Kapsultekno.com - CEO Apple Tim Cook menjadi salah satu eksekutif yang akan mendampingi Presiden AS Donald Trump dalam kunjungan kenegaraan ke China pekan ini. Informasi tersebut pertama kali dilaporkan Bloomberg dan dikutip sejumlah media internasional, termasuk Reuters serta 9to5Mac.
Kunjungan Trump ke Beijing dijadwalkan berlangsung pada 13-15 Mei 2026 dan menjadi lawatan resmi pertamanya ke China sejak kembali menjabat sebagai presiden. Dalam agenda tersebut, Trump akan bertemu Presiden China Xi Jinping untuk membahas hubungan dagang, investasi, hingga kerja sama industri strategis antara kedua negara.
Selain Tim Cook, sejumlah pemimpin perusahaan besar Amerika Serikat juga disebut ikut dalam rombongan bisnis tersebut. Mereka antara lain CEO Tesla Elon Musk, CEO BlackRock Larry Fink, CEO Boeing Kelly Ortberg, hingga CEO Blackstone Stephen Schwarzman. Pemerintah AS disebut ingin memanfaatkan kunjungan ini untuk membuka peluang kesepakatan bisnis baru dengan Beijing.
Baca Juga: Galaxy S26 Series Cocok untuk Traveling, Usung Fitur Agentic AI dan Kamera 200MP
Bagi Apple, kehadiran Tim Cook dalam delegasi tersebut dinilai penting mengingat China masih menjadi salah satu pasar dan basis manufaktur terbesar perusahaan. Apple selama bertahun-tahun mengandalkan rantai pasok di China untuk produksi iPhone, iPad, dan berbagai perangkat lainnya.
Relasi Cook dengan pemerintah China juga kerap menjadi sorotan karena dinilai berpengaruh terhadap stabilitas bisnis Apple di tengah tensi geopolitik AS-China.
Laporan Reuters menyebut pemerintah AS tengah mendorong terciptanya sejumlah kesepakatan perdagangan selama kunjungan tersebut, termasuk potensi pembelian pesawat Boeing dan produk pertanian Amerika oleh China.
Di sisi lain, isu rantai pasok teknologi hingga tarif dagang juga diperkirakan menjadi topik pembahasan utama antara kedua negara.
Sebelumnya, sejumlah laporan menyebut CEO Nvidia Jensen Huang turut dipertimbangkan masuk dalam delegasi. Namun, Reuters melaporkan Huang akhirnya tidak ikut dalam lawatan tersebut.
Baca Juga: China Perketat Penjualan Drone Konsumen di Beijing, Ini Alasannya
Kunjungan ini juga menjadi perhatian pasar global karena berlangsung di tengah upaya Amerika Serikat dan China menjaga stabilitas hubungan ekonomi setelah beberapa tahun diwarnai perang tarif dan pembatasan teknologi.
Pengamat menilai keterlibatan para CEO perusahaan teknologi dan keuangan menunjukkan pentingnya diplomasi bisnis dalam hubungan kedua negara.
Baca Juga: Apa Saja Dampak Perang AS-Israel vs Iran Terhadap Industri Teknologi?
