Kapsultekno.com - Kasus penipuan melalui akun WhatsApp palsu yang menyamar sebagai orang lain kembali marak terjadi. Dalam modus ini, pelaku biasanya menggunakan nama dan foto profil korban untuk menghubungi teman, keluarga, atau rekan kerja dengan tujuan meminta uang atau bantuan tertentu.
Praktik tersebut termasuk bentuk penipuan identitas digital yang dapat merugikan banyak pihak. Jika ada pihak yang mengatasnamakan diri kita dan mengambil keuntungan dengan meminta uang kepada teman atau kerabat, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah kerugian lebih luas.
Diambil dari berbagai sumber, berikut langkah-langkah yang mesti dilakukan:
Segera Blokir dan Laporkan Nomor Penipu
Mengutip Pid.kepri.polri.go.id, kepolisian mengimbau masyarakat untuk melakukan tindakan jika ditemukan nomor yang mencurigakan, yakni melaporkan nomor tersebut ke pihak WhatsApp agar mereka memeriksa dan melakukan tindakan lebih lanjut.

Baca Juga: Pakar Keamanan Siber Ungkap 7 Tips Aman Gunakan Internet Banking
Mintalah orang yang dihubungi oleh akun palsu tersebut untuk membuka chat nomor penipu, lalu pilih Report (Laporkan) dan pilih Block (Blokir). Ini akan membantu sistem WhatsApp mendeteksi akun penipuan lebih cepat.
Pelaporan dilakukan langsung melalui fitur laporan di aplikasi WhatsApp agar platform dapat meninjau aktivitas akun tersebut.
Ingatkan Daftar Kontak Terkait Akun Palsu
Masyarakat juga disarankan mengingatkan kontak atau orang terdekat bahwa terdapat akun palsu yang mengatasnamakan dirinya. Langkah ini penting untuk mencegah orang lain menjadi korban penipuan.
Tindakan cepat dari pengguna sangat membantu menghentikan penyebaran modus penipuan yang sering memanfaatkan kedekatan hubungan korban dengan targetnya.
Laporkan ke Pemerintah dan Kepolisian
Jika penipuan tersebut menimbulkan kerugian, masyarakat disarankan untuk melaporkan kasus tersebut kepada pihak berwenang. Laporan dapat disampaikan ke Kepolisian Negara Republik Indonesia atau melalui kanal pengaduan siber milik kepolisian.

Baca Juga: Cara Mengecek Kebocoran Data Pribadi Secara Online dengan Aman
Selain itu, masyarakat juga dapat mengajukan laporan melalui platform pengaduan nasional yang dikelola pemerintah seperti LAPOR! atau layanan pengaduan konten milik Kementerian Komunikasi dan Digital (aduankonten.id).
Dalam proses pelaporan, masyarakat biasanya diminta menyertakan bukti seperti tangkapan layar percakapan, nomor telepon pelaku, serta bukti transaksi apabila sudah terjadi transfer dana.
Simpan Bukti Percakapan
Pihak berwenang juga mengingatkan masyarakat untuk menyimpan bukti percakapan atau tangkapan layar sebagai bahan penyelidikan. Bukti tersebut dapat membantu aparat menelusuri pelaku dan mempercepat proses penanganan kasus penipuan digital.
Selain itu, pengguna juga disarankan mengaktifkan fitur keamanan tambahan seperti verifikasi dua langkah di WhatsApp untuk mengurangi risiko penyalahgunaan akun.
Meningkatnya kasus penyamaran di aplikasi pesan instan menunjukkan pentingnya kewaspadaan masyarakat dalam memverifikasi identitas pengirim pesan, terutama jika berkaitan dengan permintaan uang atau informasi pribadi.