starlink generasi baru, hingga misi ambisius membawa manusia ke Mars guna membangun kota mandiri di planet merah tersebut.

Baca Juga: Elon Musk Ungkap Rencana Produksi Chip untuk Tesla dan SpaceX

Bagikan artikel ini:
Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, dukung Kapsul Tekno agar kami dapat terus menghadirkan informasi teknologi yang relevan dan bermanfaat untuk pembaca. Klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *