Space Available (975x90)
Space Available (350x50)
Fintech Jadi Penggerak Ekonomi 2026, Amartha Salurkan Rp13,2 Triliun ke UMKM Desa
Fintech diprediksi dorong ekonomi 2026, Amartha salurkan triliunan rupiah untuk UMKM desa Indonesia.

Kapsultekno.com -Industri financial technology (fintech) diperkirakan akan terus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026. Peran fintech tidak hanya memperluas inklusi keuangan nasional, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi daerah melalui UMKM serta menarik minat investor asing.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan layanan keuangan digital berkontribusi hingga 80,5 persen terhadap inklusi keuangan nasional.

Sejalan dengan tren tersebut, Amartha, perusahaan layanan keuangan digital mencatat kinerja positif dalam mendukung UMKM akar rumput di pedesaan. Sejak berdiri pada 2010, Amartha telah menyalurkan lebih dari Rp37 triliun modal kerja, termasuk Rp13,2 triliun sepanjang 2025, kepada 3,7 juta UMKM di lebih dari 50.000 desa di Indonesia.

Perkuat Layanan Digital untuk UMKM Akar Rumput

Pada 2025, Amartha memperluas ekosistem layanan keuangannya dengan menghadirkan aplikasi AmarthaFin. Melalui satu platform, pengguna dapat mengakses pembiayaan modal kerja, investasi mikro, hingga pembayaran digital. Amartha juga mengantongi izin dompet digital dari Bank Indonesia untuk melengkapi layanannya.

blank

Baca Juga: Tracxn: Pendanaan Startup dan Perusahaan Teknologi Indonesia Anjlok di 2025

Founder & CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra, menegaskan fokus perusahaan dalam melayani kebutuhan UMKM desa. “Di tahun 2025, Amartha semakin memperkuat posisinya sebagai fintech penyedia layanan keuangan yang lengkap bagi UMKM dan masyarakat perdesaan. Produk kami didesain atas dasar pemahaman mendalam tentang kebutuhan, masalah, dan solusi yang diharapkan oleh UMKM akar rumput,” kata Andi Taufan melalui keterangan resminya.

Ia menambahkan, “Kombinasi pemahaman market, produk yang relevan, tata kelola, dan partnership dengan institusi global, menjadi fondasi Amartha untuk terus tumbuh berkelanjutan".

AmarthaLink dan Dampak terhadap Lapangan Kerja Desa

Untuk menjangkau masyarakat yang belum sepenuhnya terakses layanan digital, Amartha mengembangkan program AmarthaLink. Program ini memungkinkan pengguna menjadi agen layanan pembayaran digital di komunitas sekitarnya.

Hingga akhir 2025, lebih dari 50.000 pengguna telah bergabung dalam jaringan AmarthaLink. Keberadaan fintech juga berdampak pada penciptaan lapangan kerja.

blank

Baca Juga: Counterpoint: Pengiriman Smartphone Global Naik 2% di 2025, Apple Jadi Juara

Amartha mencatat UMKM binaannya telah membuka lebih dari 110.000 lapangan kerja di wilayah pedesaan. Selain itu, sekitar 65 persen perusahaan fintech di Indonesia berencana menambah karyawan permanen, mencerminkan optimisme industri terhadap prospek ke depan.

Komisaris Utama Amartha, Rudiantara, menilai model bisnis yang kuat membuat fintech Indonesia tetap menarik bagi investor global. “Dengan model bisnis yang jelas, perempuan pengusaha mikro sebagai target pasar spesifik, manajemen risiko yang baik serta penerapan governansi (tata kelola) standar perusahaan publik menghasilkan kinerja Amartha yang solid secara fundamental,” ujarnya.

Roadmap Fintech 2026 dan Tantangan ke Depan

Memasuki 2026, fintech diproyeksikan memiliki peran lebih besar dalam mendukung ekonomi nasional dan daerah. Direktur Ekonomi Digital CELIOS, Nailul Huda, menilai pembiayaan alternatif masih dibutuhkan UMKM.

“Data penyaluran kredit untuk UMKM dari perbankan mengalami kontraksi secara tahunan. Padahal di satu sisi, kebutuhan permodalan masih cukup tinggi,” jelasnya.

Ia menambahkan, “Jadi tidak ayal, pertumbuhan pinjaman daring masih cukup tinggi di tahun 2025 dan dilanjutkan di tahun 2026.”

Meski peluang terbuka lebar, industri fintech tetap perlu memperhatikan mitigasi risiko, mulai dari gejolak geopolitik global, potensi fraud, hingga literasi keuangan digital masyarakat.

Amartha menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pertumbuhan inklusif UMKM desa pada 2026, termasuk melalui penyelenggaraan Asia Grassroots Forum (AGF) 2026 bertema “Enabling Growth, Elevating Financial Health”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top