TERBARU
Memuat berita terbaru...
Miliarder Jared Isaacman Resmi Menjabat Kepala NASA, Dorong Ambisi AS Kuasai Bulan
Jared Isaacman resmi memimpin NASA dengan misi ambisius kembali ke Bulan dan mempercepat persaingan antariksa global.

Kapsultekno.com -Senat Amerika Serikat (AS) resmi mengesahkan pengangkatan miliarder investor Jared Isaacman sebagai administrator NASA. Isaacman, berusia 42 tahun, dikenal sebagai pilot jet amatir dan menjadi astronaut non-profesional pertama yang melakukan spacewalk.

Sebelumnya, posisi Isaacman sebagai kandidat pemimpin NASA sempat diwarnai "tarik ulur". Presiden AS Donald Trump pertama kali mengumumkan niatnya untuk mencalonkan Isaacman pada Desember 2024, tetapi ia menarik pencalonan tersebut pada bulan Mei di tengah perseteruan publik dengan Elon Musk, sekutu Isaacman.

Pada Rabu, para senator memberikan suara dengan selisih besar, 67-30, untuk mengkonfirmasi pengangkatan Isaacman, dikutip dari BBC.

Baca Juga: Calon Kepala NASA Jared Isaacman Fokus Misi Astronot Mendarat di Bulan

Banyak pihak menilai masa kepemimpinannya akan diukur dari satu tantangan besar, yakni kemampuan NASA mengembalikan manusia ke Bulan lebih cepat dibanding China.

Jared Isaacman Dorong Misi Antariksa ke Bulan dan Mars

Presiden Trump secara terbuka menargetkan pendirian pangkalan permanen di Bulan untuk eksploitasi sumber daya dan sebagai batu loncatan menuju Mars. Isaacman menyatakan dukungannya terhadap misi tersebut dan menegaskan bahwa perlombaan antariksa saat ini menuntut langkah cepat serta keputusan berani.

Dalam sidang konfirmasi, Isaacman menekankan pentingnya tindakan segera agar Amerika Serikat tidak tertinggal. Ia juga mendorong keterlibatan sektor swasta yang lebih luas sebagai kunci memenangkan persaingan antariksa global.

Hakim Distrik AS Timothy Kelly, kiri, melantik Jared Isaacman, kanan, sebagai administrator NASA ke-15, sementara orang tua Isaacman, Donald dan Sandra Marie, turut hadir pada 18 Desember 2025, di Gedung Kantor Eksekutif Eisenhower di Washington. (Foto: NASA/Bill Ingalls)

Baca Juga: Misteri Antariksa, Pesawat Luar Angkasa NASA Hilang Kontak Usai Dekati Komet 3I/ATLAS

Pendekatannya yang mendorong keterlibatan sektor swasta tampaknya berpotensi memunculkan dinamika baru, mengingat kedekatannya dengan Elon Musk sekaligus keterbukaannya mendukung kontrak besar untuk Blue Origin, pesaing SpaceX.

Selain itu, Isaacman ingin memperkuat kolaborasi dengan universitas dan lembaga akademik agar NASA berfungsi sebagai “pengganda kekuatan” bagi riset ilmiah. Ia bahkan menyatakan siap menjajaki berbagai opsi pendanaan, termasuk menggunakan dana pribadi, demi mendorong inovasi luar angkasa.

Menurut Forbes, kekayaan bersih Isaacman diperkirakan mencapai 1,2 miliar dolar AS, sebagian besar berasal dari bisnis pemrosesan pembayaran dan penjualan perusahaan pelatihan pilot.

Jabatan ini menjadi pengalaman pertamanya di dunia politik, menggantikan Sean Duffy yang sebelumnya menjabat kepala sementara NASA sejak Juli.

Update: Jared Isaacman baru-baru ini mengumumkan restrukturisasi besar di NASA yang bertujuan memangkas birokrasi dan mempercepat pengambilan keputusan. Dalam pesan kepada seluruh pegawai pada Mei 2026, ia menggabungkan beberapa direktorat utama ke dalam struktur baru yang lebih berfokus pada misi, sekaligus menegaskan bahwa NASA harus kembali memiliki budaya kerja yang “mission-first” untuk menghadapi tantangan eksplorasi antariksa di masa depan.

Isaacman juga menegaskan prioritas NASA untuk mengembalikan astronaut ke Bulan melalui program Artemis, membangun kehadiran manusia jangka panjang di Bulan, mempercepat pengembangan ekonomi orbit melalui stasiun luar angkasa komersial, serta mempersiapkan misi berawak ke Mars. Menurutnya, eksplorasi manusia, inovasi teknologi, dan penemuan ilmiah harus berjalan beriringan demi menjaga kepemimpinan Amerika Serikat di bidang antariksa.

Selain itu, salah satu kebijakan paling ambisius yang diumumkannya adalah pembentukan kantor khusus pengembangan reaktor nuklir luar angkasa. Teknologi ini dipandang penting untuk mendukung pangkalan permanen di Bulan dan misi jarak jauh ke Mars karena mampu menyediakan sumber energi yang lebih andal dibandingkan sistem tenaga konvensional.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa di bawah kepemimpinan Isaacman, NASA tidak hanya berfokus pada misi jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi teknologi untuk eksplorasi antariksa dekade berikutnya.

Bagikan artikel ini:
Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, dukung Kapsul Tekno agar kami dapat terus menghadirkan informasi teknologi yang relevan dan bermanfaat untuk pembaca. Klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *