Advertise here · www.kapsultekno.com
Advertise here · www.kapsultekno.com
Riset Ungkap Rendahnya Tingkat Penggunaan Smartphone di Kalangan Lansia Indonesia
Data menunjukkan tingkat penggunaan smartphone oleh kelompok usia lansia masih rendah di Indonesia.

Kapsultekno.com - Teknologi digital berkembang sangat cepat. Akan tetapi, tidak semua orang bisa mengikuti perkembangan ini dengan mudah. Idealnya, teknologi membuat hidup lebih mudah dan masyarakat semakin terhubung.

Kenyataannya, ada perbedaan kemampuan dalam menggunakan teknologi antara generasi muda yang lahir di era digital dan generasi yang tumbuh sebelum teknologi digital berkembang atau kelompok usia lansia, terutama mereka yang berusia 50 tahun ke atas.

Artikel yang ditulis oleh Yuyun Wahyu Izzati Surya di website unair.ac.id mengungkap temuan bahwa 18% lansia berusia 50 tahun ke atas di Indonesia menggunakan smartphone. "Angka ini menunjukkan bahwa kurangnya perhatian terhadap masalah literasi digital dan pola penggunaan smartphone di kalangan kelompok lanjut usia," ungkap Yuyun dalam artikel di website tersebut.

Baca Juga: Bagaimana Tren Pasar Smartphone di Indonesia pada 2025?

blank

Tantangan Lansia dalam Menggunakan Smartphone

Banyak lansia menghadapi kesulitan ketika menggunakan smartphone. Ada kekhawatiran pada lansia terkait kompleksitas fitur-fitur pada smartphone yang cenderung membingungkan.

Literasi digital yang rendah di kalangan lansia juga menjadi faktor sulitnya kelompok usia ini dalam mengadopsi teknologi digital. Oleh karena itu, banyak dari mereka cenderung hanya menggunakan aplikasi dasar seperti WhatsApp untuk berkomunikasi, tanpa berani mencoba fitur lain.

Selain itu, kekhawatiran terhadap penipuan digital membuat lansia semakin berhati-hati dan terkadang memilih untuk membatasi penggunaan smartphone.

Baca Juga: 5 Smartphone Terbaik dengan Fitur Lensa Kamera Telephoto di Indonesia

Tingkat Penggunaan Smartphone di Indonesia dan Pakistan

Data menunjukkan tingkat penggunaan smartphone oleh lansia masih rendah. Di Indonesia, hanya sekitar 18% lansia berusia 50 tahun ke atas yang menggunakan smartphone. Di Pakistan jumlahnya bahkan lebih rendah, hanya sekitar 10%.

Meski demikian, pola penggunaan keduanya serupa dan menunjukkan bahwa lansia masih membutuhkan dukungan besar untuk dapat memanfaatkan teknologi digital secara optimal.

Menariknya, meskipun angka penggunaan masih rendah, lansia yang sudah menggunakan smartphone mulai menjadikannya bagian penting dalam rutinitas harian.

Mereka menggunakan ponsel tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga untuk mencari informasi kesehatan, membaca berita, menonton video hiburan, hingga mencari informasi terkait komunitas lokal atau hobi mereka.

Sikap Lansia Terhadap Konten Digital

Lansia cenderung berhati-hati dalam memilih informasi dan konten yang mereka akses di internet. Banyak dari mereka menghindari pembahasan politik maupun isu sensitif lainnya seperti agama dan budaya.

Sikap ini muncul dari keinginan untuk menjaga harmoni dan menghindari perpecahan, karena mereka menyadari bahwa perbedaan pandangan dapat memicu konflik. Mereka lebih memilih diam dan tidak ikut terlibat dalam diskusi sensitif di dunia maya, terutama karena mereka melihat bahwa ruang digital lebih mudah memicu emosi dan pertengkaran antar individu.

blank

Selain itu, kekhawatiran terhadap keamanan dan penipuan digital membuat lansia lebih selektif dalam memilih aktivitas daring. Mereka tetap berhati-hati saat menerima pesan atau tautan mencurigakan.

Meskipun demikian, sebagian besar lansia telah memahami tanda-tanda penipuan yang marak terjadi di internet, menunjukkan bahwa kemampuan mereka dalam menilai risiko digital mulai meningkat.

Baca Juga: Realme 15T 5G Segera Hadir dengan Dual 50MP AI Camera dan Baterai Jumbo

Lansia Mampu Beradaptasi dan Berperan di Dunia Digital

Penelitian menunjukkan bahwa dengan dukungan yang tepat, lansia mampu beradaptasi dan memanfaatkan smartphone untuk menunjang kehidupan mereka

Teknologi bukan hanya menjadi alat hiburan, tetapi juga sarana bagi lansia untuk tetap terhubung dengan keluarga, komunitas, dan informasi terkini. Bahkan, beberapa lansia mulai menggunakan media digital untuk melestarikan budaya, membagikan pengalaman hidup, atau sekadar memberikan inspirasi bagi generasi muda.

Perubahan ini menggambarkan bahwa lansia bukan sekadar pengguna pasif. Mereka bisa menjadi bagian aktif dalam masyarakat digital jika diberikan kesempatan dan akses belajar yang sesuai.

Pentingnya Dukungan dan Edukasi Digital untuk Lansia

Agar lansia bisa memanfaatkan teknologi secara lebih optimal, diperlukan berbagai upaya dukungan. Program pelatihan teknologi yang ramah lansia, pendampingan oleh keluarga, hingga kebijakan pemerintah yang mendukung literasi digital sangat diperlukan.

Penelitian lebih lanjut juga dibutuhkan untuk memahami dampak penggunaan smartphone terhadap kesejahteraan mental, sosial, dan kualitas hidup lansia.

Selain itu, studi jangka panjang bisa memberikan gambaran lebih jelas tentang aplikasi apa yang paling bermanfaat bagi lansia serta tantangan yang mereka hadapi. Dengan informasi ini, pemerintah, komunitas, dan keluarga dapat merancang program yang membantu lansia menjadi bagian aktif dari dunia digital tanpa merasa tertekan atau takut.

2 thoughts on “Riset Ungkap Rendahnya Tingkat Penggunaan Smartphone di Kalangan Lansia Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top