Kapsultekno.com - Tesla telah menghapus opsi pembelian satu kali untuk fitur Full Self-Driving (FSD) di sejumlah wilayah Eropa dan kini mengarahkan pengguna ke model berlangganan bulanan. Langkah ini sebagai strategi perusahaan untuk meningkatkan pendapatan secara berulang.
Sebelumnya, pelanggan Tesla di beberapa negara masih dapat membeli paket FSD secara permanen dengan biaya sekitar 8.000 dolar AS atau sekitar Rp141 juta. Namun kini, Tesla mulai mengedepankan model subscription dengan biaya sekitar 99 dolar AS (Sekitar Rp1,7 jutaan) di Amerika Utara.
Kebijakan tersebut mulai diterapkan setelah Tesla menghentikan opsi pembelian permanen FSD di Amerika Utara pada Februari 2026. Kini, menurut laporan Mashable, Tesla juga memberlakukan kebijakan biaya berlangganan bulanan sebesar 99 euro per bulan atau sekitar Rp2 jutaan di Eropa.

CEO Elon Musk sebelumnya menyebut harga berlangganan FSD kemungkinan akan terus naik seiring meningkatnya kemampuan sistem. Tesla juga menilai model subscription memberi fleksibilitas lebih besar untuk memperbarui fitur serta menyesuaikan harga berdasarkan perkembangan teknologi.
Baca Juga: Elon Musk Ungkap Masa Depan Mobil Tesla, Beri Sinyal Kehadiran Roadster Generasi Baru
FSD sendiri bukan teknologi mobil otonom penuh. Sistem tersebut masih masuk kategori Advanced Driver Assistance System (ADAS) Level 2 yang mengharuskan pengemudi tetap fokus dan siap mengambil alih kendali kapan saja.
Meski begitu, FSD mampu menjalankan berbagai fungsi seperti navigasi otomatis di jalan kota, pengenalan lampu lalu lintas, parkir otomatis, hingga perpindahan jalur secara semi-otonom.
Tesla saat ini tengah berupaya memperluas izin penggunaan FSD di Eropa. Pada April 2026, otoritas transportasi Belanda, RDW, memberikan persetujuan awal penggunaan FSD (Supervised) di jalan umum Belanda. Persetujuan itu menjadi langkah penting bagi Tesla untuk memperoleh restu Uni Eropa secara lebih luas.

Baca Juga: Elon Musk Ungkap Rencana Produksi Chip untuk Tesla dan SpaceX
Akan tetapi, sejumlah regulator Eropa masih mempertanyakan aspek keselamatan, transparansi data, dan klaim pemasaran teknologi tersebut.
Reuters melaporkan beberapa regulator di Swedia, Finlandia, Denmark, dan Norwegia masih bersikap skeptis terhadap kemampuan FSD, terutama terkait performa di kondisi jalan licin serta potensi perilaku berkendara agresif. Meski demikian, Tesla optimistis izin penggunaan FSD di lebih banyak negara Eropa bisa diperoleh dalam beberapa bulan mendatang.