☕ Support Us
Advertise here · www.kapsultekno.com
Ubisoft Pastikan Assassin’s Creed Shadows Tak Miliki Ekspansi Kedua
Ubisoft menegaskan Assassin’s Creed Shadows tak menerima ekspansi kedua.

Kapsultekno.com - Pengembang dan penerbit, Ubisoft, secara resmi mengonfirmasi bahwa Assassin’s Creed Shadows tidak akan mendapatkan ekspansi besar kedua. Hal ini diketahui berdasarkan pernyataan associate game director, Simon Lemay‑Comtois saat wawancara dengan YouTuber JorRaptor

"Sampai saat ini, untuk Tahun Kedua, belum ada rencana perluasan wilayah Awaji," ujar Simon Lemay-Comtois, dikutip dari Gamespot.

Meskipun tidak akan ada DLC besar tambahan, Ubisoft menegaskan bahwa dukungan pasca-rilis untuk Assassin's Creed Shadows tetap akan berlanjut. Namun, formatnya berubah, alih-alih DLC penuh seperti dulu, konten ke depan akan berupa pembaruan “chunkier”, yaitu update yang lebih jarang, tapi lebih substantif.

blank

Menurut Lemay-Comtois, strategi ini memungkinkan tim pengembang lebih responsif terhadap masukan komunitas tanpa harus “menyiram” pemain dengan konten terus-menerus.

Sejak era modernnya, seri Assassin's Creed dikenal sering mendapatkan dua hingga tiga ekspansi besar per game. Namun Shadows mematahkan pola itu dan hal ini mengejutkan banyak penggemar.

Keputusan untuk hanya menyediakan satu ekspansi besar kemungkinan berkaitan dengan evaluasi internal dari Ubisoft. Mereka tampaknya ingin bereksperimen dengan model layanan pasca-rilis yang lebih fleksibel, daripada mengikuti pola lama yang mungkin sudah dianggap terlalu mahal atau berat untuk dipertahankan.

Bagi pemain yang menantikan petualangan panjang dengan protagonis utama, Yasuke dan Naoe, keputusan ini berarti cerita besar kemungkinan “tamat” dengan Claws of Awaji. Setelah itu, pemain hanya bisa berharap pada update dan kolaborasi kecil bila ingin kembali ke dunia Shadows.

Baca Juga: Garena Rilis Update Map Baru untuk Game Delta Force

Namun bagi Ubisoft, ini bisa berarti pendekatan yang lebih ringan dan berkelanjutan, memperbarui game tanpa beban DLC besar, serta menyesuaikan konten dengan umpan balik komunitas. Bagi sebagian pemain, ini bisa jadi hal baik, asalkan update yang datang tetap menarik.

Sekadar informasi, Assassin's Creed Shadows adalah game action RPG open-world dari Ubisoft yang mengambil latar Jepang era Sengoku pada abad ke-16. Game ini menghadirkan dua karakter utama yang bisa dimainkan, yaitu Naoe, seorang shinobi (ninja) yang fokus pada stealth, dan Yasuke, seorang samurai dengan gaya bertarung agresif.

Gameplay Shadows menggabungkan elemen RPG modern Assassin's Creed dengan mekanisme stealth klasik. Pemain dapat berganti antara Naoe dan Yasuke sesuai kebutuhan misi. Naoe unggul dalam penyusupan, parkour, pembunuhan diam-diam, serta menggunakan alat seperti shuriken, kunai, smoke bomb, dan grappling hook. Ia juga dapat bersembunyi di bayangan, merayap di tanah, hingga memadamkan lampu untuk menghindari musuh.

blank

Sebaliknya, Yasuke menawarkan gameplay yang lebih berfokus pada pertarungan langsung. Ia dapat menggunakan berbagai senjata seperti katana, kanabo, naginata, dan busur. Sistem pertarungannya mengandalkan parry, block, dan serangan kuat yang mampu menghancurkan armor musuh.

Assassin's Creed Shadows bisa dimainkan di beberapa platform seperti PlayStation 5, Xbox Series X dan Xbox Series S, Windows PC (Steam, Ubisoft Store, Epic Games Store) hingga Nintendo Switch 2.

Sekadar informasi, Assassin's Creed adalah waralaba video game aksi-petualangan (action-adventure) dan stealth yang dikembangkan serta diterbitkan oleh Ubisoft. Game ini menggabungkan unsur sejarah, parkour, pertarungan, dan eksplorasi dunia terbuka. Ceritanya berpusat pada konflik antara kelompok Assassin dan Templar yang berlangsung di berbagai era sejarah, mulai dari Perang Salib, Renaisans Italia, Mesir Kuno, hingga Jepang feodal.

Game pertama, Assassin's Creed, dirilis pada 13 November 2007 untuk PlayStation 3 dan Xbox 360, kemudian hadir di PC pada 2008. Karakter utamanya adalah Altaïr Ibn-La'Ahad, seorang pembunuh bayaran dari era Perang Salib Ketiga.

Awalnya, konsep Assassin's Creed dikembangkan sebagai spin-off dari seri Prince of Persia. Namun, Ubisoft kemudian mengembangkannya menjadi franchise baru yang akhirnya menjadi salah satu seri game tersukses di industri video game.

blank

Hingga Juli 2026, Ubisoft telah merilis 14 game utama (mainline) dalam seri Assassin's Creed. Seri yang terakhir dirilis yakni Assassin's Creed Shadows (2025) setelah Assassin's Creed Mirage (2023).

Menurut Ubisoft, seri Assassin's Creed telah dimainkan oleh lebih dari 230 juta pemain di seluruh dunia hingga 2025. Angka ini mencakup penjualan game, pemain di layanan berlangganan, serta pengguna yang memainkan berbagai judul Assassin's Creed di berbagai platform.

Dari sisi penjualan, franchise ini juga telah menjual lebih dari 200 juta kopi game secara global, menjadikannya salah satu waralaba video game paling sukses sepanjang masa, sejajar dengan seri seperti Grand Theft Auto, Call of Duty, dan The Legend of Zelda.

Bagikan artikel ini:
Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, dukung Kapsul Tekno agar kami dapat terus menghadirkan informasi teknologi yang relevan dan bermanfaat untuk pembaca. Klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *