TERBARU
Memuat berita terbaru...
MWC 2026 Pamerkan Teknologi AI Otonom, Smartphone Baru hingga 6G
MWC 2026 jadi panggung peluncuran berbagai inovasi mulai dari smartphone berteknologi robotik, AI agentic, hingga pengembangan 5G-Advanced dan 6G.

Kapsultekno.com - Ajang tahunan industri telekomunikasi dunia, Mobile World Congress (MWC) 2026 yang diselenggarakan di Barcelona, Spanyol menegaskan pergeseran besar dari sekadar konektivitas menuju era kecerdasan buatan (AI) otonom dan jaringan generasi berikutnya.

Diselenggarakan oleh GSMA di Fira Gran Via pada 2–5 Maret 2026, pameran ini menjadi panggung peluncuran berbagai inovasi mulai dari smartphone berteknologi robotik, AI agentic, hingga pengembangan 5G-Advanced dan 6G.

Di segmen perangkat, produsen Tiongkok Xiaomi memperkenalkan lini flagship Xiaomi 17 Series yang mengedepankan integrasi AI di level sistem melalui HyperOS terbaru dan optimalisasi chipset generasi mutakhir, dikutip dari Economictimes.

Baca Juga: 4 Rekomendasi Smartphone Terbaik Harga Rp3 Jutaan untuk Kreator Konten

Perangkat ini menonjolkan pemrosesan fotografi berbasis AI, efisiensi daya yang ditingkatkan, serta konektivitas lintas perangkat dalam satu ekosistem terpadu. Fokusnya bukan lagi sekadar spesifikasi tinggi, melainkan pengalaman pengguna yang dipersonalisasi secara real-time melalui pemrosesan AI on-device.

Sementara itu, Honor menarik perhatian lewat konsep “Robot Phone”, yakni ponsel dengan modul kamera bergerak menyerupai gimbal robotik. Pendekatan ini membuka kemungkinan sudut pengambilan gambar dinamis tanpa aksesori tambahan, sekaligus menunjukkan arah baru integrasi mekanika fisik dengan kecerdasan buatan.

Honor juga memamerkan penguatan ekosistem perangkat lipat (Magic V6) dan tablet berbasis AI yang mampu berkolaborasi secara kontekstual antargawai.

Di sisi AI, Samsung Electronics menekankan pengembangan Galaxy AI berbasis konsep agentic AI, yakni sistem yang tidak hanya merespons perintah, tetapi mampu memahami konteks, memprediksi kebutuhan, dan mengeksekusi tugas secara mandiri.

Integrasi ini diperluas ke ekosistem perangkat, termasuk wearable dan tablet, dengan fokus pada privasi terproteksi langsung di perangkat (on-device processing). Strategi tersebut memperlihatkan bagaimana AI kini menjadi fondasi pengalaman pengguna, bukan sekadar fitur tambahan.

Baca Juga: 7 Smartphone Baru yang Meluncur di Indonesia Selama Ramadan 2026

Transformasi terbesar justru tampak pada sektor infrastruktur. Huawei memamerkan evolusi 5G-Advanced dengan dukungan spektrum U6GHz dan teknologi antena besar (ELAA) untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi jaringan.

Huawei juga memperkenalkan konsep jaringan cerdas yang mampu mengalokasikan sumber daya secara otomatis berdasarkan kebutuhan layanan berbasis AI. Langkah ini menjadi jembatan menuju 6G, yang dirancang menghadirkan komunikasi ultra-cepat, latensi sangat rendah, serta kemampuan integrasi human-to-AI secara imersif.

Tak ketinggalan, ZTE menampilkan prototipe 6G dengan teknologi GigaMIMO yang memanfaatkan ribuan elemen antena serta algoritma AI untuk meningkatkan kapasitas spektrum secara signifikan dibanding 5G.

Demonstrasi ini menunjukkan bahwa masa depan jaringan tidak lagi hanya soal kecepatan, tetapi kecerdasan jaringan dalam mengelola trafik data, efisiensi energi, hingga orkestrasi layanan berbasis machine learning.

Secara keseluruhan, MWC 2026 menegaskan bahwa industri teknologi tengah bergerak menuju era di mana perangkat, AI, dan jaringan saling terintegrasi secara menyeluruh.

Bagikan artikel ini:
Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, dukung Kapsul Tekno agar kami dapat terus menghadirkan informasi teknologi yang relevan dan bermanfaat untuk pembaca. Klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *