Space Available (975x90)
Space Available (350x50)
Seminar Etika AI di Politeknik Tempo Bahas Fenomena AI Slop
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang pesat membawa peluang sekaligus tantangan besar bagi masyarakat digital Indonesia.

Dalam paparannya, Bayu mengangkat 10 Poin Etika AI UNESCO, meliputi prinsip keamanan, transparansi, akuntabilitas, perlindungan data, keberlanjutan, hingga non-diskriminasi. Namun ia menegaskan bahwa di Indonesia belum ada UU khusus tentang AI, regulasi yang digunakan masih bergantung pada UU ITE dan KUHP.

Untuk memeriksa hoaks atau konten yang diduga buatan AI, Bayu menyarankan penggunaan beberapa alat pengecekan seperti Hive Moderation dan tools lain, disertai verifikasi sumber asli agar analisis lebih akurat.

blank

Panduan Etika AI dari Perspektif Industri

Dari sisi industri telekomunikasi, Gamma Aditya, Manager SIMPATI Telco Product Growth and Innovation Telkomsel menyampaikan bahwa AI telah hadir dalam berbagai layanan publik, mulai dari Google Maps, e-commerce, hingga layanan pelanggan Telkomsel seperti Veronika.

Gamma mengingatkan bahwa teknologi AI tetap memiliki dampak negatif, seperti penipuan suara, manipulasi informasi, hingga risiko terhadap privasi pengguna.

Oleh karena itu, masyarakat perlu memegang prinsip etika seperti selalu memverifikasi informasi, menggunakan AI untuk hal yang baik, menjaga dan tidak menyebarkan data pribadi hingga mengutamakan transparansi dan tanggung jawab.

“AI ini ada dan kita harus hidup damai bersama AI. Tapi jangan sampai AI mengurangi jiwa kritis kita,” tegas Gamma.

Laman: 1 2

4 thoughts on “Seminar Etika AI di Politeknik Tempo Bahas Fenomena AI Slop

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top