Space Available (975x90)
Space Available (350x50)
Tingkatkan Daya Saing, UMKM Asal Ternate Naik Kelas Berkat Bantuan AI
UMKM Ternate memanfaatkan AI untuk inovasi produk, kemasan, branding, dan strategi pemasaran bisnis modern.

Kapsultekno.com -Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai membuka peluang baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)di daerah. Di Ternate, Maluku Utara, sejumlah pelaku usaha membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi katalis untuk meningkatkan daya saing.

Salah satunya adalah Alfitrah (23), pemilik usaha Kerupuk & Peyek Takoma. Dari dapur sederhana yang telah menjadi bagian perjalanan usaha keluarganya selama puluhan tahun, Alfitrah mulai merancang transformasi bisnis melalui pendekatan digital.

Ia memanfaatkan Microsoft Designer, alat berbasis AI, untuk mengembangkan desain kemasan yang lebih modern dan menarik.

Pengalaman tersebut ia dapatkan setelah mengikuti kelas AILeap Nusantara dalam rangkaian Pekan Inovasi AI. Dalam pelatihan tersebut, peserta diajak memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung pengembangan produk, mulai dari ide hingga strategi pemasaran.

blank

Sebelumnya, Alfitrah mengaku telah mencoba belajar secara mandiri, namun kerap kesulitan mengembangkan ide secara sistematis. Melalui pelatihan ini, ia mulai melihat AI sebagai mitra kreatif.

Dalam praktiknya, Alfitrah menggunakan Microsoft Copilot untuk mengeksplorasi inovasi produk. Salah satu ide yang muncul adalah pengembangan kerupuk berbahan limbah tulang ikan, yang dinilai memiliki nilai tambah dari sisi keberlanjutan.

Ia juga memanfaatkan AI untuk merancang kemasan ramah lingkungan berupa paper bag dengan lapisan kedap udara guna menjaga kualitas produk.

Baca Juga: Kisah Edi Suwanto Jadi Bukti AI Mengubah Hidup Penyandang Disabilitas

Setelah konsep terbentuk, proses visualisasi dilakukan menggunakan Microsoft Designer. Ia mengembangkan logo baru dengan menambahkan elemen ikan sebagai representasi produk, sekaligus memperkuat identitas merek Takoma.

Pendekatan serupa juga dilakukan oleh Junaidi Dahlan, anggota Kelompok Tani Hutan Buku Manyeku. Selain berperan sebagai petani, Junaidi juga mengelola usaha penyulingan minyak cengkeh bersama kelompoknya sejak 2017.

Mengikuti pelatihan AILeap Nusantara, Junaidi memanfaatkan AI untuk menyusun narasi produk, merancang strategi bisnis, hingga membuat konsep konten pemasaran. Ia menilai AI dapat membantu pelaku usaha berpikir lebih terstruktur dan efisien.

blank

Meski demikian, Junaidi menekankan pentingnya peran manusia dalam proses tersebut. Hasil dari AI tetap perlu dikaji ulang dan disesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan.

Inisiatif ini merupakan bagian dari Pekan Inovasi AI, program kolaboratif yang melibatkan Microsoft Elevate bersama Fokus Target Solusi, Biji-Biji Initiative, dan Alkademi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi AI dan mendorong pemanfaatannya di sektor UMKM dan ekonomi kreatif di Maluku Utara.

Baca Juga: Microsoft Sebut Copilot AI Hanya untuk Hiburan? Ini Faktanya

Pada hari ketiga kegiatan, Fokus Target Solusi memberikan pelatihan khusus bagi pelaku UMKM, mencakup pengembangan branding, strategi pemasaran, hingga pembuatan konten berbasis AI. Peserta diperkenalkan pada berbagai tools seperti Microsoft Copilot, Microsoft Designer, serta platform kreatif lainnya untuk produksi visual dan audio.

Muhammad Ghifary, trainer ekonomi kreatif dari Fokus Target Solusi, menyampaikan bahwa teknologi dapat memperkuat nilai lokal yang dimiliki pelaku usaha.

“Setiap UMKM di Maluku Utara membawa cerita, rasa, dan identitas yang kuat. Melalui pelatihan AI Microsoft Copilot, Designer, dan Suno, saya menemani teman-teman pelaku UMKM untuk menerjemahkan kekayaan lokal itu menjadi karya promosi yang lebih terarah," kata Muhammad Ghifary.

Menurutnya, pelatihan ini mengingatkan bahwa teknologi justru bisa memperkuat nilai-nilai lokal, bukan menggantikannya, sekaligus membangun kepercayaan diri baru untuk berkarya secara mandiri.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari pemerintah daerah. Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengapresiasi inisiatif tersebut dan berharap pelatihan serupa dapat diperluas ke berbagai sektor, termasuk aparatur sipil negara (ASN).

“Terimakasih sudah memilih Maluku Utara menjadi salah satu lokasi untuk launching pembelajaran Copilot Microsoft AI untuk tahun 2026. Kita membuka tahun 2026 ini dengan sangat produktif. Harapannya, jika ada pelatihan ke depan, para ASN pun bisa mendapatkan kelas sehingga bisa membantu mereka membuat kerja-kerjanya menjadi lebih efektif dan produktif,” tuturnya.

Baca Juga: Kolaborasi BINAR dan Microsoft Cetak 145 Ribu ASN Siap AI, Dimulai dari Banten

Sementara itu, Arief Suseno, AI Skills Director Microsoft Indonesia, menilai peningkatan keterampilan AI menjadi kunci untuk memperkuat daya saing UMKM di daerah.

“UMKM di daerah memiliki produk dan potensi yang kuat. Tantangannya adalah bagaimana meningkatkan daya saingnya. Akses untuk meningkatkan keterampilan AI dapat membantu pelaku usaha mengoptimalkan cara mereka merencanakan, memasarkan, dan mengembangkan bisnis,” ujarnya.

Melalui inisiatif ini, pelaku UMKM di daerah kini memiliki peluang lebih besar untuk berkembang. Transformasi tidak lagi bergantung pada modal besar, melainkan pada kemauan untuk beradaptasi dan memanfaatkan teknologi secara tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top