Advertise here · www.kapsultekno.com
Advertise here · www.kapsultekno.com
Kolaborasi BINAR dan Microsoft Cetak 145 Ribu ASN Siap AI, Dimulai dari Banten
Kolaborasi BINAR dan Microsoft siapkan 145 ribu ASN kuasai AI, dimulai dari Banten untuk dorong transformasi digital nasional Indonesia.

Kapsultekno.com -BINAR, perusahaan pendorong transformasi digital di Indonesia bersama Microsoft Indonesia dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) menggelar GARUDA AI Regional Summit I di Auditorium Harry Jusuf, Universitas Prasetiya Mulya, Banten pada Kamis (2/4).

Forum ini menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya sebuah provinsi mengangkat diskusi strategis kesiapan tenaga kerja berbasis kecerdasan buatan (AI) dari level daerah ke agenda kebijakan nasional, dengan Banten sebagai pelopor.

Kegiatan ini melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Pemerintah Provinsi Banten, serta Universitas Prasetiya Mulya sebagai mitra akademik. Diselenggarakan secara hybrid, summit ini merupakan bagian dari program Microsoft Elevate yang berfokus pada pengembangan keterampilan AI berbasis sertifikasi.

Lebih dari 80 aparatur sipil negara (ASN) hadir secara luring dan 700 peserta mengikuti secara daring dari berbagai instansi di Indonesia. "Microsoft Elevate hadir untuk memastikan AI digunakan untuk memberdayakan manusia, bukan menggantikannya. Melalui GARUDA AI, kami mendorong ASN Indonesia untuk tidak hanya memahami AI, tetapi menggunakannya secara nyata dalam pengambilan keputusan dan pelayanan publik yang lebih cepat, tepat, dan berdampak," ujar Arief Suseno, AI Skills Director, Microsoft Indonesia melalui keterangan resminya.

Baca Juga: CEO Microsoft: Windows 11 Kini Capai 1 Miliar Pengguna

Banten Dinilai Siap Jadi Pionir Transformasi AI

Pemilihan Banten sebagai lokasi perdana dinilai strategis karena kesiapan infrastruktur digital yang relatif unggul, termasuk keberadaan KEK ETKI sebagai pusat inovasi dan regulasi berbasis teknologi.

"Yang perlu dilakukan sekarang adalah bagaimana pemerintah menyiapkan program transformasi tenaga kerja yang terstruktur dan melekat langsung ke dalam SOP kerja ASN bukan pelatihan sekali lalu selesai," tegas Dr. Rizal Edwin Manansang, Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK.

Ia juga menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,39% (YoY) pada kuartal IV 2025, yang harus diimbangi dengan kesiapan tenaga kerja adaptif terhadap perubahan profesi, terutama di bidang AI dan machine learning.

Baca Juga: Microsoft Sebut Copilot AI Hanya untuk Hiburan? Ini Faktanya

Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Banten, Ismail, turut menegaskan pentingnya momentum ini. “Banten berada pada momentum pertumbuhan yang sangat positif, yakni 5,37% yang jadi pencapaian tertinggi pasca pandemi," kata Ismail.

Ia mengatakan, keberhasilan ini didorong kuatnya sektor investasi dan geliat industri perdagangan. "Namun di 2026 ini, tantangan sudah semakin kompleks. Keberadaan AI sebagai motor penggerak ekonomi baru harapannya bisa jadi pendorong dan sesi GARUDA AI SUMMIT ini jadi momentum untuk memulai transformasi digital di Banten," terangnya.

Rancang Kebijakan AI Berbasis Kebutuhan Nyata

Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Dr. Hassan Wirajuda, menilai Indonesia masih tertinggal dalam adopsi AI dibanding negara ASEAN lainnya. Ia menekankan pentingnya penguatan pendidikan STEM, talenta digital, serta dukungan terhadap UMKM.

Salah satu agenda utama summit adalah sesi panel yang menantang ASN Banten merancang solusi AI berbasis kebutuhan nyata di lapangan. Peserta diminta melalui tiga tahap utama: mendefinisikan masalah konkret, membangun literasi AI, serta mengintegrasikan teknologi ke dalam alur kerja.

Baca Juga: Microsoft Uji Coba Fitur Tes Kecepatan Internet Built-In di Windows 11

Hasilnya berupa rancangan kebijakan konkret, mulai dari blueprint tata kelola data, kerangka kesiapan kerja berbasis AI, hingga indikator dampak sosial-ekonomi dan pilot project di sektor daerah. Seluruhnya dirangkum dalam Draft Regional Policy Recommendations on AI-Enabled Job Readiness and Workforce Development.

Dokumen tersebut akan dibawa ke AI National Summit di Jakarta pada Juni 2026 sebagai masukan resmi kebijakan AI nasional. Ini menjadikan GARUDA AI Regional Summit bukan sekadar forum diskusi, tetapi juga mekanisme produksi kebijakan yang menghubungkan kebutuhan daerah dengan agenda nasional.

Sejak diluncurkan pada Oktober 2025, program GARUDA AI telah melatih lebih dari 100.000 ASN dari 30 provinsi dan 100 instansi, serta menghasilkan lebih dari 800 ide inovasi melalui hackathon nasional. Program ini menargetkan 145.000 ASN terlatih dan 5.000 AI Policy Makers tersertifikasi, sebagai bagian dari visi menjadikan Indonesia pusat talenta digital di ASEAN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top