Space Available (975x90)
Space Available (350x50)
Tracxn: Pendanaan Startup dan Perusahaan Teknologi Indonesia Anjlok di 2025
Pendanaan startup teknologi Indonesia 2025 merosot tajam, investor fokus pada sektor beraset kuat dan berkelanjutan. (Foto: Freepik)

Kapsultekno.com - Tracxn merilis Indonesia Tech Annual Funding Report 2025 yang mengungkap ekosistem teknologiIndonesia untuk tahun 2025. Laporan ini menyoroti aktivitas pendanaan, kinerja sektoral, exit, akuisisi dan partisipasi investor selama periode tersebut.

Laporan tahunan Tracxn tersebut menunjukkan investor kini jauh lebih selektif, dengan fokus pada bisnis yang memiliki model usaha kuat dan berkelanjutan.

Pendanaan Teknologi Anjlok hingga 38 Persen

Sepanjang 2025, perusahaan teknologi di Indonesia hanya menghimpun pendanaan sebesar USD213 juta atau sekitar Rp3,58 triliun. Angka ini turun 38 persen dibandingkan 2024 yang mencapai USD345 juta, serta merosot hingga 85 persen dibandingkan puncaknya pada 2023 sebesar USD1,4 miliar.

Penurunan terjadi di seluruh tahapan pendanaan. Pendanaan tahap awal (seed stage) tercatat USD26,4 juta, turun 18 persen secara tahunan. Pendanaan tahap awal-menengah (early stage) mencapai USD107 juta, atau turun 37 persen.

blank
Ilustrasi Startup dan Perusahaan Teknologi (Foto: Freepik)

Baca Juga: Tren Kuliner GoFood 2025: Matcha Naik Daun, Ayam Tetap Andalan

Sementara itu, pendanaan tahap lanjut (late stage) mengalami penurunan paling tajam sebesar 45 persen menjadi USD79,8 juta.

Kondisi ini mencerminkan pergeseran dari sekadar koreksi siklus menuju pengetatan modal yang lebih struktural, di mana investor hanya menempatkan dana pada aset dengan tingkat keyakinan tinggi.

FoodTech, Retail, dan Energy Tech Jadi Andalan

Di tengah penurunan pendanaan, beberapa sektor justru menonjol. Food and Agriculture Tech menjadi sektor dengan pendanaan terbesar sebesar USD70,6 juta pada 2025, naik 72 persen dibandingkan 2024.

Sektor Retail menyusul dengan pendanaan USD49 juta, melonjak lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga: Counterpoint: Pengiriman Smartphone Global Naik 2% di 2025, Apple Jadi Juara

Sementara itu, Energy Tech berhasil mengamankan pendanaan USD44,8 juta, meski lebih rendah dibandingkan 2023 dan tanpa aktivitas pendanaan pada 2024. Tren ini menunjukkan pergeseran minat investor ke sektor yang berbasis infrastruktur, aset nyata, serta rantai pasok jangka panjang.

Aktivitas IPO dan Akuisisi Masih Terbatas

Pada 2025, tercatat hanya dua perusahaan teknologi Indonesia yang melantai di bursa, yakni Superbank dan Nusatrip. Jumlah ini sama dengan 2024, namun turun 60 persen dibandingkan 2023. Sepanjang tahun tersebut, tidak ada pendanaan jumbo di atas USD100 juta dan tidak muncul startup unicorn baru.

Dari sisi akuisisi, terdapat sembilan transaksi, turun dibandingkan 10 akuisisi pada 2024. Salah satu transaksi yang terungkap adalah akuisisi Gaji Gesa oleh Kredivo senilai USD12 juta.

Laporan juga menegaskan dominasi Jakarta sebagai pusat pendanaan teknologi nasional, dengan hampir seluruh pendanaan 2025 terserap oleh perusahaan berbasis di ibu kota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top