Kapsultekno.com - Meta bersama sejumlah perusahaan teknologi global dan aparat penegak hukum internasional berhasil membongkar jaringan online scam besar yang beroperasi di Asia Tenggara.
Tidak hanya Meta, operasi lintas sektor ini melibatkan perusahaan seperti Microsoft, Coinbase hingga Starlink bersama U.S. Department of Justice, FBI, dan Royal Thai Police.
Dalam operasi gabungan tersebut, lebih dari satu juta aset digital berhasil disita, termasuk 1,4 juta akun, laman, dan grup di Facebook serta Instagram. Selain itu, sekitar 20.000 akun Microsoft yang terkait jaringan scam turut ditangguhkan, sementara ribuan perangkat Starlink yang digunakan secara ilegal juga telah diputus konektivitasnya.

Aparat Thailand juga menangkap 63 tersangka yang diduga terlibat dalam sindikat penipuan online lintas negara.
Operasi ini menjadi salah satu langkah terbesar industri teknologi dalam memerangi online scam yang selama ini memanfaatkan berbagai platform digital untuk menjalankan aksi penipuan seperti romance scam, investasi palsu, hingga eksploitasi kerja paksa di pusat operasi scam Asia Tenggara.
“Melindungi orang-orang di seluruh dunia dari online scams merupakan salah satu prioritas utama kami. Operasi gabungan yang diumumkan hari ini, yang mencakup penutupan lebih dari satu juta akun, pembekuan aset, dan lebih dari 60 penangkapan tersangka, menunjukkan betapa kuatnya kerja sama dalam memerangi para scammer,” ujar Chris Sonderby, VP and Deputy General Counsel, Meta melalui keterangan resminya.
Selain operasi penindakan, Meta juga mengumumkan berbagai fitur baru untuk membantu pengguna Facebook, Instagram, dan Threads melawan penipuan online.
Meta menyebut sejak Januari hingga pertengahan Mei 2026 telah menghapus lebih dari 120 juta akun, laman, dan grup palsu di Facebook dan Instagram. Meta juga memblokir 26,7 juta iklan scam sebelum sempat tayang di platform mereka.
Meta mengatakan para pelaku scam kini semakin canggih dengan memanfaatkan identitas palsu, menyamar sebagai bisnis maupun tokoh publik untuk menipu korban. Karena itu, perusahaan mulai memperluas perlindungan terhadap akun palsu yang mengatasnamakan selebritas, kreator, penasihat keuangan, hingga figur publik lainnya, bahkan jika mereka tidak memiliki akun resmi di platform Meta.
Salah satu fitur baru yang diperkenalkan adalah verifikasi lokasi bagi pembeli baru di Facebook Marketplace di Amerika Serikat dan Kanada. Fitur ini dirancang untuk memastikan pembeli benar-benar berada di lokasi yang mereka klaim saat melakukan transaksi online.

Meta juga berencana memperluas fitur tersebut ke lebih banyak negara dalam beberapa bulan mendatang. Selain itu, Meta memperkenalkan Scam Protection Center yang didukung Meta AI.
Fitur tersebut memungkinkan pengguna mendapatkan bantuan untuk menemukan dan melaporkan konten scam yang sebelumnya sulit dilacak. Pengguna juga bisa memperoleh panduan mengenali berbagai modus penipuan serta informasi layanan bantuan yang tersedia di wilayah mereka.
Dalam operasi penindakan terbaru tersebut, Meta juga bekerja sama dengan pemerintah Singapura melalui Global Signal Exchange (GSE). Dari Oktober 2025 hingga Februari 2026, Meta menghapus lebih dari 30.800 entitas dan laman yang terlibat dalam investasi palsu, phishing, dan penipuan e-commerce berdasarkan informasi yang dibagikan GovTech Singapura.
“Ini menandai operasi gabungan ketiga kami bersama Meta dan mitra penegak hukum lintas sektor. Hasil yang dicapai menunjukkan kemajuan nyata dalam mengungkap dan menghentikan aktivitas sindikat penipuan online lintas negara,” kata Police Lieutenant General Jirabhop Bhuridej.
Sementara itu, Steven Masada, Global Head of Microsoft's Digital Crimes Unit menegaskan bahwa kejahatan penipuan online transnasional tidak bisa ditangani oleh satu lembaga atau satu negara saja. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor dan pertukaran informasi menjadi kunci untuk membongkar jaringan scam global.
Meta menegaskan akan terus berinvestasi dalam teknologi AI dan memperkuat kolaborasi global untuk melindungi pengguna internet dari berbagai modus penipuan digital yang terus berkembang.