Kapsultekno.com - Persaingan industri kecerdasan buatan (AI) global kembali memanas. Perusahaan AI asal Amerika Serikat (AS), Anthropic, menuduh raksasa teknologi China, Alibaba, melakukan upaya ilegal untuk mengekstraksi kemampuan model AI miliknya, Claude.
Dalam surat yang dikirim kepada Senator AS Tim Scott dan Elizabeth Warren pada 10 Juni 2026, Anthropic mengklaim operator yang terkait dengan Alibaba melakukan hampir 29 juta interaksi dengan Claude melalui ribuan akun palsu, dikutip dari BBC.
Perusahaan menyebut aksi tersebut sebagai kampanye ekstraksi kemampuan AI terbesar yang pernah mereka temukan. Anthropic menilai praktik itu sebagai bentuk pencurian teknologi yang dapat mengancam keunggulan AS di bidang kecerdasan buatan.
Menurut Anthropic, metode yang digunakan adalah "distillation attack", yaitu teknik yang memanfaatkan respons dari model AI yang lebih canggih untuk melatih model lain yang lebih sederhana agar memiliki kemampuan serupa.

Perusahaan yang berbasis di San Francisco tersebut menyatakan bahwa operator yang diduga terkait Alibaba secara khusus menargetkan kemampuan paling bernilai dari Claude, termasuk kemampuan menyelesaikan tugas kompleks dalam konteks panjang serta pola pengambilan keputusan model.
Anthropic mengatakan serangan semacam ini kini dilakukan dalam skala industri untuk mengumpulkan kemampuan AI buatan Amerika Serikat dan kemudian mengemasnya kembali sebagai produk perusahaan lain.
Dalam suratnya, Anthropic menulis bahwa praktik tersebut berpotensi mengubah investasi besar yang telah dikeluarkan perusahaan-perusahaan AS menjadi keuntungan bagi pesaing geopolitik mereka.
"Serangan distilasi mengubah ratusan miliar dolar investasi dan penelitian dan pengembangan Amerika menjadi subsidi besar-besaran bagi para pesaing geopolitik kita," tulis Anthropic dalam surat tersebut.
Anthropic Minta Kongres AS Perketat Perlindungan Teknologi AI
Anthropic mendesak Kongres Amerika Serikat untuk menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan yang terbukti melakukan serangan ekstraksi model AI serta memperkuat regulasi guna mencegah teknologi AI Amerika dicuri atau disalahgunakan.
Perusahaan juga menyebut adanya sejumlah serangan lain yang menurut mereka dapat berdampak pada keamanan nasional dan kepentingan militer Amerika Serikat.
Tuduhan tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran pemerintah AS mengenai transfer teknologi canggih ke China, terutama pada sektor semikonduktor dan kecerdasan buatan yang kini menjadi fokus utama persaingan teknologi global.
Alibaba Bantah Keterkaitan dengan Militer China
Anthropic mengutip klaim Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) yang menyebut Alibaba, bersama beberapa perusahaan besar China lainnya seperti BYD dan Baidu, memiliki keterkaitan dengan militer China.

Namun perusahaan-perusahaan tersebut sebelumnya telah membantah tuduhan tersebut. Alibaba bahkan dilaporkan menggugat pemerintah AS pekan ini untuk menghapus namanya dari daftar hitam Pentagon.
Terkait dengan tudingan terbaru mengenai distillation attack, Alibaba belum memberikan tanggapan resmi. BBC menyatakan telah meminta komentar dari Alibaba serta meminta rincian tambahan kepada Anthropic mengenai dugaan serangan tersebut.
Persaingan AI AS-China Kian Memanas
Tuduhan Anthropic bukan yang pertama dalam industri AI. Sebelumnya, OpenAI juga pernah menuduh kelompok-kelompok yang berbasis di China menggunakan teknik distillation untuk mengembangkan model AI yang mampu menyaingi teknologi Amerika dengan biaya jauh lebih rendah.
Persaingan antara perusahaan AI Amerika dan China semakin intens seiring meningkatnya nilai ekonomi teknologi generatif. Anthropic sendiri saat ini menjadi salah satu pengembang AI paling berpengaruh di dunia dan diperkirakan tengah mempersiapkan langkah besar menuju pasar modal, mengikuti jejak perusahaan AI terkemuka lainnya.
Di sisi lain, beberapa model AI canggih milik Anthropic, termasuk model eksperimental bernama Mythos, juga memunculkan kekhawatiran di kalangan pakar keamanan siber karena kemampuannya dalam mengidentifikasi kelemahan pada sistem komputer.