Space Available (975x90)
Space Available (350x50)
Elon Musk Ungkap Masa Depan Mobil Tesla, Beri Sinyal Kehadiran Roadster Generasi Baru
Elon Musk ungkap Tesla akan dominan otonom, Roadster jadi satu-satunya mobil manual di masa depan.

Kapsultekno.com - CEO Elon Musk mengungkapkan visi ambisius terkait masa depan Tesla, di mana hampir seluruh lini produknya akan beroperasi secara otonom. Dalam pernyataannya, Musk menyebut bahwa dalam jangka panjang, hanya satu model yang tetap mempertahankan kendali manual, yakni Tesla Roadster.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam laporan keuangan kuartal pertama 2026, di mana Musk menegaskan arah pengembangan Tesla akan berfokus pada kendaraan tanpa pengemudi, termasuk robotaxi dua kursi yang dikenal sebagai Cybercab.

"Jangka panjang, satu-satunya mobil yang digerakkan secara manual adalah yang baru Tesla Roadster,” kata Elon Musk, dikutip dari Techradar, menandai perubahan besar dalam filosofi desain kendaraan Tesla ke depan.

blank
Elon Musk, CEO SpaceX (Foto Wikimedia Commons)

Roadster generasi terbaru telah lama dinanti sejak pertama kali diperkenalkan pada 2017. Meski mengalami berbagai penundaan, Musk mengisyaratkan bahwa demonstrasi publiknya akan dilakukan dan berpotensi menjadi salah satu peluncuran produk paling spektakuler.

Baca Juga: Elon Musk Ungkap Rencana Produksi Chip untuk Tesla dan SpaceX

Tesla Roadster generasi terbaru diklaim mampu berakselerasi dari 0–100 km/jam dalam waktu sekitar dua detik, bahkan berpotensi lebih cepat dengan paket opsional berbasis teknologi SpaceX. Paket tersebut disebut menghadirkan sistem thruster berbasis gas bertekanan tinggi yang dapat meningkatkan akselerasi, pengereman, dan handling.

Meski kemampuan mobil tersebut terdengar revolusioner, jadwal peluncuran Roadster hingga kini masih belum pasti.

Di sisi lain, ambisi Tesla menuju kendaraan otonom sepenuhnya masih menghadapi tantangan teknis dan hukum. Musk untuk pertama kalinya mengakui bahwa perangkat keras generasi lama (Hardware 3) tidak cukup untuk mendukung sistem Full Self-Driving (FSD) tanpa pengawasan.

blank

Hal ini bahkan memicu gugatan dari konsumen yang merasa janji Tesla belum terpenuhi. Sebagai solusi, Tesla mempertimbangkan pembangunan pabrik mikro untuk meningkatkan perangkat keras kendaraan lama ke generasi terbaru (HW4), serta mengembangkan chip AI yang lebih canggih dengan kapasitas RAM lebih besar.

Meski demikian, belum ada jaminan bahwa peningkatan tersebut akan mampu menghadirkan kendaraan otonom penuh dalam waktu dekat, mengingat kompleksitas teknologi dan regulasi yang masih menjadi hambatan utama.

Pengembangan kendaraan otonom Tesla menghadapi hambatan regulasi di sejumlah negara utama. Di Amerika Serikat, aturan berbeda di tiap negara bagian, dengan California menerapkan standar ketat terkait pengujian dan pelaporan sistem otonom melalui pengawasan National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA).

Sementara di Uni Eropa, regulasi keselamatan mengharuskan pengemudi tetap siaga mengambil alih kendali, sehingga membatasi implementasi otonomi penuh seperti yang diusung Tesla.

Baca Juga: Tesla Hentikan Mobil Listrik Model S dan X, Fokus Robot dan AI

Di sisi lain, China memberlakukan pembatasan ketat terkait penggunaan data dan pemetaan digital, yang memaksa Tesla berkolaborasi dengan mitra lokal. Perbedaan regulasi di berbagai wilayah ini menjadi tantangan besar bagi Tesla dalam mewujudkan visi kendaraan tanpa pengemudi secara global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top