Kapsultekno.com - Misi Artemis II milik NASA resmi berakhir setelah kapsul Orion berhasil mendarat di Samudra Pasifik, lepas pantai San Diego, California pada Jumat, 10 April pukul 8:07 pm EDT atau pukul 07:07 WIB (11 April 2026).
Saat kapsul Orion turun di bawah 17.000 mil dari permukaan planet Bumi, komandan misi Reid Wiseman memberikan deskripsi tentang Bumi saat ia muncul. "Ada nuansa biru yang luar biasa di dalamnya. Ini indah," katanya, dikutip dari Theguardian.
Penerbangan ini menandai kembalinya manusia ke orbit Bulan untuk pertama kalinya sejak 1972. Empat astronaut yang terlibat yakni Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen menjalani perjalanan sekitar 10 hari mengelilingi Bulan sebelum kembali ke Bumi.

Misi ini mencatat jarak tempuh hampir 695.000 mil dan menjadi tonggak penting dalam program eksplorasi luar angkasa modern.
"Saya hanya merasa terharu saat melihat bulan," kata astronot NASA Christina Koch tentang kesan pertamanya tentang pendekatan terdekat Orion pada hari Senin, 4.067 mil (6.545 km) di atas permukaan bulan.
"Itu hanya berlangsung satu atau dua detik dan saya sebenarnya bahkan tidak bisa mewujudkannya lagi, tetapi sesuatu tiba-tiba membuat saya masuk ke lanskap bulan dan itu menjadi nyata," jelasnya.
"Bulan benar-benar merupakan tubuhnya sendiri yang unik di alam semesta. Ketika kita memiliki perspektif itu dan kita membandingkannya dengan rumah kita di Bumi, itu hanya mengingatkan kita betapa banyak kesamaan yang kita miliki. Semua yang kita butuhkan, yang disediakan Bumi, dan itu, dalam dan dari dirinya sendiri, agak merupakan keajaiban," terangnya.

Tonggak Baru Eksplorasi Luar Angkasa
Misi ini mencetak sejumlah sejarah penting, termasuk Christina Koch sebagai perempuan pertama yang melakukan perjalanan ke Bulan, Victor Glover sebagai orang kulit hitam pertama, serta Jeremy Hansen sebagai astronaut non-Amerika pertama dalam misi lunar.
Baca Juga: Viral, NASA Rilis Foto Bumi “Mengintip” di Balik Permukaan Bulan
Selain itu, kru juga mencetak rekor sebagai manusia yang melakukan perjalanan terjauh dari Bumi, mencapai sekitar 252.756 mil. Pencapaian ini melampaui rekor sebelumnya yang dipegang misi Apollo 13.
Uji Teknologi untuk Misi Masa Depan
Selama perjalanan, astronaut menguji berbagai sistem penting seperti dukungan kehidupan, perlindungan radiasi, serta perlengkapan luar angkasa generasi terbaru. Data yang dikumpulkan akan digunakan untuk mendukung misi lanjutan, termasuk rencana pendaratan manusia di Bulan pada akhir dekade ini.

Meski sempat mengalami kendala kecil seperti masalah teknis pada fasilitas toilet, misi secara keseluruhan berjalan lancar. Keberhasilan ini dinilai menjadi langkah krusial untuk membangun kehadiran manusia jangka panjang di Bulan dan membuka jalan menuju eksplorasi Mars.
Baca Juga: Astronaut Misi Artemis II Abadikan Planet Bumi dengan Kamera iPhone 17 Pro Max