Space Available (975x90)
Space Available (350x50)
Merokok dan Vape Sekaligus? Ini Dampaknya bagi Kesehatan Jantung
Studi kesehatan menunjukkan merokok dan vape sekaligus meningkatkan risiko penyakit jantung akibat paparan nikotin dan zat berbahaya ganda.

Kapsultekno.com -Penelitian kesehatan terbaru menyatakan bahwa penggunaan rokok elektrik atau e-cigarettes dapat mendekati atau bahkan menggandakan risiko serangan jantung bila digunakan setiap hari.

Analisis data dari studi besar internasional menemukan bahwa pengguna harian e-cigarettes memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami infark miokard (serangan jantung) dibandingkan non-pengguna, meski hubungan sebab akibat masih menjadi perdebatan ilmiah.

Risiko ini tampaknya berkaitan dengan kandungan nikotin serta zat-zat lain dalam uap yang dihirup, yang dapat meningkatkan tekanan darah, mempercepat denyut jantung, dan memperburuk fungsi pembuluh darah. Faktor-faktor ini dikenal berkontribusi pada penyakit kardiovaskular.

blank

Baca Juga: Penderita Autoimun Capai 2,5 Juta Pasien, Perempuan Kelompok Paling Rentan

Dikutip dari News-Medical, temuan lain menunjukkan bahwa pengguna yang tidak hanya menggunakan rokok elektrik, tetapi ia juga sebagai perokok aktif (rokok tembakau), maka kelompok ini (dual user) bisa menghadapi risiko serangan jantung hingga lima kali lebih tinggi.

Seberapa Serius Risiko Ini?

Walaupun e-cigarettes sering dipasarkan sebagai alternatif yang lebih “aman” daripada rokok tembakau, banyak ahli kesehatan memperingatkan bahwa mereka tidak tanpa risiko sama sekali, terutama untuk jantung dan pembuluh darah. Beberapa penelitian telah mengaitkan vaping dengan:

  • Peningkatan tekanan darah serta denyut jantung yang abnormal.
  • Pengerasan dan berkurangnya fungsi pembuluh darah
  • Peningkatan kemungkinan mengalami kondisi kardiovaskular lainnya dalam jangka panjang.

Sementara bukti konklusif mengenai hubungan sebab akibat masih berkembang, konsensus di kalangan banyak peneliti adalah bahwa rokok elektrik tetap berpotensi merugikan kesehatan jantung, terutama jika digunakan secara rutin atau oleh perokok muda.

Catatan Para Ahli dan Saran Kesehatan

Para ahli kesehatan menekankan bahwa meski beberapa orang mungkin menggunakan rokok elektrik sebagai alat bantu berhenti merokok, pendekatan terbaik tetaplah menghentikan semua bentuk nikotin dan produk asap untuk mengurangi risiko penyakit jantung.

Baca Juga: Stroke Penyebab Kematian dan Kecacatan Tertinggi di Indonesia

Pendekatan ini juga didukung oleh penelitian yang menyebutkan bahwa penghentian total penggunaan rokok dan rokok elektrik akan menurunkan risiko serangan jantung dan komplikasi kardiovaskular lainnya secara signifikan seiring waktu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top