TERBARU
Memuat berita terbaru...
Claude Code Bantu Ciptakan ScreenPlink, Game Menembak Laser di Monitor PC
ScreenPlink adalah gim latihan menembak berbasis laser yang dikembangkan dengan Claude Code dan memanfaatkan kamera web untuk mendeteksi tembakan. (Foto: Vkorost)

Kapsultekno.com – Kecerdasan buatan (AI)semakin memudahkan pengembangan perangkat lunak, termasuk game yang menggabungkan dunia digital dengan perangkat fisik. Salah satu contohnya adalah ScreenPlink, proyek game latihan menembak menggunakan laser yang dikembangkan dengan bantuan Claude Code.

Berbeda dari game menembak biasa yang dimainkan menggunakan mouse atau kontroler, ScreenPlink memanfaatkan monitor komputer sebagai sasaran. Sistem ini menggunakan kamera untuk mendeteksi titik laser yang mengenai layar, kemudian mengolahnya menjadi tembakan di dalam game.

Proyek tersebut diperkenalkan oleh pengembangnya melalui Reddit pada 25 Oktober 2026. Dalam unggahannya, ia menjelaskan bahwa hampir seluruh kode program ScreenPlink dibuat menggunakan Claude Code, sementara dirinya mengarahkan pengembangan, menguji permainan, dan menentukan hasil yang diinginkan.

ScreenPlink dirancang sebagai game latihan menembak atau dry-fire training, yakni latihan menggunakan perangkat simulasi tanpa peluru tajam. Pengguna mengarahkan pistol latihan berlaser ke monitor, sedangkan kamera web yang ditempatkan di samping layar bertugas mendeteksi titik laser.

Ketika laser mengenai layar, perangkat lunak menentukan posisi tembakan berdasarkan citra yang ditangkap kamera. Sistem kemudian menampilkan lubang peluru virtual dan memberikan respons terhadap sasaran yang terkena.

Pengembang menyebutkan bahwa kamera tidak harus ditempatkan tepat di depan monitor. Posisi menyamping dengan sudut tertentu juga dapat digunakan karena aplikasi memiliki mekanisme kalibrasi untuk memetakan posisi kamera ke area layar.

Kalibrasi tersebut memanfaatkan penanda pada monitor untuk membantu sistem memahami hubungan antara koordinat kamera dan posisi pada layar. Dengan demikian, perangkat lunak dapat memperkirakan lokasi tembakan meskipun sudut pandang kamera tidak tegak lurus terhadap monitor.

Menawarkan Sembilan Mode Latihan

ScreenPlink menghadirkan sembilan jenis latihan dan 15 figur sasaran dengan cincin penilaian. Game ini juga mendukung penggunaan satu layar oleh dua pemain serta dilengkapi mekanisme magasin berisi 17 tembakan.

Fitur tersebut membuat proyek ini tidak sekadar menjadi demonstrasi AI pembuat kode, tetapi juga sebuah eksperimen yang menggabungkan pemrosesan gambar, kalibrasi kamera, dan interaksi fisik secara langsung.

Pengembang mengungkapkan bahwa sistem dapat membedakan dua titik laser yang tertangkap dalam satu bingkai kamera. Kemampuan ini memungkinkan dua pengguna berlatih pada layar yang sama, termasuk skenario ketika masing-masing menggunakan perangkat latihan berlaser.

Claude Code Membantu Menulis dan Memperbaiki Kode

Claude Code merupakan alat pemrograman berbasis AI dari Anthropic yang dapat membantu pengembang menulis, memeriksa, dan memperbaiki kode. Dalam proyek ScreenPlink, alat tersebut digunakan untuk membangun sebagian besar komponen perangkat lunak.

Namun, proses pengembangannya bukan tanpa kendala. Pengembang menjelaskan bahwa tantangan terbesar justru terletak pada pengujian sistem yang berinteraksi dengan dunia fisik.

Untuk mengatasi masalah tersebut, proyek ini menggunakan mekanisme pengujian dan diagnostik yang memungkinkan Claude memeriksa hasil pengukuran dari aplikasi yang sedang berjalan. Pengembang juga memperbaiki pengujian agar kesalahan yang muncul benar-benar dapat terdeteksi.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa AI dapat mempercepat pembuatan aplikasi, tetapi pengujian berulang dan pengawasan manusia tetap diperlukan, terutama ketika perangkat lunak bergantung pada kamera, kalibrasi, dan kondisi fisik.

Bisa Dicoba Gratis dengan Perangkat yang Sesuai

Berdasarkan keterangan pengembang, ScreenPlink tersedia sebagai proyek sumber terbuka dengan lisensi Apache-2.0. Pengguna dapat melihat kode dan mencoba versi Windows melalui repositori GitHub resminya.

Meski demikian, aplikasi ini memiliki persyaratan perangkat keras. Pengguna memerlukan komputer Windows, monitor dengan permukaan matte atau antiglare, kamera web yang mendukung 60 frame per detik (fps), serta perangkat latihan dengan laser merah.

Monitor mengilap dan televisi disebut tidak cocok untuk sistem ini. Pengguna juga perlu memahami bahwa aplikasi tersebut merupakan proyek latihan berbasis laser, bukan pengganti pelatihan keselamatan senjata maupun perangkat profesional yang telah divalidasi.

Bagikan artikel ini:
Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, dukung Kapsul Tekno agar kami dapat terus menghadirkan informasi teknologi yang relevan dan bermanfaat untuk pembaca. Klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *