TERBARU
Memuat berita terbaru...
Samsung Hadapi Gugatan Kedua Masalah Layar Green Line di Thailand
Thailand Consumers Council menggugat Samsung untuk kedua kalinya setelah menerima 2.103 pengaduan baru terkait masalah green line.

Kapsultekno.com - Masalah layar bergaris hijau atau green line pada smartphone Samsung kembali menjadi sorotan di Thailand. Thailand Consumers Council (TCC), lembaga perlindungan konsumen Thailand, mengajukan gugatan kedua terhadap Samsung setelah menerima 2.103 pengaduan baru terkait masalah layar sejak program pemulihan sebelumnya ditutup pada September 2025.

Dalam pengumuman resminya pada 21 September 2026, TCC menyebut gugatan tersebut diajukan terhadap Thai Samsung Electronics Co., Ltd. dan Samsung Electronics Co., Ltd. yang berbasis di Korea Selatan. Perkara itu didaftarkan ke Bangkok South Civil Court dengan permintaan agar kasusnya diproses sebagai gugatan kelompok atau class action.

Menurut TCC, sebanyak 2.103 pengaduan diterima sejak pendaftaran program pemulihan sebelumnya ditutup pada 21 September 2025 hingga 20 September 2026. Keluhan datang dari pengguna berbagai model, termasuk perangkat yang tidak memenuhi persyaratan program terdahulu.

Persoalan juga dilaporkan oleh sejumlah konsumen yang sudah mengganti layar, tetapi kemudian mendapati garis kembali muncul pada layar pengganti. Kondisi ini membuat TCC menilai bahwa program pemulihan sebelumnya belum menjangkau seluruh konsumen yang terdampak.

(Foto: Thailand Consumers Council)

TCC juga mencatat adanya konsumen yang tidak memperoleh pemulihan karena terbentur persyaratan tertentu. Beberapa di antaranya memiliki layar retak saat mengajukan perbaikan, meskipun mengaku mempunyai bukti bahwa masalah garis muncul sebelum kerusakan tersebut. Ada pula konsumen yang terkendala batas waktu perbaikan atau persyaratan dokumen.

Gugatan Kedua Setelah Program Pemulihan Ditutup

Sebelumnya, TCC mengajukan gugatan terkait masalah layar bergaris pada 29 Agustus 2024. Proses tersebut berlanjut ke tahap negosiasi dan diikuti program pemulihan bagi konsumen yang memenuhi persyaratan.

Dalam program itu, konsumen yang memenuhi kriteria dapat memilih perbaikan gratis, memperoleh voucher diskon untuk membeli ponsel baru dengan menyerahkan perangkat lama, atau menjual kembali perangkat yang terdampak melalui skema pembelian kembali.

Namun, pendaftaran program tersebut berakhir pada 21 September 2025. Setelah itu, pengaduan baru tetap masuk, termasuk dari pengguna model yang berada di luar 11 model dalam program pemulihan sebelumnya.

TCC Minta Penggantian Layar hingga Kompensasi

Sophon Hnoorat, kepala Divisi Hukum dan Litigasi Thailand Consumers Council, mengatakan gugatan kedua ditujukan untuk membuka akses pemulihan bagi konsumen yang baru terdampak maupun mereka yang tidak dapat mengikuti program sebelumnya.

Dalam pernyataan berbahasa Inggris yang diterbitkan TCC, Sophon mengatakan, “Lebih dari 2.000 pengaduan baru telah diterima sejak program sebelumnya ditutup, dan beberapa konsumen memberi tahu kami bahwa masalah tersebut kembali muncul bahkan setelah layar mereka diganti".

Ia menambahkan, "Tujuan dari kasus ini adalah untuk memastikan bahwa konsumen yang baru terdampak memiliki sarana untuk menuntut pemulihan yang layak". TCC meminta pengadilan mempertimbangkan bentuk pemulihan sesuai kerugian setiap konsumen. Opsi yang diminta dapat mencakup penggantian layar, pengembalian uang, atau kompensasi.

Konsumen yang mengalami masalah tersebut juga didorong mengajukan pengaduan kepada TCC dengan melampirkan bukti pembelian, foto atau video kondisi layar, catatan perbaikan, serta komunikasi dengan Samsung atau pusat layanan resmi.

Sidang Negosiasi Dijadwalkan Oktober 2026

TCC menyatakan Bangkok South Civil Court menjadwalkan sesi negosiasi pertama pada 26 Oktober 2026. Perkembangan perkara selanjutnya akan menentukan bagaimana permintaan gugatan kelompok dan bentuk pemulihan bagi konsumen diproses.

Perlu dicatat, pengajuan gugatan ini bukan berarti Samsung telah dinyatakan bersalah oleh pengadilan. Hingga pengumuman TCC tersebut, perkara masih berada dalam proses hukum.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya penanganan keluhan konsumen ketika masalah perangkat muncul berulang, termasuk setelah komponen diganti. Hasil proses hukum di Thailand nantinya akan menjadi perkembangan penting bagi konsumen yang menghadapi persoalan serupa.

Bagikan artikel ini:
Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, dukung Kapsul Tekno agar kami dapat terus menghadirkan informasi teknologi yang relevan dan bermanfaat untuk pembaca. Klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *