TERBARU
Memuat berita terbaru...
Siswi 17 Tahun Bikin Alat Pemadam Api Berbasis Suara, Raih Medali Emas di Indonesia
Siswi Meksiko Ángela Karime Venegas Hernández meraih medali emas berkat Vortex Tech. (Foto: Mexiconewsdaily/DGETI)

Kapsultekno.com – Seorang siswi asal Meksiko, Ángela Karime Venegas Hernández berhasil mengembangkan alat pemadam api berbasis gelombang suara bernama Vortex Tech. Inovasi ini mampu memadamkan api berukuran kecil tanpa menggunakan air maupun bahan kimia pemadam.

Dikutip dari Mexico News Daily, Ángela mengembangkan perangkat tersebut selama sekitar satu tahun bersama pamannya, José Arturo Hernández Muñoz, yang menjadi pembimbing proyek. Inovasi itu membawanya mewakili Meksiko dalam International Science and Invention Fair di Universitas Indonesia, Depok, pada 14–16 Oktober 2026.

Kabar terbaru yang dilaporkan El País pada 22 Oktober 2026 menyebutkan bahwa Ángela berhasil meraih medali emas melalui proyek Vortex Tech dalam kompetisi tersebut.

Vortex Tech Pakai Gelombang Suara Frekuensi Rendah

Vortex Tech dirancang untuk memadamkan api kecil dengan memanfaatkan gelombang suara berfrekuensi rendah. Berbeda dari alat pemadam konvensional yang mengandalkan air, busa, atau serbuk kimia, perangkat ini menggunakan getaran suara dan pergerakan udara untuk mengganggu kestabilan nyala api.

Berdasarkan laporan Mexico News Daily, perangkat tersebut terdiri dari baterai 12 volt, generator frekuensi yang diatur pada 30 hertz, amplifier, pengeras suara, serta wadah berbentuk ember yang dimodifikasi untuk mengarahkan keluaran suara ke titik api.

Cara kerjanya berkaitan dengan dinamika udara di sekitar api. Getaran yang dihasilkan pengeras suara dapat menciptakan gangguan aliran udara sehingga nyala api kehilangan kondisi yang dibutuhkan untuk mempertahankan pembakaran. Dalam pengujian prototipe tersebut, api kecil dapat padam dalam hitungan detik.

Teknologi ini tidak sepenuhnya baru. Penelitian mengenai pemadaman api menggunakan gelombang akustik telah dilakukan oleh sejumlah peneliti. Studi yang diterbitkan dalam jurnal Fire pada 2025 juga membahas potensi gelombang suara untuk mengganggu kestabilan api, sekaligus menyoroti tantangan penerapannya di dunia nyata.

Ketertarikan Ángela terhadap teknologi ini bermula setelah melihat video eksperimen meriam suara berukuran besar yang mampu memadamkan api melalui pergerakan udara. Ia kemudian mencoba mengadaptasi prinsip tersebut menjadi perangkat yang lebih kecil dan praktis.

Bersama pamannya, Ángela menghabiskan sekitar satu tahun untuk melakukan penelitian, pengujian, dan penyempurnaan desain. Mereka mengembangkan lima prototipe sebelum menghasilkan perangkat yang digunakan dalam proyek Vortex Tech.

Menurut laporan Mexico News Daily, pembuatan prototipe pertama yang mampu memadamkan nyala lilin saja membutuhkan waktu sekitar dua bulan, belum termasuk penelitian awal.

Proyek ini juga mencakup penggunaan sensor termal untuk mendeteksi perkembangan panas akibat kebakaran. Sensor tersebut dirancang agar sistem dapat diaktifkan secara otomatis ketika mendeteksi kondisi yang mengindikasikan munculnya api.

Masih Eksperimental dan Belum Menggantikan APAR

Meski menawarkan pendekatan menarik, Vortex Tech masih berada dalam tahap pengembangan. Laporan El Universal pada September 2026 menyebutkan bahwa prototipe tersebut ditujukan untuk api berukuran kecil dengan jarak kerja terbatas.

Penelitian ilmiah juga menunjukkan bahwa efektivitas pemadaman api menggunakan suara dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk frekuensi, intensitas suara, jenis api, serta pola aliran udara yang dihasilkan perangkat.

Studi dalam jurnal Fire Safety Journal pada 2021 bahkan menyoroti bahwa efek pemadaman yang disebut sebagai pemadaman akustik dapat berasal dari aliran udara yang dihasilkan getaran pengeras suara, bukan semata-mata gelombang suara itu sendiri.

Karena itu, teknologi seperti Vortex Tech belum dapat dianggap sebagai pengganti alat pemadam api ringan (APAR) konvensional. Penggunaannya masih memerlukan pengujian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dan keamanannya dalam berbagai kondisi kebakaran.

Meski demikian, keberhasilan Ángela membawa inovasi tersebut ke tingkat internasional dan meraih medali emas menunjukkan potensi penelitian sains di kalangan pelajar. Ke depan, penyempurnaan teknologi pemadaman berbasis suara berpeluang menjadi pelengkap metode pemadam kebakaran.

Bagikan artikel ini:
Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, dukung Kapsul Tekno agar kami dapat terus menghadirkan informasi teknologi yang relevan dan bermanfaat untuk pembaca. Klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *