Space Available (975x90)
Space Available (350x50)
ByteDance Tak Lagi Kuasai TikTok di AS, Pertahankan Saham 19,9%
TikTok resmi terus beroperasi di AS lewat joint venture baru mayoritas investor Amerika.

Kapsultekno.com- TikTok kini resmi menghindari larangan beroperasi di Amerika Serikat (AS) setelah menyelesaikan kesepakatan pembentukan perusahaan baru yang dikendalikan mayoritas oleh investor Amerika Serikat.

Ini membuka jalan bagi aplikasi populer ini tetap aktif di negara dengan lebih dari 200 juta pengguna. Kesepakatan ini ditutup pada 22 Januari 2026 dan menciptakan entitas baru bernama TikTok USDS Joint Venture LLC, di mana investor Amerika dan global memegang 80,1% saham, sementara perusahaan induknya, ByteDance, mempertahankan 19,9%.

Mengapa Kesepakatan Ini Bisa Menyelamatkan TikTok?

Kesepakatan ini muncul setelah beberapa tahun ketegangan antara TikTok dan pemerintah AS terkait kekhawatiran soal keamanan data dan potensi pengaruh asing. Pemerintah AS sejak 2020 berupaya memisahkan operasi TikTok di Amerika dari pemiliknya, ByteDance, yang berbasis di China.

Dalam perjanjian yang baru saja ditutup, tanggung jawab untuk perlindungan data pengguna, kontrol moderasi konten, dan keamanan algoritma dialihkan ke TikTok USDS Joint Venture LLC.

Baca Juga: YouTube Bakal Izinkan Kreator Bikin Video Shorts Pakai Fitur AI

Algoritma rekomendasi yang menjadi kunci pengalaman pengguna TikTok juga akan dilatih ulang menggunakan data pengguna AS dan ditempatkan di infrastruktur cloud yang diawasi oleh Oracle sebagai Trusted Security Partner.

Presiden AS saat ini, Donald Trump, memberikan tanggapan atas kesepakatan tersebut melalui media sosial, menyatakan bahwa ia “sangat senang telah membantu menyelamatkan TikTok,” serta berterima kasih kepada Presiden China, Xi Jinping, atas persetujuannya terhadap perjanjian ini.

Struktur dan Kepemimpinan Entitas Baru

TikTok USDS Joint Venture LLC akan dipimpin oleh Adam Presser, mantan general manager dan kepala operasi global TikTok, yang diangkat sebagai CEO entitas baru tersebut. Sementara itu, Shou Zi Chew, CEO global TikTok, akan menjadi anggota dewan direksi bersama para eksekutif lain yang mayoritas berkewarganegaraan Amerika.

Baca Juga: Modal Smartphone Jadi Content Creator? Bisa Kok! Perhatikan 7 Tips Ini

Dengan struktur ini, perusahaan baru diharapkan bisa menangani kritik dan kekhawatiran pejabat AS selama bertahun-tahun, khususnya terkait kontrol atas data dan teknologi yang digunakan oleh platform yang kini menjadi salah satu media sosial paling berpengaruh di dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top