Space Available (975x90)
Space Available (350x50)
Ubisoft Gunakan Teknologi AI Generatif untuk Pengembangan Game Far Cry 7
Ubisoft menguji AI generatif di Far Cry 7 untuk eksperimen pengembangan game masa depan yang inovatif.

Kapsultekno.com - Ubisoft dikabarkan tengah bereksperimen dengan teknologi artificial intelligence (AI) generatif dalam proses pengembangan game terbaru seri Far Cry 7. Informasi ini pertama kali mencuat melalui laporan insider industri game Tom Henderson.

Tom menyebut build awal Far Cry 7 digunakan sebagai “tempat uji coba” teknologi AI internal Ubisoft. Menurut laporan tersebut, Ubisoft menguji kemampuan AI generatif untuk menghasilkan berbagai elemen dalam lingkungan game menggunakan prompt teks.

Namun, hasil awal eksperimen disebut masih jauh dari memuaskan. Henderson bahkan mengungkap hasil pengujian AI tersebut tampak sebagai sesuatu yang tidak layak, dalam unggahan yang kemudian dihapus.

blank

Baca Juga: Microsoft Catat Penurunan Penjualan Konsol Game Xbox, Pendapatan Anjlok 33%

Ia juga menegaskan bahwa teknologi tersebut saat ini hanya dipakai untuk kebutuhan riset dan pengembangan (R&D), bukan fitur final yang akan hadir di Far Cry 7 saat dirilis nanti.

Laporan Guru3D menyebut Ubisoft sedang berupaya mengevaluasi bagaimana AI generatif dapat membantu proses pengembangan game AAA di masa depan, termasuk efisiensi produksi dunia game, NPC, hingga interaksi dinamis dalam gameplay.

Eksperimen ini disebut menjadi bagian dari investasi Ubisoft terhadap “playable generative AI experiences” yang mulai disinggung perusahaan dalam laporan keuangan terbarunya.

Baca Juga: GTA 6 Bakal Meluncur Tanpa Brand di Dunia Nyata, Ini Alasan Developer

Ubisoft sendiri sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa mereka tengah menyiapkan pipeline besar untuk franchise utama seperti Assassin's Creed Shadows, Far Cry, dan Tom Clancy's Ghost Recon Breakpoint hingga tahun fiskal 2029. Perusahaan juga mengungkap rencana menghadirkan pengalaman game berbasis AI generatif pertama mereka dalam beberapa tahun mendatang.

Meski begitu, penggunaan AI generatif di industri game masih menuai kontroversi. Banyak pengembang dan gamer khawatir teknologi tersebut dapat menurunkan kualitas artistik game sekaligus mengancam pekerjaan kreator manusia.

Mantan creative director Assassin’s Creed Hexe, Clint Hocking, sebelumnya sempat membantah bahwa Ubisoft menggantikan pegawai dengan AI selama dirinya bekerja di perusahaan tersebut. Ia menyebut klaim tersebut sebagai sesuatu yang tidak benar.

Sebagai informasi, seri Far Cry merupakan salah satu franchise FPS open-world terbesar milik Ubisoft dengan penjualan puluhan juta kopi secara global. Seri terakhirnya, Far Cry 6, dirilis pada 2021 dan dikembangkan oleh Ubisoft Toronto bersama sejumlah studio Ubisoft lainnya menggunakan mesin grafis Dunia Engine.

Baca Juga: Ragnarok Zero: Global Bawa Nostalgia Era 2000-an dengan Fitur Baru

Di sisi lain, perkembangan AI generatif untuk pembuatan aset 3D dan dunia virtual memang semakin pesat dalam industri game modern. Berbagai riset terbaru menunjukkan teknologi tersebut mulai diarahkan untuk membantu pembuatan karakter, lingkungan interaktif, hingga simulasi dunia virtual secara otomatis.

Akan tetapi, banyak peneliti menilai kualitas hasil AI saat ini masih belum sepenuhnya memenuhi standar produksi game AAA modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top