Advertise here · www.kapsultekno.com
Advertise here · www.kapsultekno.com
Ini Alasan Intel Naikkan Harga Prosesor Desktop Core Ultra 200S Plus
Intel menaikkan harga Core Ultra 200S Plus hingga US$50 karena biaya pasokan dan permintaan meningkat.

Kapsultekno.com - Intel diam-diam menaikkan harga resmi (Recommended Customer Price/RCP) untuk jajaran prosesor desktop Core Ultra 200S Plus. Kenaikan harga ini mencapai USD30 hingga USD50 (sekitar Rp530 ribu - Rp900 ribu) per chip dan mulai tercantum pada halaman produk resmi Intel, sekaligus diikuti sejumlah peritel global.

Kabar ini dilaporkan Ubergizmo dan beberapa prosesor yang mengalami kenaikan harga antara lain Core Ultra 7 270K Plus, Core Ultra 5 250K Plus, dan Core Ultra 5 250KF Plus. Langkah ini dinilai cukup mengejutkan karena terjadi hanya beberapa bulan setelah Intel memperkenalkan lini Core Ultra 200S Plus (Arrow Lake Refresh) pada Maret 2026.

Padahal saat peluncurannya, prosesor ini mendapat perhatian karena menawarkan peningkatan performa dengan harga yang relatif kompetitif dibandingkan pendahulunya.

Untuk model tertinggi, Core Ultra 7 270K Plus kini memiliki harga rekomendasi sekitar USD339–349, naik dari kisaran USD289–299 saat pertama diluncurkan. Sementara Core Ultra 5 250K Plus kini dibanderol USD219–229, meningkat dari USD189–199.

Awalnya Intel tidak memberikan penjelasan mengenai perubahan harga tersebut. Namun belakangan perusahaan mengonfirmasi bahwa penyesuaian harga dilakukan sebagai respons terhadap kondisi pasar saat ini.

"Pembaruan harga terbaru mencerminkan dinamika pasar saat ini, termasuk meningkatnya biaya rantai pasokan dan permintaan yang kuat untuk prosesor Intel Core Ultra 200S Plus kami. Pembaruan ini sejalan dengan kenaikan harga baru-baru ini untuk keluarga produk Intel lainnya berdasarkan faktor serupa," kata Juru bicara Intel, seperti diberitakan Tomshardware.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kenaikan biaya rantai pasok serta tingginya permintaan menjadi alasan utama penyesuaian harga. Intel juga menyebut kebijakan serupa telah diterapkan pada beberapa keluarga produk lainnya.

blank

Kenaikan harga ini tidak berlaku untuk seluruh lini prosesor desktop Arrow Lake. Sejumlah model Core Ultra 200 reguler masih mempertahankan harga peluncurannya. Misalnya, Core Ultra 9 285K tetap berada pada kisaran harga yang sama sejak diluncurkan pada 2024.

Bahkan beberapa model Core Ultra 200 non-Plus justru mengalami sedikit penurunan harga di pasar. Kondisi ini membuat banyak analis menilai bahwa Intel melakukan penyesuaian harga secara selektif terhadap produk yang memiliki permintaan paling tinggi.

Meski lebih mahal, Core Ultra 200S Plus masih menawarkan sejumlah peningkatan dibanding seri sebelumnya. Prosesor ini hadir dengan jumlah Efficiency Core (E-core) lebih banyak, dukungan memori DDR5-7200 secara native, peningkatan frekuensi interkoneksi antardie, hingga optimalisasi performa melalui Intel Binary Optimization Tool.

Intel juga mengklaim seri refresh tersebut mampu memberikan peningkatan performa gaming hingga sekitar 15 persen pada resolusi 1080p dibanding generasi sebelumnya. Di sisi lain, prosesor ini masih menggunakan socket LGA 1851, sehingga kompatibel dengan motherboard seri 800 seperti chipset Z890, B860, H810, dan Q870.

Kenaikan harga ini diperkirakan akan membuat biaya membangun PC desktop berbasis Intel menjadi lebih mahal, terutama bagi pengguna yang mengincar lini Core Ultra 200S Plus sebagai prosesor gaming maupun produktivitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top