Space Available (975x90)
Space Available (350x50)
FFWS SEA 2026 Spring Resmi Dimulai, 5 Tim Indonesia Incar Tiket Grand Finals
FFWS SEA 2026 Spring dimulai, lima tim Indonesia bidik tiket Grand Finals dan EWC 2026.

Kapsultekno.com - Turnamen Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Spring resmi dimulai pada Jumat (24/4) dan mempertemukan 18 tim terbaik dari Asia Tenggara.

Lima wakil Indonesia antara lain Bigetron by Vitality, RRQ Kazu, EVOS Divine, ONIC, dan Shadow Esports langsung membidik posisi 12 besar demi mengamankan tiket ke babak Grand Finals yang akan digelar di Ho Chi Minh City, Vietnam, pada akhir Mei 2026.

Babak Knockout menjadi fase pembuka yang berlangsung mulai 24 April hingga 17 Mei 2026. Dari tahap ini, hanya 12 tim terbaik yang berhak melaju ke Grand Finals pada 30–31 Mei 2026.

Delapan tim teratas di Grand Finals nantinya akan mendapatkan tiket menuju Esports World Cup (EWC) 2026. EVOS Divine sendiri sudah lebih dulu memastikan tempat sebagai juara bertahan EWC 2025.

blank

Baca Juga: Garena Umumkan Game Choppy Cuts dengan Karakter Free Fire

Pada pertandingan pembuka, Bigetron by Vitality dan RRQ Kazu menjadi dua tim Indonesia yang tampil lebih dulu. Bigetron membawa ambisi untuk naik level dari tim papan tengah menjadi penantang gelar, sementara RRQ Kazu ingin menyempurnakan performa mereka hingga mampu meraih juara.

Coach Bigetron by Vitality, Christian Jonathan (CHRISJO), menegaskan target timnya musim ini. “Selama tiga musim kami selalu stabil menjadi tim yang tetap berada di lobi FFWS SEA, walaupun kami adalah tim tembusan FFWS ID, tetapi tetap kami masih sangat menginginkan gelar juara di musim ini," kata Christian Jonathan melalui keterangan resmi kepada media.

Hal senada disampaikan Coach RRQ Kazu, Adi Gustiawan (ADY), yang menilai persaingan di level Asia Tenggara sangat ketat. “Di level FFWS SEA, selisih antar tim sangat tipis. Kami hampir selalu mampu menunjukkan kualitas kami di kompetisi ini, tapi belum juga bisa menjadi juara. Musim ini kami bukan hanya ingin tampil bagus, tapi juga tampil lebih sempurna agar bisa menutup kompetisi dengan gelar juara,” kata Ady.

Perjalanan tim Indonesia berlanjut pada hari berikutnya dengan tampilnya EVOS Divine dan ONIC. Sebagai juara dunia, EVOS menghadapi tekanan untuk mempertahankan performa.

blank

Coach EVOS Divine, Wahyu Kurniawan (Leem), menyebut musim ini sebagai momentum penting. “Menjadi juara dunia adalah pencapaian besar, tetapi tantangan sesungguhnya adalah mempertahankan level itu. Kami banyak belajar dari periode musim Fall 2025. Sekarang fokus kami adalah membangun lagi rasa lapar, disiplin, dan konsistensi untuk kembali bersaing di level tertinggi,” ujarnya.

Sementara itu, ONIC bertekad menjawab keraguan soal konsistensi setelah sempat meraih gelar juara FFWS SEA 2025 Spring. Coach ONIC, Ahmad Fadly Masturoh (AFM), mengatakan, “Gelar yang kami raih sebelumnya membuktikan bahwa ONIC punya level untuk menjadi juara. Sekarang tantangannya adalah membuktikan bahwa kami bisa tampil stabil sepanjang musim. Hal itu lah yang ingin kami tunjukkan di FFWS SEA kali ini".

Tim debutan Shadow Esports juga tak ingin sekadar menjadi pelengkap. Coach Janes Manao menegaskan kesiapan timnya untuk bersaing. “Kami paham level FFWS SEA sangat berbeda dengan FFNS, tapi kami datang bukan hanya untuk anak bawang di sini. Kami ingin benar-benar bersaing, beradaptasi cepat, dan membuktikan bahwa kami layak ada di panggung ini,” ujarnya.

FFWS SEA 2026 Spring hadir dengan format Knockout yang lebih singkat dan kompetitif dibanding musim sebelumnya. Jika sebelumnya berlangsung enam pekan, kini dipadatkan menjadi empat pekan dengan sistem kualifikasi bertahap menuju Grand Finals.

Baca Juga: Buriram United Esports Raih Juara Free Fire di FFWS Global Finals 2025 Jakarta

Dengan komposisi tim dan ambisi besar masing-masing wakil Indonesia, peluang untuk kembali merebut gelar juara Asia Tenggara tetap terbuka lebar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top