Kapsultekno.com - Kinerja divisi game Microsoft kembali melemah pada kuartal yang berakhir Maret 2026 (Q3 FY2026). Berdasarkan laporan keuangan terbaru yang dirangkum oleh VGChartz, pendapatan hardware Xbox tercatat turun tajam hingga 33 persen secara tahunan.
Hal tersebut menandai tren penurunan yang berkelanjutan dalam penjualan konsol game milik perusahaan tersebut. Penurunan ini terutama dipicu oleh melemahnya permintaan perangkat keras Xbox di pasar global.
Dalam beberapa kuartal terakhir, tren serupa juga sudah terlihat, dengan penurunan hardware mencapai sekitar 29–32 persen pada periode sebelumnya akibat volume penjualan konsol yang lebih rendah.

Selain itu, kenaikan harga konsol di sejumlah wilayah serta berkurangnya daya tarik eksklusif game turut memperburuk situasi.
Baca Juga: Crimson Desert Rilis Global 19 Maret, Gamer Bisa Main di PC, PS5 dan Xbox Series X/S
Tak hanya hardware, kinerja keseluruhan divisi gaming juga tertekan. Pendapatan dari konten dan layanan, termasuk Xbox Game Pass, dilaporkan ikut mengalami penurunan dalam beberapa periode terakhir.
Faktor seperti lemahnya lini game first-party dan strategi multiplatform yang mulai mengurangi eksklusivitas dinilai menjadi penyebab utama melemahnya performa Xbox.
Baca Juga: Microsoft Siapkan Gaming Copilot AI untuk Konsol Game Xbox
Di sisi lain, kondisi ini kontras dengan performa bisnis utama Microsoft yang justru terus tumbuh, terutama dari sektor cloud dan kecerdasan buatan. Hal ini memperlihatkan adanya pergeseran fokus perusahaan dari bisnis konsol tradisional menuju layanan digital dan ekosistem berbasis cloud.

Meski menghadapi tekanan, Microsoft masih menunjukkan komitmennya terhadap masa depan Xbox. Perusahaan tengah menyiapkan strategi baru, termasuk pengembangan konsol generasi berikutnya serta penyesuaian model bisnis untuk meningkatkan daya saing di industri game yang semakin kompetitif.