Space Available (975x90)
Space Available (350x50)
Ilmuwan Temukan Komet 3I/ATLAS Pancarkan Sinyal Radio, Benarkah Alien?
Teleskop radio MeerKAT mendeteksi sinyal radio dari 3I/ATLAS, komet yang berasal dari luar sistem tata surya kita.

Kapsultekno.com - Para astronom baru-baru ini dibuat heboh setelah teleskop radio MeerKAT di Afrika Selatan menangkap sinyal yang tampak berasal dari komet antarbintang 3I/ATLAS. Diketahui objek ini berada pada posisi terdekatnya dengan Matahari pada akhir Oktober 2025.

Temuan ini sempat memicu spekulasi luas di media dan dunia maya tentang kemungkinan keberadaan teknologi asing atau pesan dari makhluk luar angkasa. Namun, analisis awal menunjukkan bahwa sinyal yang diterima bukanlah transmisi seperti komunikasi radio, melainkan jejak alami dalam spektrum radio yang umum terlihat pada komet yang aktif, dikutip dari BGR.

blank
(Foto: NASA/JPL-Caltech/University of Arizona)

Teleskop MeerKAT mencatat adanya celah atau notch dalam spektrum radio, bukan suara atau pesan tersandi, yang disebabkan oleh absorbsi gelombang radio oleh molekul hidroksil (OH).

Baca Juga: Misteri Antariksa, Pesawat Luar Angkasa NASA Hilang Kontak Usai Dekati Komet 3I/ATLAS

Molekul-molekul ini terbentuk ketika sinar Matahari memecah molekul air yang keluar dari inti komet, sebuah proses yang dikenal sebagai outgassing yang lazim pada komet yang mendekati bintang mereka. Seluruh pola sinyal itu sesuai dengan karakter aktivitas komet, bukan bukti teknologi antarbintang.

Asal-usul dan Kontroversi Teoretis

Komet 3I/ATLAS pertama kali diamati oleh sistem deteksi Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System (ATLAS) pada 1 Juli 2025, dan dengan cepat diidentifikasi sebagai objek antarbintang. Ini berarti komet tersebut datang dari luar tata surya kita.

Baca Juga: NASA Hilang Kontak dengan Wahana MAVEN yang Mengorbit Mars

Objek luar angkasa tersebut merupakan salah satu dari tiga objek antarbintang yang pernah tercatat melewati tata surya. Meskipun sinyal radio yang terdeteksi telah dijelaskan secara ilmiah sebagai fenomena alami, beberapa ilmuwan dan penggemar teori luar angkasa tetap mempertanyakan sifat lengkap dari objek ini.

Kendati demikian, konsensus utama di komunitas astronom adalah bahwa sinyal tersebut tidak memberikan bukti adanya kehidupan atau teknologi dari luar angkasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top